BERTAMBAH KUAT DALAM ROH
Banyak pergumulan, kemanusiawian dan kejatuhan disebabkan karena roh manusia itu tidak mengalami pertumbuhan. Segala sesuatu yang tidak bertumbuh dan berbuah, Yesus sangat tidak menyukainya. Kehidupan orang percaya seharusnya selalu mengalami pertumbuhan menuju kedewasaan rohani. Kedewasaan rohani berbicara tentang kekuatan rohani yang semakin matang untuk mampu melakukan kehendak Allah di zamannya.
Anehnya banyak sekali orang pergi ke gereja, menghadiri acara ibadah, berdoa dan melakukan hal lainnya namun tetap saja tidak mengalami pertumbuhan. Inilah yang namanya tidak normal. Ini namanya melakukan semua aktifitas rohani namun tidak terhubung dengan sumber yaitu pokok anggur yang benar, Kristus.
Pastikan bahwa kita adalah orang yang terhubung dengan akurat sehingga kita berbuah banyak dan mengalami pertumbuhan yang sempurna.
Dalam Lukas 1:80, Yohanes Pembaptis mengalami kehidupan yang semakin kuat dalam roh. Ia tinggal di padang gurun sampai waktu yang Tuhan tentukan.
Ada banyak orang percaya yang terburu-buru ingin melayani Tuhan, akan tetapi secara roh belumlah mengalami pertumbuhan, tidak heran banyak yang akhirnya mengalami intimidasi dan serangan dari si jahat.
Tidak demikian dengan Yohanes, ia mengalami bagaimana Tuhan melatih hidupnya, beberapa waktu lamanya seperti disembunyikan, akan tetapi pada waktunya Tuhan, Yohanes dipakai sebagai tokoh kegerakan yang menyiapkan jalan bagi Kristus.
Yesus pun mengalami hal yang sama, dalam Lukas 2:40, Firman Tuhan menegaskan Yesus bertambah kuat dalam roh penuh dengan hikmat dan kasih karunia. Sekian waktu lamanya Bapa di Surga seperti menyimpan Yesus, dengan sebuah prioritas utama, membangun rohnya menjadi lebih kuat dan lebih kuat.
Bagaimana dengan kita kekasih Tuhan? Kadang kita terlalu tergesa-gesa ingin melayani. Kita terburu nafsu ingin terlibat ini dan itu. Bahkan kadangkala kehadiran kita mengacaukan frekuensi Sorga dan bukan membawa orang terhubung dengan Sorga. Kita hanya melayani sebagai status dan bukan karena hubungan yang terjalin dengan Tuhan dan membuat roh kita makin kuat dari sebelumnya.
Tidaklah salah melayani, yang salah adalah melayani namun tidak mengalami pertumbuhan roh yang semakin kuat, sehingga kita menjadi sasaran tembak bagi si jahat. Kalau sementara waktu ini Tuhan seperti menyembunyikan engkau, bersyukurlah, itu artinya Tuhan sedang melatih supaya kita mengalami pertumbuhan rohani seperti Yohanes dan Yesus. Janganlah malu apabila tidak dilibatkan dalam pelayanan tertentu, bisa jadi itu tangan Tuhan yang menginginkan kita focus untuk membangun manusia roh kita.
Apakah ukuran kita dalam pertumbuhan?
1. Dimensi pengenalan akan Allah yang diwahyukan membawa kita mengalami berbagai terobosan Ilahi dalam kehidupan kita. (Hosea 4:6; 6:3; Daniel 11:32)
Ukurannya bukanlah kesibukan kita dalam pelayanan. Ukurannya bukanlah kita menjadi semakin diberkati. Ukuran pertumbuhan adalah pengenalan akan Allah yang kita miliki semakin kuat terbangun. Pengertian kita akan Firman tidak hanya sebatas pengenalan dangkal. Kalau selama ini kita hanya menjadikan Yesus sebagai juruselamat, maka ketika kita mengalami dimensi pengenalan akan Allah yang diwahyukan kita mampu untuk hidup bagi Kristus dan menjadikan Dia Raja dalam keseharian hidup kita.
Ada banyak orang percaya yang sejak lahir baru sampai sekarang sudah hidup puluhan tahun namun dimensi pengenalan akan Allah hanya segitu-segitu saja. Tidak ada peningkatan bahkan terkesan hanya tahu kebenaran di level itu selama puluhan tahun. Inilah hal yang sangat membahayakan bagi orang percaya.
