Selasa, 23 November 2010

POLA GEREJA PERJANJIAN BARU 1


POLA GEREJA PERJANJIAN BARU 1

Isu paling penting dalam gereja adalah kepemimpinan. Sebab kepemimpinan dalam gereja sangatlah mempengaruhi kehidupan roh dalam gereja tersebut. Kepemimpinan akan membawa jemaat dalam sebuah terobosan rohani atau justeru kematian secara rohani. Semua bergantung kepada kepemimpinan gereja, apakah kepemimpinan tersebut terhubung dengan Tuhan atau hanya menjadi sebuah organisasi social belaka.

Dalam Kisah Musa, kepemimpinan seorang Musa mampu membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan memulai perjalanan menuju ke tanah perjanjian. Namun hanya sampai padang gurun. Diperlukan seorang Yosua untuk membawa bangsa Israel menduduki tanah perjanjian.

Demikian pula dalam Kisah Para Rasul 2, ketika Petrus memimpin rasul yang lain dan jemaat untuk menantikan pencurahan Roh maka mereka mengalami apa yang Yesus janjikan. Bahkan Petrus mulai membawa 120 orang untuk menjadi saksi bagi segala bangsa. Petrus dengan berani langsung memberitakan Firman dan 3000 orang menerima kebenaran. Sejak itu Petrus membawa banyak terobosan dalam membangun jemaat yang ada.

Demikian pula dalam Kisah Para Rasul 19:1-12, Apolos hanya bisa membawa jemaat sampai kepada Baptisan Yohanes. Sehingga jemaat tidak mengalami kemaksimalan pertumbuhan. Ketika Paulus datang dan mulai memimpin murid yang ada maka dalam 2 tahun terjadi terobosan dimana seluru Asia mendengar kebenaran.

Ingatlah posisi kita sebagai pemimpin sangat menentukan arah jemaat. Pemimpin adalah Faktor penentu dalam pertumbuhan rohani jemaat. Pastikan bahwa sebagai pemimpin atau gembala kita dirombak ulangoleh Tuhan sehingga apa yang kita bangun memang atas instruksi Tuhan sendiri.

Faktor yang menentukan pertumbuhan adalah ANUGERAH. Pemimpin harus bisa menjadi anugerah bagi jemaat. 1 Kor 15:10, Paulus menjelaskan yang dia lakukan oleh karena ada anugerah yang dimiliki dan tidak di sia-siakan begitu saja. Melainkan Paulus mempergunakan anugerah tersebut untuk bekerja lebih keras mewujudkan kehendak Tuhan bagi jemaat.

Anugerah adalah wujud dari kebaikan Tuhan yang Dia berikan sebagai respon kepada orang-orang yang selalu haus dan lapar akan Dia dalam bentuk pemberian potensi/kemampuan sehingga orang yang bersangkutan dapat teribat secara aktif dan maksimal untuk mewujudkan kehendak Tuhan di bumi ini.

Anugerah yang kita miliki di mulai dengan Anugerah Keselamatan. Namun banyak orang berhenti hanya sampai anugerah ini. Padahal Tuhan ingin kita terus melanjutkan perjalanan rohani kita sampai Anugerah Hidup untuk Tuhan menjadi bagian kita. Dalam tahap inilah kita menyerahkan dengan sukarela semua yang kita miliki karena kita sadar akan panggilanNya dalam kehidupan kita. Namun jangan berhenti disini. Lanjutkan dengan Anugerah untuk Melayani Sang Raja, dimana semua hanya untuk Raja dan KerajaanNya.

Dalam level inilah kita mulai hidup dalam dimensi Kerajaan. Hal ini bisa terus terjadi dan kita alami bila kita terus menjaga hati kita senantiasa tahir dan haus akan Tuhan.  Inilah yang Tuhan inginkan bagi kita sebagai pemimpin. Kita wajib bertumbuh dalam anugerah supaya kita bisa mengalirkan anugerah !

