Jumat, 17 Mei 2013

DIMANAKAH LEVEL ANDA BERADA?



DIMANAKAH LEVEL ANDA BERADA?
1.   Have Not's
-       Mereka yg tidak memiliki resources (sumber daya) sama sekali.
-       Mereka bahkan tdk memiliki sesuatu yg cukup untuk memenuhi kebutuhan.
-       Mereka sendiri dan mereka selalu ada dlm situasi membutuhkan & kekurangan.
-       Mereka hidup dibawah garis kemiskinan & membutuhkan uluran tangan pemerintah (government policies).

2. Use to have
-       mereka yg pd mulanya memiliki resources tetapi lenyap krn sejumlah keputusan investasi yg keliru, gaya hidup yg ceroboh atau beberapa karena kehilangan pekerjaan yg merupakan satu2 nya sumber penghasilan mereka.

3. Desire to have
-       Mereka yg berharap akan menjadi lebih baik dan memiliki masa depan yg cerah.
-       Mereka memiliki harapan yg sangat besar dan bekerja keras untuk mewujudkan mimpi mereka.
4. Have Insufficient
-        Mereka yg memiliki resources tetapi tdk cukup banyak untuk meningkatkan standard kehidupan mereka.
-        Kebutuhan mereka tercukupi tetapi tdk mampu untuk mengusahakan hal lain.
-        Semua yg mereka peroleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dan tanpa menyisakan sesuatu yg dpt meningkatkan gaya hidup mereka.

5. Will never have more
-       Mereka yang tidak berkeinginan untuk melakukan upaya lebih demi mendapatkan tambahan penghasilan.
-       Mereka tdk berkeinginan untuk terlibat dlm kegiatan finansial lain di luar apa yg mereka kerjakan dan lebih memilih menyimpan uang mereka di bank untuk mengatur segala pengeluaran mereka.
-       Mereka tdk ingin lebih lagi dan cukup dgn apa yg mereka peroleh.
-       Mereka pada dasarnya bukan orang malas tetapi tdk memiliki pengetahuan finansial yg baik.
-       They are financially naïve & ignorant.

6. Will progressively have more
-       Mereka adalah orang yg membangun kecerdasan finansial dan melakukan tindakan strategis untuk melipatgandakan resources mereka.
-       Mereka akan mengikuti siklus kesuksesan (cycle of success) apapun yg sdh terbukti.
-       Mereka menabung, melakukan investasi dan coba memulai usaha kecil dgn tujuan untuk "menanjak" ke status sosial ekonomi yg lbh lagi.

7. Have an abundance
-       Mereka yg mempunyai resources yg dapat memenuhi semua kebutuhan mereka dan memiliki kelebihan sehingga mereka dpt melipatgandakannya sesuai dgn apa yg mereka inginkan.
-       Kita harus memahami bahwa kelimpahan (abundance) itu bukan saja memiliki kekayaan tetapi 'true wealth creation' mencakup hikmat untuk mengelola (wisdom to manage), memultiplikasi (multiply) dan mendistribusikan kemakmuran (distribute wealth).
-       Memiliki kelimpahan bukan berarti hidup dlm kemewahan (luxury).
-       Hidup dlm kelimpahan berarti kita mampu memberi dan mendistribusikan kpd orang lain menjadi berkat bagi mereka. Ini artinya memberi kesempatan kpd orang lain u/ dpt naik ke level status sosial dimana kita berada saat ini.

