Senin, 04 Juni 2012

PEMBERONTAKAN DAN KESESATAN ???


PEMBERONTAKAN DAN KESESATAN ???

Hari-hari belakangan ini banyak sekali orang yang tulus hatinya dan cinta kebenaran, dibingungkan oleh yang namanya penundukan diri terhadap otoritas. Para pemimpin agamawi atau para pendeta memakai kata ini seringkali dengan maksud yang tidak tulus. Saya mencoba untuk menceritakan dengan sudut pandang yang lain. Bukan berarti saya mentolerir pemberontakan, sama sekali tidak. Namun saya ingin kita bisa melihatnya dari sudut pandang hati yang murni dan bersih.
Seringkali ketika perubahan datang dari atas atau dari seorang pemimpin kita menyebutnya transformasi atau ada juga yang menyebutnya kegerakan rohani. Namun apabila datangnya dari orang dibawah kita, kita menyebutnya pemberontakan. Mengapa bisa begitu?
Kekasih Tuhan, ketika perbedaan terjadi, seringkali yang atas tidak mau mengalah dan yang bawah dipersalahkan. Hal yang paling umum ketika itu terjadi maka seorang pemimpin akan mempergunakan ayat berikut ini :
Ibrani 13:17  Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka…
Meminta penghormatan tanpa memberi hidup. Meminta dijadikan panutan tanpa keteladanan. Minta ditaati tanpa memberi kebenaran. Ini adalah hal yang aneh. Apakah kita lupa ada ayat yang lain berkata :
Gal 6:7  Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Gal 6:8  Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
Kalau seorang pemimpin hidup dalam penundukan diri kepada Allah dan bisa menundukkan diri kepada seseorang yang lain atau rekan hamba Tuhan yang lain maka saya percaya apa yang sudah ditaburnya akan dituainya, orang dibawahnya akan dengan senang hati memberi hidup untuk tunduk dalam kepemimpinannya. Tunduk disini bukan bersekongkol. Ada banyak hamba Tuhan menundukkan diri kepada seseorang karena bersekongkol akan sesuatu yang yang dia sukai atau tidak dia sukai. Yang demikian tidak boleh terjadi.
Kita harus disatukan karena kebenaran. Kita tunduk namun memastikan kita akan lebih tunduk kepada Allah yang Maha Tinggi.
Kis 4:19  Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.
Banyak pemimpin menginginkan jemaat atau yang dipimpinnya untuk tunduk padahal sang pemimpin sendiri tidak pernah menundukan diri kepada terang Firman Allah. Petrus dan Yohanes di panggil pemuka agama (orang senior). Para pemuka ini sudah lebih tahu dahulu kitab suci dari pada Petrus. Ketika Petrus dan Yohanes melayani dengan cara yang berbeda dan meyakini kebenaran yang berbeda, pemimpin agama ini menolak mereka dan mengisyaratkan agar Petrus dan Yohanes tunduk dan taat kepada apa yang mereka perintahkan.
Petrus dan Yohanes berkata dengan tegas, mereka lebih memilih taat kepada Tuhan. Apakah ini disebut PEMBERONTAKAN ????
Hal yang lain adalah kisah tentang 4 orang di Babel diperintahkan untuk tidak berdoa kepada Allah dan diharuskan menyembah patung raja.
Dan 3:13  Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,
Dan 3:14  berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
Dan 3:15  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
Dan 3:16  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
Dan 3:17  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
Dan 3:18  tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Sadrak, Mesak dan Abednego menolak untuk mengikuti perintah raja. Bahkan mereka seakan-akan menantang dengan berkata tidak ada gunanya kami memberi jawab. Apakah keyakinan seperti itu disebut PEMBERONTAKAN?
Kita juga ingat kisah Maria, Ibu Yesus dan Yusuf. Ketika mengetahui dirinya hamil, apakah Maria harus cerita kepada orang tua atau pemimpinnya pada waktu itu? Baca Matius 1-2. Apakah Maria disebut pemberontak hanya karena tidak melaporkan apa yang terjadi? Apakah orang majus disebut pemberontak karena tidak memberitahukan sesuatu kepada Herodes?
