Rabu, 16 Desember 2009

Efektif, Ekonomis dan Efisien

Ilmu ekonomi sering mengajarkannya. Ilmu management mengajarkannya. Bahkan gereja pun menganut pola ini. Semua pelayanan didasarkan apakah efektif, efisien dan ekonomis. Namun satu hal yang harus kita renungkan bersama tidak selalu ilmu itu distujui oleh POLA SURGA.

Dalam kerajaan Surga seringkali ketiga hukum itu tidak selaras dengan apa yang Yesus lakukan. Bahkan sering tidak terpakai juga.

Beberapa contoh ketika Yesus melayani orang gila di Gerasa, apakah ekonomis? Tidak semalam-malaman memakai perahu hanya untuk orang gila. Apakah efektif? Harus membawa 12 muridnya bersamanya. Apakah efisien? Waktunya terbuang sangat banyak untuk 1 orang gila. Contoh ketika memberi makan 5 ribu orang, apakah ekonomis? Bukanlah lebih baik dijual saja roti dan ikannya dan suruh mereka pulang semua? Belum lagi 3,5 tahun terus hidup bersama para murid, apakah murah biayanya? Sangatlah besar memelihara 12 orang hidup bersama, tanpa tunjangan atau donatur dari manapun. Apakah efektif? Setiap kita punya penilaian yang berbeda. Hampir saja para murid kabur semuanya, 1 orang mati bunuh diri. Waw??????!!!!

Tapi satu hal yang menyadarkan saya bahwa pola Surga berbeda dengan pola dunia ini. Manusia zaman ini menggunakan HUMAN WISDOM dan itu seringkali bertentangan dengan POLA SURGA yang menganut SPIRITUAL WISDOM.

Come on guys, dalam melayani Tuhan mari gunakan POLA SURGA, bukan mengcopy dunia ini, apalagi mengikuti jejak masa lalu atau generasi sebelumnya. Tuhan punya pola dalam membangun gereja dan kerajaanNya di bumi ini.

Tuhan memberkati