Sabtu, 29 September 2012

FOLLOW AND MAKE ME

FOLLOW AND MAKE ME
(ITB)  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
(KJV)  And he saith unto them, Follow me, and I will make you fishers of men.
(Matius 4:19)
Kekasih Tuhan, pesan yang Tuhan sampaikan amatlah jelas. Inilah gereja yang Tuhan bangun. Inilah gereja yang sesuai dengan keinginan hatiNya. Gereja yang menjadi rumahNya. Gereja yang berpolakan bapa dan anak.
Kristus adalah gambaran anak sejati. Yang melakukan apa yang Bapanya perintahkan.
Joh 5:19  Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Joh 8:39  Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

Pola yang Kristus bangun dalam gerejanya amat sangat jelas.
  1. 1.      FOLLOW ME
Ikut aku, berbicara sebuah pola. Bahwa tidak usah memikirkan yang sukar, sebab kita hanya tinggal mengikuti polanya. Ikut aku, berbicara tidak memakai cara lain, system lain ataupun dasar yg lain. Tinggal mengikuti apa yang Yesus sudah buat.
Kalau kita ingin sampai pada Tujuan Tuhan dan mengenapinya, satu-satunya cara adalah  mengikuti pola yang sudah dibuat oleh Kristus.
Kristus memberikan mandate amanat agung yaitu follow us.
Mat 28:20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Ajarlah mereka melakukan… ini berbicara follow us….
Paulus menegaskan :
1Co 11:1  Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.


Tidak ada cara lain atau jalan pintas. Follow Me menjadi sebuah kata bagi gereja yang dibangun akurat pada masa kini.
Apa yang harus diikuti ?
2Ti 3:10  Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
(KJV)  But thou hast fully known my doctrine, manner of life, purpose, faith, longsuffering, charity, patience,

  • Doctrine =  ajaran-dasar keyakinan
  • Manner of Life = Pola hidup ilahi yang sudah terbangun menjadi cara hidup
  • Purpose = Tujuan hidup-Pendirianku
  • Faith = iman-kegigihan-tekad menyelesaikan kehendak Tuhan
  • Longsuffering, charity and patience = kesabaran-kekuatan menanggulangi berbagai persoalan dengan hikmat

  1. 2.      MAKE ME
Jadikan aku, menjadi sebuah kata kunci untuk mengalami perubahan hidup yang permanen. Amanat agung bukanlah untuk kita bersaksi atau menjangkau jiwa-jiwa. Dengan tegas dikatakan JADIKAN.
Mat 28:19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Menjadikan bukanlah sekedar penyampaian sebuah pesan atau kebenaran. Menjadikan berbicara sebuah pola dimana ada seseorang yang kita ikuti dan orang tersebut membentuk, melatih dan mengajarkan kita supaya kita MENJADI seperti apa yang dikehendaki oleh yang membentuk atau melatih kita.
Hal ini dibutuhkan penyerahan hidup total dan kerja sama yang kuat untuk bergandeng tangan, bahu membahu, penuh kerelaan untuk seluruh hidupnya diintervensi.
Pola gereja duniawi selalu berkata GIVE ME. Gereja yang Tuhan bangun harus selalu dimulai dengan panggilan bersedia berkata MAKE ME.
Gereja selalu ingin tampil tanpa dibentuk ulang. Banyak orang percaya menginginkan promosi namun tanpa pembentukan. Merindukan kemuliaan tanpa salib. Ini sangat tidak mungkin.
Mentalitas dan cara pandang kita harus berubah. Ingat, perlu waktu 3 hari untuk Kristus membangun gerejaNya.
Joh 2:19  Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

Namun untuk gereja menjadi berpengaruh bagi bangsa-bangsa hanya dibutuhkan 1 hari .
Isa 66:8  Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya.