Sabtu, 06 November 2010

GENERASI YANG MENJADI TANDA DAN ALAMAT


GENERASI YANG MENJADI TANDA DAN ALAMAT
(YESAYA 8:11-20)

Kita berada di penghujung zaman dimana Tuhan sedang membangun ulang gerejaNya. Tuhan sedang memposisikan gereja menjadi sumber pengajaran bagi segala bangsa. Melalui gerejaNya, Allah berkenan memulihkan bumi ini kembali menjadi seperti Surga.
Dalam kebenaran Firman di Yesaya dikatakan bahwa Tuhan sedang membangun generasi yang akan menjadi TANDA DAN ALAMAT.
TANDA
Melalui hidup kita akan ada sebuah tanda di mana Tuhan bekerja dan membentuk ulang hidup kita sehingga orang melihat Kristus termanifestasi dalam kehidupan kita. Tanda ini membedakan kita dari orang lain sebab kita tidak lagi menjalani kehidupan yang manusiawi atau kehidupan yang bergantung kepada kondisi atau keadaan sekitar kita.
Malahan kita mulai melihat Tangan Allah ada atas kita dan penyertaanNya menjadi semakin nyata dalam kehidupan kita. Kita menjadi umat yang dibedakan karena Allah selalu ada di tengah dan di dalam kita. Orang mulai melihat Sorga menjadi realita dalam kehidupan keseharian kita.
Lewat apa yang kita kerjakan, kita tidak lagi menjalani kehidupan yang manusiawi atau normal saja melainkan kita akan mengalami banyak hal yang supranatural terjadi dalam hidup kita. Hal ini terjadi apabila kita hidup dalam kebenaran dan mengarahkan hidup kita dalam destiny yang Tuhan taruhkan dalam kehidupan kita.
Bagaimana supaya hidup kita menjadi Tanda?
1.      Buanglah tingkah laku bangsa ini
Apa yang menjadi kebiasaan bangsa ini janganlah kita ikuti. Apa yang menjadi karakter dari orang-orang di negeri ini janganlah menjadi karakter kita. Mentalitas bangsa ini jangan jadi mentalitas kita. Yang harus kita miliki adalah budaya, karakter dan mental Kerajaan Sorga.
2.      Putuskan segala persepakatan dengan bangsa ini
Jangan menyebut kesuksesan dan keberhasilan mereka sebagai sesuatu yang harus kita tiru dan teladani. Karena cara mereka sukses berbeda dengan cara Tuhan membuat kita sukses. Apa yang mereka sebut kesuksesan belum tentu Tuhan sebut sebagai sebuah kesuksesan. Pola piker kita dalam membuat keputusan haruslah didasarkan kebenaran dan Dorongan Roh Kudus.
3.      Buang ketakutan dari apa yang mereka takuti
Semua ketakutan yang dimiliki oleh orang sekita kita tidak boleh menerpa kita. Kita harus terus hidup dalam iman kepercayaan kepada Allah dan firmanNya. Bahwa Allah masih bekerja hingga sekarang ini.
4.      Buanglah kegentaran ketika melihat raut muka (wajah) bangsa ini
Kita tidak perlu gentar melihat raut muka atau penampilan orang-orang di bangsa ini sebab yang menyertai kita adalah Tuhan semesta alam, Yesus Kristus, Sang Raja !
ALAMAT
Dengan kita mulai menjalani kehidupan yang baru di dalam kerajaanNya maka Tuhan akan membuat kita menjadi alamat bagi banyak orang, banyak kota dan bangsa ini. Artinya orang akan mulai mencari kita untuk belajar sesuatu dari kehidupan kita. Mungkin mereka belum mau menyerahkan hidup bagi Sang Raja namun mereka mau ikuti nasihat dan bimbingan kita sebab mereka melihat ada terobosan dan posisi rohani dalam kehidupan kita.
Sehingga kita menjadi ukuran atau parameter dari banyak orang di sekitar kita. Inilah cara Tuhan memposisikan kita menjadi pengubah kota dan pengguncang bangsa.
Inilah waktunya generasi yang menjadi tanda dan alamat dilahirkan mulai hari ini atas kota ini. Saudaralah orangnya… Siapkan dirimu dan sambutlah Firman yang dating dalam kehidupanmu. Ijinkan pembentukan ulang dalam kehidupan kita mulai hari ini. Biar kuasa Roh bekerja bebas dalam kehidupan kita sehingga hidup kita terhubung dengan Tuhan dan semakin selaras dengan Firman Tuhan.