Kebenaran yang disingkapkan Roh membawa sebuah terobosan dalam kehidupan. Yesus berkata perkataanNya adalah roh dan kehidupan. Bila disingkapkan membawa dampak perubahan yang permanen dan progresif. Inputan yang kita terima sangat mempengaruhi kehidupan yang kita lahirkan. Pastikan kita mengalami input surgawi sehingga dimensi pengenalan akan Allah yang kita miliki terus bertumbuh dan semakin kuat terbangun.
2. Kekuatan dalam menghadapi berbagai jenis masalah dan pergumulan serta keberhasilan. (1 Sam 17:40-51)
Ada banyak orang mengikuti Tuhan ketika dalam keadaan baik saja namun ketika ujian datang, hilang seperti ditiup angin. Masalah yang kita hadapi dengan berdasar kepada Firman menandakan kita sedang dalam pertumbuhan yang benar. Namun ketika masalah datang kita malah mencari solusi dan jalan pintas menandakan kita belum hidup dalam roh yang bertambah kuat.
Ukuran kekuatan inilah yang membuat kita disebut sebagai orang yang bertambah kuat secara roh. Mungkin dulu untuk menghadapi beberapa dosa, rasanya seperti berjuang habis-habisan. Namun berjalan dengan dimensi pengenalan akan Allah, tiba-tiba saja semua doa itu bisa ditanggulangi dengan segera dan mudah.
Ketika kita menghadapi keberhasilan tertentu juga menjadi ukuran. Ada banyak orang ketika berhasil betul-betul terlena dan lupa panggilanNya dalam dunia ini. Namun orang yang kuat rohnya semakin berhasil semakin menundukkan diri kepada kekuasaan Sang Raja yaitu Kristus.
3. Level pengaruh yang dihadirkan semakin kuat dan terasa. (Kis 5:12-16)
Walaupun kita tidak memiliki jabatan structural ataupun kekuasaan yang diberikan manusia, namun apabila kita benar-benar hidup dalam roh dan mengalami pertumbuhan roh yang semakin kuat maka pastilah orang di sekitar kita bisa merasakan pengaruh kebenaran dari kehidupan yang kita sedang jalani.
Mungkin beberapa waktu lamanya pengaruh kita hanya untuk keluarga kita, namun seiring dengan bertumbuhnya kita maka Tuhan akan membawa orang di sekitar kita mengalami pengaruh kebenaran tersebut. Bahkan Tuhan bisa bawa gereja atau komunitas tertentu untuk kita layani.
Inilah cara gereja pertama dilahirkan. Bukan dengan program namun pengaruh kuasa dan otoritas Tuhan yang nyata. Pastikan Tuhan yang mengangkat dan member otoritas kepada kita bukan organisasi atau manusia.
Sejauh mana level pengaruh yang dihadirkan dengan cara Ilahi, itulah tanda kita mengalami pertumbuhan yang benar.pastikan dari waktu ke waktu Tuhan memperluas daerah, pelayanan dan apa yang sedang kita kerjakan.
Bagaimana supaya kita dapat mengalami pertumbuhan yang normal menurut Tuhan? Bagaimana praktisnya ?
1. Temukan rumah rohani yang Tuhan tetapkan. Rumah rohani berbicara sebuah keluarga yang mampu menghadirkan atmosfer yang sehat dan seimbang. Manusia tidak bisa hidup tanpa keluarga. Manusia tidak bertumbuh secara normal bila tanpa keluarga. Saudara tidak bisa tinggal dip anti asuhan rohani. Kita harus tinggal dalam sebuah rumah rohani.
2. Mulailah memasukkan inputan yang benar ke dalam hidup kita. Sebab input yang kita masukkan sangat mempengaruhi output. Dengarkahlah kotbah yang benar-benar membawa kita ke dalam dimensi pengenalan akan Allah yang benar. Hadirilah pertemuan yang membawa impartasi dalam kehidupan roh kita. Berdoalah dengan cara yang tidak biasanya. Bacalah Firman dengan kesungguhan dan rasa lapar dan haus yang sedemikian rupa.
3. Disiplin dan konsistensi. Semua hal di atas bukan kita lakukan sekali-sekali atau bila ingat. Atau kita lakukan sambil lalu. Namun kita harus lakukan dengan disiplin dan konsisten. Ingat hidup dalam roh berbicara kehidupan 24 jam sehari 30-31 hari sebulan dan 365 hari dalam setahun. Artinya terus menerus (countinue).
Dengan kita menerapkan kebenaran-kebenaran di atas, saya percaya kita akan mengalami pertumbuhan yang normal menurut Tuhan dan kita akan diposisikan Tuhan sebagai duta besarNya di bumi ini. Kita akan merepresentasikan Kristus di bumi ini. Kita pasti menyatakan kepenuhan Kristus dalam segala segi kehidupan yang Tuhan percayakan. Tuhan memberkati.