Saudaraku, janganlah terlalu gampang membuat penilaian lalu cepat-cepat berkata bahwa itu memberontak.
Saya ingat sebuah kejadian, sewaktu saya mengunjungi sebuah kota, lalu pemimpin gereja setempat mengancam semua anak pelayanan yang pernah saya layani. Lalu berpesan jangan memberontak, kita harus tunduk kepada pemimpin. Lalu beberapa orang yang hatinya murni dan bersih lalu tetap berusaha bertemu dengan saya. Apakah itu namanya pemberontakan? Sedang Tuhan saja bilang kasihi musuhmu. Apalagi saya bukan musuh mereka????
Dengan dalih penundukan diri, para pemimpin agama sekarang dengan enteng menginginkan apa yang mereka inginkan supaya terwujud.
Ada hal lain lagi, ketika ada sekelompok orang dilarang untuk ikut sebuah konferensi rohani. Namun mereka diam-diam pergi juga. Lalu si pemimpin berkata itu pemberontakan. Coba pikirkan, yang lainnya mengikuti new age tidak dilarang. Ikut berbagai jenis seminar MLM tidak dilarang. Justru ikut sebuah acara rohani yang mengubahkan hidup kok dilarang. Apa ini dikategorikan pemberontakan ????
Lalu beralasan itu sesat. Nah saya ingin menjelaskan kepada pembaca sekalian apa itu sesat ? Sesat adalah kehilangan arah atau tidak tahu tujuan atau kehilang peta untuk mencapai tujuan. Seringkali yang berkata itu sesat justru yang tersesat dan yang sedang dibilang sesat justru sudah menemukan jalan atau petanya. Aneh bukan?
Ada seseorang bergabung dengan sebuah pelayanan gerejawi. Selama belasan tahun tidak tahu mau dibawa kemana pelayanan itu. Dari tahun pertama sampai sekarang, pokok doa tiap tahun sama. Masalah ketika dievaluasi sama. Orang-orang yang ada keluar masuk. Strategi sama. Kepahitan kekecewaan terus bergantian. Ditanya mau dibawa kemana gereja ini? Tidak ada yang dapat menjelaskannya.
Lalu orang ini menemukan kebenaran dan mulai membangun pelayanan dengan cara yang berbeda. Dia menemukan arah pelayanan dan tahu mau kemana pelayanan tersebut dibawa. Bahkan sudah tahu dengan pasti strategi apa yang akan dipakai. Lalu disebut sesat. Sebenarnya yang mana yang sesat dan mana yang tahu jalan?
Saya melayani di sebuah gereja. Selama 14 tahun gereja tersebut dalam kegelapan. jemaat tanpa perubahan. Dosa berkecamuk didalam. Perzinahan dipertontonkan tanpa ada disiplin kebenaran. Tuhan memberikan Firman karna Dia sangat mengasihi gereja. Ketika saya membagikan kebenaran, lalu keluarga-keluarga mulai diubahkan. Kehidupan orang-orang diubahkan. Namun ada beberapa yang keras hatinya dan memusuhi saya. Namun kebenaran tetaplah kebenaran. Perubahan terjadi. Karena orang-orang alami perubahan dan pertobatan itulah saya dibilang mengajarkan ajaran sesat. Aneh!!!
Padahal Firman Tuhan jelas dalam Kisah 5:26-41, nasihat Gamaliel sangat jelas, sekalipun itu sesat, biarkanlah Allah yang bergerak dan menyatakan kedaulatan. Kalau sesat Allah akan menghancurkan. Bahkan kebenaran akan menghancurkan gerakan tersebut. Namun kalau tidak sesat, jangan sampai kita justru menjadi orang yang melawan Allah.
Nasihat yang sangat bijaksana dari seorang pemuka agama. Seharusnya kita bisa menyikapi yang terjadi dengan cara yang bijak seperti itu.
Menjelekkan kelompok lain hanya akan membut orang penasaran lebih ingin tahu. Membusukkan nama seseorang hanya akan membuat orang-orang makin bersimpati kepada orang yang dibusukkan tersebut. Larangan-larangan akan membuat orang sembunyi-sembunyi ingin tahu lebih banyak.
Itulah kebiasaan orang-orang di generasi ini.
Akhir kata, saya harap kita bisa mengerti apa itu pemberontakan dan apa itu yang disebut sesat. Tuhan bersama kita !