Selasa, 02 November 2010

Bapa Rohani dan Anak Rohani


KENALI SIAPA BAPA ATAU IBUMU !
Hubungan dalam gereja bukanlah hanya sampai level pemimpin jemaat. Seharusnya sampai pada hubungan Bapa dan anak (bagi wanita Ibu dan anak).  Maleaki 4:6 menyatakan bahwa ia akan membuat hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak kepada bapanya. Ketika gereja kembali pada hubungan bapa dan anak maka bumi mengalami penyelamatan.
Namun seringkali pembapaan di dalam gereja berdasarkan kehendak kita, sang anak memilih bapa atau juga si bapa langsung memilih si anak. Sesuai selera masing-masing kita memilih type bapa yang sepertinya cocok untuk kita.  Atau sang bapa memilih type anak yang bisa menguntungkan atau menghibur. Hal ini harusnya tidak demikian.
Inilah yang saya pelajari dari Tuhan tentang pembapaan. Siapakah bapa kita?
1.       Pribadi yang melahirkan kita secara rohani-Kelahiran baru. Dimana sang bapa membawa sebuah penglihatan baru tentang Kerajaan Allah dan membawa sang anak masuk dalam Kerajaan Allah.  Disinilah mulai terjadi hubungan secara roh.
2.       Yang mengajari kita dasar-dasar Kebenaran (Input Ilahi). Kalaupun kita tidak dilayani kelahiran baru oleh orang tersebut bisa jadi kita dipertobatkan kembali artinya kita dibawa kembali ke dalam Kerajaan Allah. Karena ada juga banyak orang yang bertobat melalui KKR namun belum mengalami pertobatan sejati. Atau bisa juga pernah mengasihi Tuhan lalu tehilang kembali. Nah disinilah sang bapa memulai pelayanan secara roh dengan memberikan input roh kepada sang anak.
3.       Yang melatih kita dan selalu siap sedia untuk kita. Pribadi yang mau meluangkan waktu, memberi respon, memberi perhatian, dan sabar terhadap keberadaan kita sampai kita megalami pertumbuhan yang sempurna.
4.       Yang banyak memberi pengaruh dalam berbagai kehidupan kita. Seringkali pribadi ini senang dan tulus memonitor sang anak dengan sangat intens.
Hanya satu bapa kita, walaupun input ilahi bisa didapat dari banyak orang namun Paulus menegaskan hanya satu bapa. (I Kor 4:15) Mungkin banyak orang mempengaruhi kita dengan pengajaran yang bombastis, terbaru dan fresh namun belum tentu orang itu bisa dianggap bapa. Karena harus ada ke 4 unsur diatas barulah dikatakan ada hubungan secara roh bapa dan anak. Harus dilihat siapa yang melahirkan kita secara rohani dan yang membimbing kita pada pertobatan dan pertumbuhan, itulah bapa kita.
Mungkin kita dapat banyak makanan dari banyak hamba Tuhan namun belum tentu itu bapa kita. Mengapa? Sama seperti anak dapat jajan di mana saja namun dia punya rumah yang special untuk dirinya dapat mengekspresikan sesuatu.
Hari-hari ini begitu gampang kita menyebut sesorang dia adalah bapa rohani kita. Atau kita berkata orang itu adalah anak rohani. Mari kita melihat semuanya dengan lebih jernih sehingga tidak terjadi kekacauan dalam perjalanan iman kita. Ingat kita punya banyak pendidik namun hanya satu bapa.
Apa yang harus dilakukan seorang bapa rohani ?
1.       Memberi makan anak kita (Input Ilahi)
Walaupun pada fase tertentu anak dapat mencari makan sendiri namun harus tetap sang bapa memperhatikan pola makan si anak. Tidak selalu bapa itu akan berkhotbah namun bisa saja si bapa mereferensikan cd, dvd, buku tertentu untuk si anak.
2.       Memprioritaskan hubungan bukan hasil
Anak bukanlah karyawan untuk menghasilkan sesuatu bagi sang bapa. Anak adalah seseorang yang harus menerima warisan dari bapanya. Anak harus disiapkan dalam hubungan yang dalam dan penuh emosi dalam proses menerima warisan.
3.       Menjaga dan mendoakan, member dan menerima.
Bapa menjaga dan mendoakan si anak secara serius dan sungguh-sungguh. Bapa selalu memonitor perkembangan si anak. Bapa berusaha memberikan apa yang dapat diberikan yang terbaik dan menerima pemberian dari si anak sekecil apapun bentuknya. Menerima seluruh keberadaan si anak tanpa kompromi. Bapa selalu ingin tahu lebih detil tentang si anak dalam berbagai kehidupan ini.
Apa yang harus dilakukan sang anak?
1.       Terbuka dan konsisten
Terbuka kepada bapanya. Mau diajar dan menerima semua input ilahi bagi pertumbuhannya. Konsisten artinya berlangsung terus, tidak bisa dipisahkan jarak atau waktu. Sang anak perlu untuk terus berkomunikasi dengan sang bapa.
2.       Menjadi penghiburan
Sang anak member respond an hasil yang benar dalam semua masa pertumbuhan yang dijalani. Hal ini membuat si anak jadi kebanggaan dan penghiburan bagi sang bapa.
3.       Aktif dan agresif
Sang anak tidak boleh menunggu bapa yang memanggil atau bicara. Aktif untuk belajar sesuatu. Agresif untuk mendekat dan membangun hubungan. Keaktifan dan keagresifan membuat sang anak cepat dapat menerima warisan rohani yang menjadi bagiannya. Sehingga segala terobosan, berkat dan pertumbuhan yang dialami sang bapa dialami juga sang anak.



KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN BAPA DAN ANAK
A.      KESALAHAN YANG DILAKUKAN BAPA

1.       Kaku dan Pemarah
Sikap kaku dan pemarah membuat sang anak takut, gemetar dan membangun benteng dalam hidupnya. Kaku adalah hubungan yang tidak berkembang. Hanya searah dan cenderung memaksakan kehendak. Sang bapa perlu memiliki sedikit rasa humoris sebagai pemanis dalam hubungan. Pemarah adalah tanpa sebab memiliki kemarahan yang membara. Kemarahan membuat seseorang menjadi tidak terbuka. Kemarahan membuat seseorang dijauhi.

2.       Sibuk dan Asyik sendiri
Sibuk dengan segala pekerjaan, usaha dan pelayanan dan menelantarkan anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas. Inilah yang terbalik seharusnya yang menjadi prioritas adalah membesarkan sang anak, tetapi kebanyakan membesarkan pelayanan, ruang lingkup pengaruh dan keberhasilan. Sedangkan si anak dibiarkan bertumbuh sendiri. Bapa tidak boleh sibuk dengan dunianya sendiri apalagi sampai asyik dan melupakan prioritas utamanya.

3.       Tidak progresif
Bapa yang tidak bertumbuh dalam kapasitas urapan dan pewahyuan membuat sang anakmenjadi bosan, bĂȘte dan kekurangan suplai makanan. Sebagai Bapa kita harus mengalami pewahyuan yang segar dari Sorga. kita harus bertumbuh dalam segala perjalanan iman kita. bila sang Bapa mengalami pertumbuhan maka sang anak akan mengalami pertumbuhan yang sama bila sang anak melekat kepada bapanya.

B.      KESALAHAN YANG DILAKUKAN ANAK

1.       Meminta persetujuan bukan pertimbangan atau nasihat
Seringkali anak meminta bapa menyetujui sesuatu yang akan dilakukannya bukan meminta nasihat atau pandangan bapanya. Kebanyakan anak selalu ingin cepat dan melihat dari satu sisi saja. Datanglah kepada bapa buka untuk sebuah tanda tangan melainkan nasihat dan pertimbangannya. Tunggu sampai bapa memberikan restu atau izin barulah kita bergerak.

2.       Memberontak
Mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang salah. Bapa bisa saja melakukan kesalahan. Akan tetapi sikap anak tetap haruslah hormat, respek dan penuh kasih kepada bapanya. Disinilah perbedaan anak yang menyenangkan bapanya. Ia tidak memberontak. Ia memiliki ketaatan mutlak. Ia tidak berbantah dengan bapanya. Ia menyatakan segala perbedaan dengan kelembutan. Pemberontakan kepada bapa adalah pemberontakan kepada Allah. Buanglah sifat lusifer dalam diri kita sebagai anak. Lempar jauh-jauh karakter sombong dan angkuh, merasa diri mampu dan lebih baik.

3.       Bangga dengan Bapa tiri
Banyak bapa tiri rohani yang memberi input dan membuat si anak tidak bangga dengan bapanya sendiri. Ini sebuah kesalahan. Kekeliruan terjadi di sini. Sejelek-jeleknya bapa kita, kita tetap anaknya.  Banyak kepahitan terjadi oleh sebab anak membandingkan bapanya dengan bapa tirinya. Yang saya maksud bapa tiri adalah yang mengaku-ngaku sebagai bapa padahal tidak pernah melahirkan anak tersebut. Bapa tiri hanya menerima ketika kita sukses dan sesuai dengan harapan. Bapa yang benat dan sesungguhnya adalah selalu memiliki tangan terbuka menyambut sang anak.

Mari rekan-rekan, kenali bapamu dan jadilah anak yang membanggakan bagi bapa kita. Berhentilah menjadi anak hilang. Lebih senang dengan bapa tiri (yang memiliki peternakan babi) padahal ampas babipun kita tidak mendapatkannya.  Padahal bapa kita memiliki banyak hal yang bisa kita nikmati. Atau kita juga menjadi terhilang seperti anak sulung, tinggal di rumah bapa namun tidak pernah menikmati apa yang bapa miliki. Tidak pernah menerima urapan yang bapa miliki. Mari kita kembali menggenapi Maleakhi 4:6 membuat hati kita kembali pada bapa kita dan hati anak kembali pada bapanya supaya terjadi KESELAMATAN BAGI BUMI INI. TUHAN MEMBERKATI.