Sadarilah hal ini jemaat Tuhan. Tuhan sedang membentuk hidup kita. Dia sedang membangun kehidupan kita. Dia sedang menenun kita. Dia sedang membawa kita menjadi serupa dengan gambaran Kristus.
Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Hal ini bisa terjadi hanya dalam gereja yang berpolakan BAPA dan ANAK. Mengapa?
  1. Hanya seorang bapa yang bersedia memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
  2. Hanya seorang anak yang bisa dibentuk sedemikian rupa oleh seorang bapa.
  3. Kita membutuhkan sentuhan bukan dalam pekerjaan namun dalam kehidupan keseharian. Seorang pemimpin hanya bisa menyentuh masalah kerjaan atau pelayanan. Hanya seorang bapa yang punya akses masuk sampai kepada yang bersifat pribadi.
  4. Seorang anak akan mendapatkan apapun yang dia butuhkan selama dia tinggal dalam satu rumah yang sama.
  5. Seorang bapa dengan rela menyiapkan warisan bagi anak.
  6. Tidak akan ada pembentukan tanpa hubungan.
  7. Hanya ini satu-satunya cara memulihkan-meregenerasi bumi ini (Maleakhi 4)

Apa yang harus kita lakukan sebagai seorang anak?
  1. Mengetahui apa isi hati bapa rohani kita.
-          Luangkan waktu
-          Berbicara lebih banyak
-          Lihat bagaimana mereka hidup
-          Apa yang menjadi detak jantung mereka
-          Mengapa mereka melayani dan mengapa ada domain tsb dibuka

  1. Perdalam persekutuan pribadi kita dengan Tuhan sehingga kita menjadi orang yang menguatkan kepemimpinan.
-          Bangun diri secara akurat
-          Harus terus bertumbuh secara pribadi
-          Sadari gereja kuat kalau kita kuat, gereja bertumbuh kalau kita bertumbuh
-          Pelajari firman dan meditasikan dengan akurat

  1. Memiliki konsep pikir yang sama untuk menjadi model
-          Belajar menjadi pola bagi saudara yg lainnya
-          Ingat ada orang yang mengawasimu/melihatmu
-          Model kehidupan yang kita bangun harus membawa orang pada Tuhan
-          Apakah yang kita lakukan merepresentasikan bapa rohani kita?

  1. Melangkah dari komitmen kepada penyerahan diri total
-          Jangan hanya memberikan apa yang kita senangi
-          Berikan semuanya bukan sebagian
-          Naikkan level keterlibatan kita

