Kamis, 31 Januari 2013

SPIRIT OF SONSHIP



SPIRIT OF SONSHIP

Pada hari-hari ini banyak sekali kebenaran tentang Pembapaan yg kita dengar dan pelajari. Kebenaran tersebut sangatlah luar biasa dan sangat memberikan arah perjalanan destiny kita. Banyak orang yg mulai ikut dalam kegerakan bapa dan anak ini. Namun sangat disayangkan banyak juga yang berhenti di tengah jalan. Ada banyak faktor yg menyebabkan sebagian berhenti. Melalui message ini saya ingin membagikan agar kita tidak memilih jalan yg salah. Berikut ini beberapa roh keanakan yg harus kita miliki sebagai tanda pertumbuhan dan kedewasaan kita.

1. MEMILIKI KEBERANIAN KUDUS
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan... (2 Tim 1:7)

Kekasih Tuhan, banyak hubungan dilandasi ketakutan. Sehingga muncul hubungan yg kaku. Kalau kita memperhatikan seorang anak adalah seorang yg berani untuk berbicara dengan sang bapa. Berani untuk bertanya. Berani untuk menyatakan pendapatnya dengan cara yang benar. Berani untuk meminta waktu kepada sang bapa untuk apa yang akan diceritakan. Berani membuka dirinya secara jujur kepada sang bapa.

Keberanian yg kudus haruslah ada dalam diri seorang anak. Keberanian di dalam penghormatan. Keberanian dalam mengambil tanggung jawab. Keberanian untuk mendekati tanpa maksud yang neko-neko. Keberanian kudus ini berasal dari Roh Kudus.

Ingat, Allah tidak memberi roh ketakutan melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Alasan kita tidak berani membuka diri dan bercakap lebih dalam dengan sang bapa seringkali adalah adanya area negatif, rasa tidak puas dan ego yang masih dipertahankan atau dikembang biakan. Hal ini tidak boleh berlangsung terus menerus. Berhentilah dari ketakutan dan mulailah melangkap dalam keberanian.

2. KEPERCAYAAN
Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji? (Amos 3:3)

Kepercayaan adalah mutlak dalam sebuah hubungan. Pandangan negatif akan selalu merusak keharmonisan. Asumsi negatif yg tersimpan akan selalu membawa keregangan. Ketidak percayaan akan dihasilkan melalui hal-hal tersebut.

Kita harus bisa menanggulangi keraguan yang menyebabkan ketidakpercayaan. Belajarlah untuk mempercayakan diri kepada seseorang yang Tuhan tunjuk sebagai pemimpin yang membapai. Tanpa kepercayaan tidak akan bisa berjalan bersama. Tanpa keterbukaan menceritakan apa yg akan diputuskan merupakan sebuah bentuk ketidakpercayaan.

Hubungan tanpa kepercayaan sangatlah sulit untuk berjalan bersama. Seorang anak adalah seorang yang percaya bahwa bapanya akan selalu memberikan apa yang dibutuhkan dan diperlukan untuk seluruh hidupnya. Seorang anak berani menyatakan kerinduan atau keinginan sekalipun dia tahu sang bapa tidak selalu meluluskan semua keinginannya.

Mulailai membangun rasa saling percaya. Tumbuhkanlah itu maka bapa dan anak dapat berkolaborasi untuk menyelesaikan agenda Tuhan. Seringkali sang bapa melihat jauh ke depan dan tajam. Bangunlah kepercayaan yang kudus!

3. MENERIMA PERKATAAN  DAN MENYIMPAN PERINTAH
Hai anakku, jikalau engkau... Amsal 2:1

Roh keanakan akan membuat seorang anak senantiasa berusaha mendekati bapanya untuk dapat mendengar perkataannya. Bukan sekedar menerima namun menyimpannya dalam hati. Seorang anak tidak memiliki penolakan terhadap perkataan bapanya. Bahkan akan selalu bertanya agar sang bapa terus berkata-kata kepada dirinya. Memanfaatkan setiap momen dan waktu untuk dapat mendekat dan mendengar bapanya berbicara.

Roh keanakan inilah yang akan membuat sang anak memiliki frekuensi yang sama dengan bapanya. Memahami apa yg diharapkan sang bapa. Hal inilah yang membuat hubungan menjadi semakin kuat. Disatukan karena kebenaran dan pesan Tuhan yang sama. Disatukan karena kesatuan Roh bukan karena hal yang lainnya.

Kekasih Tuhan, 3  hal tersebut diatas saya sampaikan agar semua orang yang terhubung dengan saya mulai menata diri dan melakukan hal tersebut. Selaraskan maka kita akan bisa terus melangkah menuju INDONESIA BARU. Ketika konsisten kita lakukan maka kita dapat move as one and act as one.