KEGERAKAN BARU : KOMUNITAS KERAJAAN

KEGERAKAN BARU : KOMUNITAS KERAJAAN

Cikal Bakal Kegerakan ! (Yesaya 61:1-4)

Kegerakan selalu dimulai dengan satu orang. Dari satu orang mulai terjadi penularan sehingga menjadi lebih dari satu atau menjadi kita. Dari kita menjadi mereka. Inilah kegerakan yang sesungguhnya sedang Tuhan hadirkan di tengah-tengah kita.

Buanglah ketakutan menjadi seorang yang memulai seorang diri. Selama kita mengalami pekerjaan Roh kita tidak perlu merasa sendirian sebab Tuhan akan menghimpunkan orang yang mulai mendapat kesan yang sama dan memiliki kerinduan yang sama juga.

Pastikan bahwa kita orang yang mengalami pekerjaan Roh sehingga Tuhan membawa kita menjadi penular-penular rohani. Selalu harus dimulai dari seseorang yang mengalami pekerjaan Roh Kudus. Orang tersebut mengalami bagaimana Roh membentuk ulang kehidupannya secara pribadi. Sehingga kehidupannya tidak lagi menjalani kehidupan manusiawi melainkan kehidupan yang Ilahi. Dimana campur tangan Tuhan, penyertaan Tuhan dan kedaulatan Tuhan menjadi sangat nyata dalam keseharian kehidupannya.

Setelah dari satu pribadi ini, maka akan mulai mempengaruhi beberapa orang untuk mulai menemukan anugerah yang sama, kesan dan pewahyuan yang sama. Mulailah terbentuk sebuah komunitas kecil dimana 2-3 orang berkumpul untuk berdoa dan saling membagikan kebenaran yang Rasuli tersebut.

Dari satu komunitas maka akan lahir komunitas lainnya yang memiliki kesamaan dan kemiripan dalam anugerah dan pewahyuan atau dinamika Roh yang bekerja dalam komunitas tersebut. Maka lahirlah kegerakan komunitas Kerajaan.

Kegerakan pada zaman ini Allah sedang membangkitkan komunitas-komunitas berkerajaan. Komunitas segala bidang di tiap kota dan bangsa ini. Mari, saya mengajak kita bersama-sama untuk memulai membangun komunitas Kerajaan di tengah kota kita. Mulailah dari 2-3 orang di daerahmu yang memiliki passion yang sama dan memiliki kerindua untuk mengalami Kegerakan Roh !

Apa itu komunitas ?

Komunitas adalah sekelompok orang yang tinggal dalam satu areal yang sama dan memiliki kesamaan ketertarikan atau kemampuan atau pekerjaan. (kamus Webster)

Tuhan sedang membangkitkan banyak komunitas hari-hari ini. Bekerja samalah dengan Roh Kudus untuk mulai melahirkan komunitas kerajaan. Apa bedanya dengan kelompok sel? Sangat jauh berbeda! Kelompok sel ada hanya untuk menjawab kebutuhan manusia (anggota selnya). Polanya berbentuk sharing dan kebanyakan segi entertainnya saja.

Dalam Komunitas Kerajaan, dibagikan bagaimana kita ada untuk Tujuan Tuhan dan untuk menyelesaikan rencanaNya di bumi ini. Kita di dorong untuk menghadirkan Kerajaan Surga di bumi ini. Pesan yang dibagikan adalah pesan rasuli bukan pesan pemenuhan kebutuhan anggotanya.

Topik yang diajarkan dan diterapkan adalah :

1. DIVINE NATURE –KODRAT ILAHI

2. ROYAL MANNER-GAYA HIDUP ANAK RAJA/BANGSAWAN

3. EXELENCE COMPETENCE-KEMAMPUAN TERBAIK

4. KINGDOM CULTURE-BUDAYA KERAJAAN

Dalam lain kesempatan kita akan membahasnya. Namun saat ini saya mengajak kita semua terlibat membangun komunitas baru di wilayah Saudara. Mulailah mencari Tuhan dan mendengar suaraNya untuk memulai komunitas Kerajaan. Tuhan pasti mempertemukan Saudara dengan orang yang se-passion, sehati, sehaus dan seantusias dengan Tuhan dan Saudara.

Tuhan memberkati.

In His Kingdom,

Victor Lie