Sabtu, 08 September 2012

MEMBANGUN MANUSIA KRISTUS



MEMBANGUN MANUSIA KRISTUS 
Tuhan betul-betul ingin membawa setiap kita untuk memanifestasikan keilahian Tuhan. Dari waktu ke waktu Tuhan menghendaki agar lewat gerejaNya, akan bisa dimunculkan orang percaya, suatu generasi yang baru yang akan memanifestasikan kepenuhan Kristus di atas muka bumi ini. Tuhan tidak menghendaki kita terus berjalan sebagai manusia biasa, Tuhan menghendaki agar kita bisa memanifestasikan Kristus secara nyata lewat hidup kita.Efesus 3 : 14-15 “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.” Dalam ayat ini terkandung suatu esensi pelayanan apostolik yang sesungguhnya. Esensi dari pelayan apostolik bukan saat gereja buka cabang. Walaupun selama ini pengertian yang orang miliki tentang pelayanan apostolik adalah mereka yang diutus. Ternyata pelayanan apostolik itu sendiri memiliki esensi lebih dari sekedar membuka cabang gereja lagi.Pelayanan apostolik sama sekali bukan berbicara mengenai kita mengutus orang atau merintis gereja baru. Itu bukan esensi dari pelayanan apostolik. Esensi dari pelayanan rasuli, ini adalah cikal bakal dari terjadinya transformasi nasional. Ketika pelayanan apostolik yang sejati dilahirkan, cepat atau lambat akan terjadi transformasi nasional. Esensi dari pelayanan apostolik, terkandung dalam Efesus 3:14-15 “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.”, dalam bahasa Inggris disebutkan “every families”, keluarga yang dimaksud disini adalah keluarga rohani. Ketika pelayanan apostolik dilahirkan oleh Tuhan, Tuhan memunculkan para rasul untuk memiliki kapasitas dan fungsi pelayanan seperti seorang bapa.Mengapa Tuhan menyebut diriNya sebagai seorang Bapa? Mengapa Yesus sebut diriNya sebagai Anak? Karena Yesus ingin menunjukkan, Tuhan ingin memberitaukan, begini seharusnya esensi sebuah pelayanan yang sesungguhnya, yaitu dibangun seperti sebuah keluarga. Ketika pelayanan rasuli dilahirkan di atas muka bumi ini, Tuhan ingin lewat pelayanan rasuli akan lahir keluarga-keluarga ilahi. Kenapa Allah menyebut diriNya sebagai Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub? Kembali ini berbicara tentang keluarga. Abraham adalah bapa dari Ishak, Ishak adalah bapa dari Yakub, dan dari Yakub lahir 12 suku Israel.Ketika Alkitab berbicara mengenai pelayanan rasuli, pelayanan pembapaan, Tuhan menghendaki engkau sebagai jemaat langsung memposisikan diri sebagai anak rohani, tinggal dalam sebuah keluarga ilahi. Disebutkan pada Efesus 3: 15 “... yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.” atau menerima nature yang sama seperti yang bapa miliki. Nama mengekspresikan nature. Mengapa Yakub harus diubah namanya menjadi Israel? Karena Tuhan ingin pastikan ada perubahan nature. Tuhan menghendaki adanya perubahan nature.Mengapa Abram harus diganti namanya menjadi Abraham? Apakah Ishak dan Ismael mempunyai bapa yang sama? Tidak. Ismael adalah anak Abram, tetapi Ishak adalah anak Abraham, orang yang hidupnya sudah diubah. Abram dan Abraham adalah 2 pribadi yang berbeda. Sama seperti Paulus berkata, “yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Kor 5 : 17) Abraham yang ada adalah bapa kita semua.Tuhan menghendaki kita sebagai orang percaya terus belajar memfokuskan perhatian untuk terjadinya perubahan nature dalam hidup kita. Karena dari sejak semula, Tuhan menghendaki agar bumi ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki nature ilahi. Kej 1:26-28 “Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Tuhan sendiri berfirman .Allah itu Roh,  dan menjadikan kita sebagai manusia roh. Allah sebagai roh, memiliki nature yang ilahi. Ketika Tuhan berkata “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, .. ”(Kej 1:26) Manusia sebagai makhluk roh, ketika dijadikan serupa dan segambar dengan Dia, mewarisi nature yang