Terpujilah Tuhan. Imannuel.

Tahun yang dipulihkan



Tahun yang dipulihkan
(Yoel 2:25)


Ada banyak hal yg terjadi dalam kehidupan kita secara pribadi di masa yg lalu. Kejadian-kejadian tersebut tidak sedikit yg bagi kita merugikan atau merupakan kekalahan-kegagalan. Baik secara rohani, keuangan, keluarga dan karir kita.
Namun Tuhan menegaskan, ada kesempatn yg kembali Dia hadirkan untuk kita bisa menebus apa yg pernah terjadi, bahkan masa sebelum kita bertobat.
Kekasih Tuhan, dengarkan suara Tuhan ini, bahwa Tuhan segera memulihkan tahun-tahun yg pernah dicuri oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip.

Belalang pindahan adalah merupakan gambaran sesuatu yg membuat kita tidak bisa berpindah atau bergerak dari satu level ke level berikutnya.
Belalang pelompat adalah merupakan gambaran yang menekan kita untuk tidak bisa melompat melewati keterbatasan kita.
Belalang pelahap adalah gambaran kehilangan porsi yg seharusnya menjadi bagian kita.

Belalang pengerip adalah gambaran kita mengalami seseuatu yg menggerogoti kita sedikit demi sedikit.
Tuhan sedang dan sudah mengirimkan tentaraNya untuk membersihkan semua kondisi itu. Pemulihan segera terjadi. Tahun-tahun yg hilang sedang kembali.
Apa yg harus kita lakukan?
1. Sepatah kata saja yg Tuhan katakan, lakukan dlm ketaatan maka menghasilkan sesuatu yg berdampak besar.
2. Asal kupegang ujung jubahNya maka sesuatu terjadi dgn segera, ini berbicara kita terus menjamah Tuhan-mendekati Tuhan secara intensif dan dengan kepercayaan sehingga ada kuasa yg mengalir.

MENGATASI KONFLIK DALAM PELAYANAN



MENGATASI KONFLIK DALAM PELAYANAN

Kondisi yang sering terjadi dalam dunia pelayanan adalah perpecahan atau perselisihan yang tidak pernah menjadi kunjung selesai. Akhirnya konflik di manajemen. Saya sendiri lebih suka menyebutnya dengan menyelesaikan konflik dari pada memanagement konflik. Artinya memanagement seringkali konflik dipelihara ataupun di cari win-win solusi yang seringkali bertentangan dengan Firman Tuhan.
Contoh suatu kali terjadi perselisihan antara si A dan si B. Si A marah sebab dirinya kurang untuk diberi tanggung jawab. Sementara si B memiliki banyak tanggung jawab. Keributan dan persaingan terjadi antara si A dan si B. Oleh sebab itu maka si C sebagai penengah memberikan win-win solution yaitu akan mulai dibagi bidang-bidang menjadi adil. Nah, kita berpikir masalah selesai. Bukan itu hanya meredam namun akan memupuk orang tersebut terus hidup dalam ketidak benaran motivasi dan hati.
Mengapa muncul perselisihan yang berujung konflik berkepanjangan bahkan perpecahan ?
1. Orang yg terlibat Pelayanan belum mengalami Perubahan Nature
1Co 3:3  Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

Yak 3:16  Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Gen 3:14  Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

Gen 2:7  ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

-          Orang yang tidak mengalami perubahan nature akan selalu menjadi santapan ular, dengan kata lain maka segala kehidupannya akan terus memanifestasikan kedagingan, ambisi dan keinginan yang jahat.
Bagaimana mengalami perubahan nature ?
1Co 6:17  Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Kita harus membangun hubungan dengan Tuhan sedemikian rupa. Dengan kedekatan dalam hadirat Tuhan dan firmanNya maka kita akan diubah menjadi seperti Dia.
2. Orang yang terlibat Pelayanan tidak mengerti Ukuran Takaran Iman
Roma 12:3  Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
Rom 12:4  Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,
Rom 12:5  demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

-          Kita tidak bisa menjadi orang lain
-          Kejarlah fungsi bukan posisi.
-          Ketika kita berfungsi secara otomatis kita akan memiliki posisi.
Sebagai penutup, saya ingin memberikan ilustrasi pembalap formula 1 dan Tim Pemain Sepakbola. Mereka adalah contoh bagaimana bisa mengatasi konflik dan bekerja sama untuk mengalami kemenangan bersama.
Rom 12:15  Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Mulailah alami perubahan dari diri kita !!!!