Kebangunan rohani selalu identik
dengan pencurahan Roh. Namun belakangan ini kita seringkali salah definisi
dalam mengartikan sebuah kebangunan rohani atau kegerakan. Seringkali kita
hanya puas sampai mengalami tumbang dalam Roh, menari dalam Roh dan berbagai
mukjizat saja. Namun hari ini saya tegaskan, lanjutkan terus hidup kita dalam
kegerakan yang terbaru, jangan berhenti dan berputar di seputaran hal itu saja.
Sejak tahun 1960-1970an,
Indonesia terus dilanda pencurahan Roh yang membawa kepada kegerakan besar.
Pada tahun 1960 terjadi kegerakan penginjilan yang disertai tanda ajaib dan
mukjizat-mukjizat.
Pada Tahun 1980an terjadi ledakan
penanaman gereja. Gereja bertambah banyak di negeri ini. Dengan sangat cepat
menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Mulailah bermunculan banyak denominasi
yang efek negatifnya adalah menjadi tembok pemisah antara satu dengan yang
lainnya. Muncul banyak perpecahan karena hamba Tuhan yang belum dibentuk ulang
atau tidak akurat. Di tahun-tahun inilah
gereja lebih banyak berfokus ke hal intern untuk membesarkan denominasinya
dengan menambah jumlah jemaat.
Pada awal 1990an Roh Kudus mulai
bekerja di luar gereja. Banyak persekutuan doa mulai lahir namun di luar
gereja. Pusat praise and worship mulai muncul dimana mana. Pelayanan non
denominasi mulai muncul, ini yang sering kita sebut ministry. Gereja akhirnya
menyadari bahwa Tuhan tidak lagi bergerak di antara mereka lalu gereja mulai
kembali membuka diri dan Tuhan kembali menyatakan diriNya di gereja yang ada.
Pada tahun 2000an mulailah muncul
gerakan profetik dan apostolic. Gereja dipersiapkan untuk memiliki RAHIM
PROFETIS. Kegerakan yang sedang dan akan
datang ini adalah kegerakan yang ditujukan untuk membangun negri. Di
mana gereja mulai diposisikan Tuhan untuk memberkati kota dan mempengaruhi masa
depan bangsa.
Bagaimana sebuah kegerakan dimulai ?
1.
Kegerakan
akan terjadi bila terjadi penyingkapan Firman yang Roh Kudus kerjakan dalam
kehidupan kita.
-
Jadikan penyingkapan Firman bukan sebagai
MAKANAN ROHANI melainkan sebagai KEKUATAN ROHANI untuk menjadi “manusia yang
lain”.
-
Pakailah Firman yang diwahyukan untuk mulai
membangun kebiasaan baru dan menjadi dasar keyakinan kita yang kokoh.
-
Konsisten, mendeklarasikan Firman yang
diwahyukan tersebut sebagai nubuatan pribadi untuk hidup kita.
-
Biarkan Firman itu mempengaruhi seluruh hidup
kita termasuk emosi kita.
2.
Kegerakan
akan terjadi apabila hati yang suam atau dingin dijamah dan diubahkan Roh Kudus
sehingga kita mengalami passion Ilahi atau keantusiasan Roh.
-
Kita menjadi lebih percaya kepada FirmanNya.
-
Memiliki kapasitas iman yang diperbesar, ukuran
iman yang bertumbuh.
-
Memiliki keberanian untuk berdoa dan keyakinan
yang kuat bahwa doanya pasti dijawab.
-
Mulai dikuasai oleh roh yang haus dan lapar akan
Allah.
3.
Muncul
tekad yang kuat dan tingkat kepuasan yang hanya bisa dipuaskan oleh Tuhan saja.
-
Mulai berani menantang arus
-
Tidak pernah menyerah atau berhenti sampai apa
yang Tuhan rindukan terjadi
-
Tekad baja muncul dan mengerahkan semua potensi
bagi Kerajaan.
Jika Tuhan membutuhkan orang
untuk Dia pakai, pastikah kitalah orangnya !!!!