ilahi juga. Itu sebabnya Alkitab berkata bahwa manusia bisa berkuasa.Semakin kita memiliki nature yang ilahi, semakin kita berkuasa. Semakin kita mengalami perubahan menjadi serupa dan segambar dengan Kristus, semakin ilahi nature kita, semakin berkuasa diri kita.Ketika sebagai jemaat, engkau menerima Tuhan dan Yesus sebagai Juruselamat, engkau mengalami kelahiran baru. Sesungguhnya sejak saat itu, benih nature ilahi ditanam kembali dalam hidupmu. Ketika manusia jatuh dalam dosa,Ketika Tuhan menjadikan manusia, Tuhan menjadikan serupa segambar dengan diriNya. Akibat dosa, nature ilahi menjadi rusak. Ditulis dalam Kejadian 3: 11-12 ”Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Manusia yang kehilangan nature ilahi, mulai saling tuduh. Kejadian 3:21-22 “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."Ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia mencari daun pohon ara untuk dipakai menjadi cawat, solusi yang dibuat bersifat sementara karena daun pohon ara mudah menjadi layu. Tetapi solusi yang Tuhan beri, memang menuntut pengorbanan, tapi sifatnya permanen. Tuhan memberikan baju dari kulit binatang. Artinya ada binatang yang harus tersembelih. Itu adalah gambaran dari Yesus sebagai Anak Domba Allah yang sudah tersembelih sebelum dunia ini ada. Dari sisi Tuhan, pribadi yang ilahi, karena Ia punya nature ilahi, ketika ada suatu kekeliruan, masing-masing mereka rela berkorban untuk membereskan kekeliruan yang ada. Tapi dari sisi manusia yang mulai kehilangan nature ilahi, ketika mulai ada teguran, mereka saling menyalahkan. Itu menunjukkan naturenya rusak. Semakin manusia hidup di dalam dosa, semakin nature ilahi bertambah parah. Awalnya manusia hanya saling menuduh, akhirnya manusia mulai saling membunuh. Kain membunuh Habel, itu menunjukkan nature manusia yang semakin rusak.Ketika Tuhan melahirkan gerejaNya dan Tuhan memerintahkan para rasul untuk mulai masuk dalam pelayanan menjadi seorang bapa rohani, Tuhan menghendaki benih ilahi yang Yesus tanamkan dalam hidup kita, setelah kita mengalami kelahiran baru akan terus bisa dibangun, dibentuk, sehingga sekali lagi manusia bisa menggambarkan citra Allah. Ketika nature ilahi yang ada dalam hidup manusia mengalami kerusakan akibat ketidaktaatan, manusia mulai saling tuduh dan membunuh. Ketika Tuhan lahirkan gerejaNya, munculkan para rasul, esensi dari pelayanannya adalah melahirkan generasi yang baru, keluarga yang baru yang kembali memunculkan nature ilahi. Ketika nature ilahi betul-betul mulai berfungsi, lahir sebuah generasi yang baru, muncul nature ilahi yang sama seperti manusia pertama sebelum jatuh dalam dosa. Alkitab menubuatkan pada Mikha 4 “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."Tetapi yang menjadi poin penting disini bukan pengajarannya, tetapi perubahan nature. Pengajaran hanya sarana, yang menjadi alasan bangsa-bangsa datang ke gunung rumah Tuhan adalah karena mereka melihat orang-orang hasil produk rumah Tuhan memiliki nature hidup yang berbeda, naturenya ilahi. Orang sering berkata bahwa kita adalah manusia biasa, tetapi sesungguhnya engkau bukan manusia biasa! Sejak engkau menerima Tuhan dan Yesus menjadi Juruselamat, engkau bukan manusia biasa, engkau adalah makhluk sorgawi. 1 Kor 15:44-45 “Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Adam yang akhir berbicara mengenai Yesus. Generasi sesudah Adam setelah jatuh dalam dosa, mereka mengadopsi nature yang Adam miliki setelah kejatuhannya. Walaupun keinginan hati Tuhan adalah seluruh bumi akan dipenuhi oleh orang-orang yang sama seperti Adam sebelum kejatuhannya, tetapi generasi sesudah Adam hanya bisa mengadopsi nature Adam yang sudah rusak. Kain membunuh Habel karena Kain mewarisi nature Adam yang manusiawi, sbg makhluk yang hidup. Tetapi Tuhan mengatakan, kita bukan garis keturunan