DIVINE ORDER
Eph 2:19 Demikianlah kamu
bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang
kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
Eph 2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan
para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Eph 2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih
tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
Eph 2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan
menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Kerinduan
Tuhan terbesar adalah supaya kita dapat dipakai menjadi tempat kediamanNya
untuk memanifestasikan kehadiranNya di bumi ini. Agar lewat gerejaNya, Tuhan
bisa menyatakan kedaulatan kuasaNya.
Tuhan
merindukan kita terus dibangun dengan dasar yang kokoh. Kristus menjadi batu
penjuru, artinya kita harus menyesuaikan seluruh kehidupan (bangunan) yang
sedang kita bangun sesuai dengan standar atau sepsifikasi Kristus.
Untuk hal tersebut bisa terjadi kita harus
terus bertumbuh dan rapih tersusun. Bertumbuh artinya kita terus mengalami dinamika
Roh dalam kehidupan kita. Kita terus mengkondisikan hidup kita mengalami
kehidupan Roh. Dengan mengalami kehidupan Rohm aka dipastikan kita terus sedang
bertumbuh.
Rapih
tersusun, artinya ada keteraturan yang harus dibangun dalam kehidupan setiap
kita. Kita tidak boleh asal-asalan ataupun sembrono dalam kehidupan ini. Kita
harus terus menyelaraskan hidup kita dengan Sang Batu Penjuru agar kita menjadi
rapih tersusun. Harus ada keteraturan Ilahi atau Divine Order, agar kita dapat
tersusun dengan baik menjadi baitNya di bumi ini.
Mengapa kita harus hidup dalam Keteraturan Ilahi?
1.
Dengan Divine Order, kita akan memiliki kualitas kehidupan yang
dapat menarik perhatian banyak orang, sehingga kita dapat menjadi pola bagi
mereka. (1 Raja-raja 10)
2.
Ketika keteraturan terbangun kita akan dipenuhi kedamaian yang
sempurna. (2 Tim 1:7)
3.
Kita akan memiliki kehidupan yang kokoh. (Mat 7:24)
4.
Kita memiliki kualitas hidup yang menarik berkat dan perkenanan
Tuhan. (Kel 40:34)
Tanpa
Divine Order maka kita tidak dapat menggenapi destiny dan menjadi pola bagi
yang lainnya. Maka dari itu sangatlah amat penting kita membangun hidup kita
dalam keteraturanNya. Sebab tanpa keteraturanNya kita akan terus mengalami
berbagai kendala dan permasalahan yang tidak semestinya.
Bagaimana
supaya kita bisa hidup dalam Divine Order?
1.
Kita
membutuhkan Firman yang Absolut
Bumi
masih gelap (Kej1:2) Kejadian 1:3 : berfirmanlah Allah : jadilah terang, maka
terang itu jadi. Untuk dapat hidup dalam keteraturan sangat membutuhkan
datangnya Firman atas kita. Sebab firman hidup dan kuat. Firman memiliki
kemampuan untuk memisahkan apa yg gelap dari dalam kehidupan kita. Inilah
waktunya kita sebagai gereja hidup dalam Firman yang absolute-mutlak-tanpa
batas. Sehingga apapun keberadaan kita mampu diubahkan dengan hadirnya kuasa
Firman. Allah berfirman maka keteraturan memenuhi bumi. Izinkan firman terus
datang dan merombak kehidupanmu sampai keetraturan terbentuk.
2.
Kita
membutuhkan Seorang Pemimpin yang memposisikan diri sebagai Bapa
Bumi
belum berbentuk…(Kej 1:2) Kerinduan Tuhan adalah membentuk ulang diri kita
sampai kita serupa dengan gambaran anakNya. Tuhan ingin menjadikan kita sebagai
pola. Pola harus memiliki bentuk. Pola harus dicetak. Untuk hidup kita bisa
menjadi pola atau cetakan, terlebih dahulu kita harus dicetak.
Pembentukan
kita harus melalui seseorang. Firman mengatakan dalam Amsal 27:17 besi
menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Untuk terjadinya pembentukan
ulang dibutuhkan seseorang yang dapat masuk ke dalam aspek kehidupan kita pribadi.
Timotius
diajarkan untuk jadilah teladan. Sebelum jadi teladan harus bisa meneladani
seseorang yang Tuhan munculkan. Dengan kata lain harus dapat mengadopsi dasar
keyakinan dan cara hidup yang Tuhan sudah bangun dalam diri seorang pemimpin
yang memposisikan diri sebagai bapa. Kita membutuhkan seseorang yang
mendisiplin hidup kita sampai terbangun keteraturan.
3.
Kita
membutuhkan Pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan kita secara terus menerus
sampai memunculkan hikmat dan potensi Ilahi dalam hidup kita.
Bumi
masih kosong (Kej 1:2). Kekosongan berarti kehampaan. Kehampaan berbicara
ketidakmaksimalan potensi. Ketidakmaksimalan potensi berbicara kurangnya
hikmat. Hikmat berasal dari Firman dan pekerjaan Roh Kudus.
Bezaleel
dan Aholiab, mengalami pekerjaan Roh yang membawa mereka menjadi orang yang
ahli, memiliki pengertian, pengetahuan dalam segala pekerjaan. Yang tidak bisa
menjadi bisa. Dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Roh membawa kita
mengalami kemaksimalan dalam apa yang Tuhan berikan untuk kita kerjakan. (Baca
Keluaran 31)
Pro 24:3 Dengan hikmat
rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
Pro 24:4 dan dengan pengertian kamar-kamar diisi
dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.
Mungkin
selama ini hidup kita kosong. Perbendaharaan hidup kita tidak banyak. Namun
ketika Pekerjaan Roh terjadi membawa kita dalam hikmatNya maka kita akan
melihat rumah akan didirikan, kamar-kamar hidup kita akan diisi. Dan lihatlah
akan terjadi sebuah penggenapan, kita yang awalnya bodoh, tidak terpandang,
tidak disegani mulai Tuhan munculkan ketika kita mengalami pekerjaan Roh Kudus,
Tuhan mulai membawa kita dalam posisi memiliki cukup hikmat untuk mempermalukan
dunia, Tuhan membawa kita terpandang dan disegani. Semua itu terjadi karena
kita terus mengalami pekerjaan Roh sampai memunculkan kemampuan-kemampuan yang
awalnya kita tidak miliki. Potensi Ilahi mulai bermunculan.
Jemaat
Tuhan, inilah waktunya kita memiliki DIVINE ORDER. Sehingga Rumah Tuhan bisa
terbangun dan keharumannya akan membawa bangsa-bangsa belajar dari rumah Tuhan.
Aku deklarasikan, inilah waktunya bangkit suatu kumpulan umat Tuhan yang terus
mengalami penyelarasan sehingga Divine Order terbangun dalam jemaat dan Tuhan
membawa kita menghadirkan kualitas hidup yang tidak
terbantahkan sebab perubahan sudah terjadi dan tersu berlangsung dalam
kehidupan kita. Tuhan bersama kita !