dari Adam yang pertama, kita sebagai orang percaya adalah garis keturunan Adam yang terakhir. Adam yang terakhir dituliskan dalam Alkitab sebagai roh yang menghidupkan. Artinya keberadaanmu sebagai manusia biasa yang secara lahiriah masih mengadopsi natur yang lahiriah, akan bisa dikuburkan mati bersama-sama dengan Kristus, tetapi pada saat yang sama engkau dibangkitkan kembali, karena Adam yang terakhir adalah roh yang menghidupkan. Sama seperti Paulus berkata dalam Galatia 2:20 “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku...”1 Kor 15:46-49 “Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.”Ketika engkau dilahirkan ke dalam dunia ini, secara manusiawi engkau masih terdiri dari debu tanah, hasil dari Adam yang pertama. Tapi ketika engkau bertobat, engkau menerima Yesus, menjadi orang percaya, manusia pertama mati, manusia yang baru lahir. Engkau disebut sebagai keturunan Adam yang terakhir, engkau bukan lagi makhluk hidup, tetapi engkau makhluk yang menghidupkan. Engkau bukan lagi manusia jasmaniah, tetapi engkau adalah mahkluk sorgawi.Sama seperti engkau sebagai manusia lahiriah menjalani hidupmu sehari-hari, pada saat yang sama ketika kebenaran ini dibukakan bagimu, Alkitab menubuatkan, engkau akan memakai manusia rohaniahmu. Engkau akan hidup sebagai manusia roh, dan Tuhan akan menyebut engkau sebagai makhluk sorgawi. Itu terjadi ketika engkau terus dibangun. Ketika nature manusia rohmu terus dibangun, nature ilahi dalam hidupmu semakin bertambah nyata, semakin memanifestasikan Kristus, engkau akan semakin serupa dan segambar dengan Tuhan.Pada saat engkau terus dibangun, nature ilahi dalam hidupmu semakin bertambah nyata, semakin memanifestasikan Kristus, engkau akan mulai alami orang-orang diluar sana akan berduyun-duyun datang ke dalam rumah Tuhan karena mereka mendapati di rumah Tuhan ada orang-orang yang memiliki hasil produk yang berbeda, kualitas hidupnya berbeda, naturenya berbeda, prbedaan nature yang engkau miliki, akan membuat engkau bisa menjadi hakim bagi bangsa-bangsa, seperti tertulis pada Mikha 4:3 “Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh”.Ini waktunya kita sebagai jemaat Tuhan menyadari bahwa Tuhan menghendaki terjadinya perubahan nature ilahi dalam hidup kita. Ketika kita terus ada dalam pelayanan apostolik, setiap prinsip firman, setiap impartasi roh yang datang dalam hidupmu, akan mulai mengubahkan nature manusia rohmu, nature manusia rohmu akan terus diupgrade semakin ilahi, semakin bertambah ilahi. Ketika engkau mencapai titik tertentu secara rohani, engkau menjadi anak Allah, engkau menjadi anak Raja, secara ilahi Tuhan akan membuat hidupmu menjadi patokan bagi orang-orang lain, bangsa-bangsa akan datang dan ingin supaya engkau menjadi hakim bagi mereka. Saat Adam jatuh dalam dosa, nature ilahi rusak. Akibat kerusakan nature ilahi, manusia saling tuduh, saling dakwa, manusia saling membunuh. Tetapi ketika nature ilahi diubahkan, Tuhan akan mengubahkan bangsa ini lewat orang yang naturenya sudah diubahkan. Lewat engkau sebagai jemaat Tuhan, ketika nature ilahi dalam hidupmu semakin muncul dan terbangun, untuk bangsa ini mengalami perubahan, itu sifatnya pasti!Ketika ada orang yang mulai mengalami perubahan nature ilahi, engkau akan bisa mengubah orang lain lagi. Setiap perubahan yang terjadi dalam hidupmu adalah merupakan tanda perjanjian untuk terjadinya perubahan diluar sana. Engkau berubah, orang lain pasti berubah. Kalau gereja belum berubah, kota tidak akan berubah. Tapi ketika orang-orang yang dalam gereja mengalami perubahan, kota pasti berubah.Ketika kita terus berjalan dalam jalan Tuhan, kita terus ijinkan orang lain berfungsi sebagai bapa rohani, mencetak ulang roh kita, membentuk ulang nature dari roh kita, engkau akan mulai melihat perubahan besar akan terjadi atas kota ini.

Hal-hal yang perlu kita pahami mengenai nature manusia roh:

1.      Nature manusia roh sesungguhnya adalah esensi dari keberadaan diri kita yang akan termanifestasi dalam hidup sehari-hari. 

Ketika Tuhan pertama kali menjadikan manusia, Allah itu adalah roh, Tuhan jadikan manusia serupa dan segambar dengan diriNya artinya hakekat manusia yang sesungguhnya, manusia adalah makhluk roh.Nature manusia roh, adalah hakekat manusia yang sesungguhnya. Kalau engkau mempunyai nature manusia roh yang ilahi, kehidupan sehari-harimu pasti akan memanifestasikan keilahian. Tetapi ketika manusia jatuh dalam dosa, memberontak, nature manusia rohnya tercemar, rusak. Karena nature manusia rohnya rusak, kembali termanifestasi lewat hidup sehari-hari seperti yang kita ketahui pada Kejadian 3.Rusaknya nature manusia akan terus termanifestasi lewat kehidupan sehari-hari manusia. Kalau kita ingin membenahi keluarga, benahi pribadi orang-orangnya dahulu, karena adanya nature yang rusak/tercemar. Kalau ingin mengubah dunia, ubah pribadi orang-orangnya. Sudah bertobat tidak menjamin seseorang langsung memanifestasikan keilahian. Itu sebabnya kita harus terus dibangun, walaupun benih nature ilahi sudah tertanam, tetapi kita masih terus hidup secara manusiawi. Efesus 4:17-19 “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.”Inilah yang menjadi alasan mengapa kegerakan di masa lalu berhenti, karena orang-orang yang berperan dalam kegerakan tidak memiliki nature yang ilahi. Dipakai Tuhan dengan luar biasa, tetapi wadahnya masih manusiawi. Itu sebabnya masih banyak kemanusiawian yang ikut berperan disana.Tuhan ingin pastikan pencurahan roh atas Indonesia tidak pernah berhenti, terus bergulir, terus bergulir, sampai seluruh Indonesia penuh kemuliaanNya. Tuhan menghendaki kita sebagai jemaat kita fokus bukan pada masalah berfungsi dipakai Tuhan secara luar biasa, tetapi kita mulai berfokus memperbaiki dan meningkatkan nature dari manusia roh kita menjadi sosok pribadi yang akurat. Kita harus menjadi jemaat yang berfungsi dan akurat. Jika kita hanya berfungsi saja, ini akan berakhir pada sebuah program kerja saja. Program kerja bisa datang dan pergi, bisa selesai begitu saja. Tetapi Tuhan menghendaki engkau menjadi sosok pribadi yang terus berjalan memanifestasikan kemuliaan Tuhan. Ada atau tidak ada program, engkau tetap menyatakan realita Tuhan secara nyata! Tuhan menghendaki terjadi perubahan pada nature manusia roh kita. Sebelum Tuhan datang menghakimi bangsa-bangsa, pertama-tama penghakiman harus dimulai  di rumah Allah sendiri, penghakiman harus dimulai dari gerejaNya, pembersihan harus dimulai dari kita. Sebelum Tuhan membersihkan orang diluar sana, Dia mau membersihkan kita terlebih dahulu. Tuhan mau kita fokus pada peningkatan kualitas nature manusia roh kita. Mempelajari Efesus 4: 20-32, kita mengetahui bahwa kita terus diperbaharui dalam nature manusia roh kita (ay.23). Ada banyak orang yang mengaku menjadi saudara tetapi banyak yang adalah saudara palsu, Paulus berkata engkau harus kenali siapa saudaramu, berkatalah benar, berani terbuka tanpa takut terluka. Hidup dengan hati nurani yang bersih, akui kesalahan, karena hidup dengan hati nurani yang tertuduh hanya akan membuka celah untuk iblis datang. Mengapa ada orang yang berdusta, mengapa ada orang yang berkelanjutan amarahnya? Karena ia tidak mendengar hati nuraninya. Dan orang yang tidak mendengar hati nuraninya, justru membuka pintu untuk iblis datang. Karena itu Paulus berkata, pastikan nature manusia rohmu terus alami perubahan, karena pasti termanifestasi lewat hidup sehari-hari. Nature manusia rohmu harus terus semakin meningkat, dan memunculkan keilahian Tuhan, engkau menjadi pekerja keras, bukan pemalas, pencuri, tetapi engkau benar-benar menjadi seseorang yang bekerja dengan hati nurani yang murni.Mengalami kerusakan nature manusia roh, bukan berarti kemampuan kita untuk mendengar suara Tuhan atau berinteraksi dengan dunia roh menjadi hilang, kepekaan kita tidak hilang, tetapi respon yang kita munculkan mengalami perubahan, dari ilahi menjadi manusiawi. Sama seperti Adam masih bisa mendengar Tuhan berbicara, walaupun Adam sudah jatuh dalam dosa. Tetapi respon yang Adam tunjukkan menjadi manusiawi, ia menyalahkan istrinya.Kecenderungan manusia yang selalu cari ‘kambing hitam’ adalah menunjukkan nature dari manusia roh yang rusak. Menyimpan dendam, mudah tersinggung, mudah sakit hati, itu nature manusia yang rusak. Nature manusia roh kita adalah merupakan hakekat diri kita yang sesungguhnya dan akan termanifestasi dalam hidup sehari-hari.Tuhan memberikan RohNya, memberikan firmanNya agar nature manusia roh kita bisa terus dibangun. Kita akan bisa memanifestasikan Yesus sekali lagi di muka bumi ini. 

2.      Semakin nature manusia roh kita mengalami perubahan menjadi semakin serupa dengan Kristus, maka semakin besar otoritas dan kuasa yang akan termanifestasi lewat hidup kita. 

Dalam gerakan karismatik, para pendeta akan mengajarkan berbagai macam karunia roh, dan memperlengkapi jemaat dengan berbagai jurus-jurus rohani yang akan membuat jemaat dipakai Tuhan dengan luar biasa. Dalam pelayanan apostolik, para rasul lebih memperhatikan kelakuan, kehidupan sehari-hari, sikap hati, konsep pikir, attitude. Karunia roh bisa datang dan pergi, tetapi kalau nature ilahi terbangun dalam hidupmu itu permanen. Itu sebabnya dalam pelayanan rasuli, kalau ada seorang pemimpin yang mulai melihat kelakuan di hidup sehari-hari jemaat yang tidak akurat, dan mulai dikoreksi, bersyukurlah karena itu merupakan salah satu wujud cara yang Tuhan berikan kepada bapa rohani untuk membangun nature ilahi anak-anaknya.Kita lihat dalam kehidupan Yesus, ketika Yesus ingin membersihkan nature manusiawi dari hidup murid-muridNya, Yesus berikan teguran pada muridNya, seperti pada Markus 4:35-41, Yesus menegur murid-muridNya yang takut akan angin badai ketika mereka sedang menyebrang danau. Yesus menyingkirkan nature kebimbangan yang sedang bermanifestasi di hidup murid-muridNya.Contoh lainnya lagi adalah pada Matius 16:23, Ketika Petrus memanifestasikan pertimbangan yang manusiawi, Yesus langsung menghardiknya. Itu merupakan bagian dari cara yang Tuhan suruh untuk dilakukan oleh seorang bapa rohani kepada hidup anak-anaknya untuk memastikan terbangun nature ilahi dalam hidup anak-anaknya.Tuhan menghendaki setiap kita memunculkan keilahian, saling membangun, saling menasehati, bertumbuh dalam kasih satu sama lain. Mengubah nature manusia roh kita adalah sesuatu yang esensial. Belajarlah dari perwira Roma, yang tidak pernah dihardik oleh Yesus karena imannya. Setiap kita harus bangkit menjadi anak kebanggaan dan anak penghiburan.Semakin engkau dibangun, semakin besar otoritas dan kuasa yang akan mengalir dalam hidupmu.Tidak peduli apa yang menjadi perasaanmu, ketika nature manusia rohmu terus meningkat, engkau adalah manifestasi Tuhan di bumi ini, fisikmu boleh lemah, hatimu boleh naik turun, hatimu boleh sedang sedih tapi engkau tetap manifestasi Tuhan di bumi ini. Tuhan menghendaki engkau menjadi pribadi yang Dia inginkan.
Banyak orang Kristen yang selalu ingin sibuk melakukan ini dan itu, ingin dilihat dipakai oleh Tuhan, tetapi mereka tidak mau memfokuskan diri mereka untuk membangun hidup mereka, memunculkan keilahian dalam hidup mereka, membuat mereka menjadi pribadi seperti yang Tuhan inginkan. Sehingga, ada banyak dari mereka yang dipakai secara luar biasa tetapi pada saat yang sama menciptakan kehancuran yang luar biasa. Seakan-akan mereka naik, tetapi dalam waktu singkat, mereka jatuh. Tuhan tidak mau itu terjadi atas kita, Tuhan menghendaki engkau menjadi pribadi yang unggul, yang ilahi. Tuhan mencurahkan RohNya, Tuhan berikan firmanNya untuk membuat engkau menjadi pribadi yang ilahi, berbeda dan pribadi yang akan menyatakan kepenuhanNya dalam bumi ini. Sehingga tidak peduli apa yang menjadi kelemahanmu, engkau tetap menyatakan kepenuhanNya!
Pembentukan dan proses yang Tuhan buat dalam hidup Abraham, mencetak dia memiliki nature yang berbeda dan membuat Tuhan memanggil Abraham sebagai Sahabat Allah. Musa, hidupnya dicetak Tuhan begitu rupa, sehingga nature ilahi terbangun dalam hidupnya, Tuhan menyebut Musa sebagai orang yang paling lembut hatinya.
Biarlah nature manusia rohmu terus dicetak ulang, sehingga Tuhan akan membuat pengakuan atas kita “Inilah dia, anakKu yang Kukasihi. Kepadanyalah, Aku berkenan.”
(BY : Pastor Steven Agustinus)