HARI PERHENTIAN



HARI PERHENTIAN

Ketika kita sampai di Bersyeba rohani kita maka kita akan mendapati Tuhan yang akan berperang bagi kita dan kita akan diam saja. Sekian waktu lamanya kita hidup dalam masa pergumulan dan masa penantian. Tiba saatnya Tuhan sedang membawa kita memasuki hari perhentian.
Dalam Ibrani 4:1-10 dijelaskan mengenai hari perhentian.
Ayat 1 menjelaskan bahwa kita harus waspada supaya jangan kita ketinggalan. Sekalipun janji untuk masuk ke dalam perhentianNya masih berlaku. Kita harus terus terjaga secara rohani. Kita harus terus hidup dalam ikatan janji.  Kita harus terus tetap dalam kebenaran.
Ayat 2 sekalipun kabar tentang hari perhentian diberitakan kepada banyak orang namun tidak berguna bagi yang mendengarnya kalau firman tidak bertumbuh bersama dengan iman. Ayat ini menjelaskan bahwa Firman harus bertumbuh bersama iman. Padahal kita ketahui iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan Firman Kristus. Nah mengapa Firman harus bertumbuh dengan iman? Iman akan apa? Iman yang dimaksudkan adalah iman kepada dimensi ALLAH yang kekal. (baca renungan mengenai sumur rohani). Ketika kita memiliki keyakinan akan Allah yang kekal maka firman yang datang akan membawa kita kepada hari perhentianNya.
Ayat 3-8 kita yang beriman akan masuk ke hari perhentianNya. Namun kalimat berikutnya sejumlah orang tidak akan masuk. Pekerjaan Tuhan sudah selesai. Artinya dari pihak Tuhan, apapun yang Tuhan firmankan sudah selesai dan sudah terjadi. Tidak ada penundaan. Kalau kita membawa Kejadian 1, dengan berfirman maka semua itu jadi. Artinya dari pihak Tuhan setiap kali firman dilepaskan, itu sudah terjadi dan selesai. Dari pihak kitalah yang seringkali ada penantian atau delay. Oleh sebab itu Allah beristirahat pada hari ketujuh. Tidak lagi bekerja.
Ayat 9 jadi masih tersedia satu hari perhentian, buat umat Allah. Tuhan merindukan kita memasuki hari perhentianNya. Sebab memang hari tersebut disediakan untuk kita umat Allah, gerejaNya. Sadarilah umat Tuhan, jangan terus hidup dalam masa pergumulan. Jangan terus hidup dalam masa penantian. Masuki hari perhentian yang Tuhan sediakan buat kita, umatNya-gerejaNya.
Ayat 10 siapa yang masuk ke hari perhentianNya akan berhenti dari pekerjaannya sama seperti Allah berhenti dari pekerjaanNya. Apa maksudnya? Ketika kita memasuki hari perhentianNya maka kita akan berhenti dari usaha manusiawi kita. Berhenti dari mengandalkan pekerjaan atau usaha kita. Bukan berarti kita keluar dari pekerjaan atau usaha dan tidak melakukan apa-apa. Namun yang diumaksudkan adalah kita tidka lagi mempergunakan segala upaya-kerja-keras untuk hidup kita. Yang perlu kita lakukan adalah dengar dan taat. Sewaktu hati kita lembut dan merespon dengan akurat maka Tuhan yang akan menggenapi semua itu untuk kebaikan kita. Berhentilah dari upaya-upaya manusiawi. Berhentilah dari mengandalkan apa yang kita miliki. Mulailah hidup sepenuhnya bergantung kepada perkataanNya. Dengar dan Taat.
Musa tidak perlu bergumul untuk menggembalakan 3 juta umat Israel. Daniel tidak perlu bergumul untuk kepuitusan yang sudah raja buat untuk dirinya. Yusuf tidak bersusah payah untuk menjadi raja. Daud tidak melakukan promosi apapun untuk menjadi raja.
Mereka semua, tokoh Alkitab yang belum dijelaskan di atas, selalu mereka hidup dalam hari perhentian. Sebab Tuhan mendesign kita untuk kita hidup dalam hari perhentian. Sadarkah kita ketika Adam diciptakan pada menit-menit terakhir di hari ke enam, Tuhan sudah menyediakan semuanya bagi Adam. Tidak perlu lagi Adam bersusah payah mempergunakan kekuatan manusiawinya untuk sesuatu. Tuhan yang suah mempersiapkan semuanya. Tuhan memberi perintah, Adam tinggal mengerjakannya. Inilah hari perhentian.
Dalam 1 Samuel 30:1-20 menjelaskan tentang Daud dalam kondisi yang terpojok. Ziklag terbakar dan semua wanita dan anak-anak ditawan oleh Amalek. Amalek adalah kedagingan-kemanusiawian. Bahkan seluruh rakyat hendak melempari Daud dengan batu. Hanya Daud seorang diri. Namun Daud tidak lari. Daud tidak mengikuti keinginan rakyat seperti yang dilakukan Saul. Daud justeru memilih untuk menguatkan kepercayaan kepada Tuhan dan yang luar biasa Daud memanggil nama Tuhan dan mencari apa yang menjadi isi hati Tuhan. Selanjutnya kita baca disana Daud mampu merebut semua tawanan. Dan Amalek dihancurkan.
Kekasih Tuhan, sudah waktunya kita berhenti dari semua kdagingan, kekuatan manusiawi bahkan kemampuan yang kita miliki. Ini waktunya muncul suatu umat yang rendah hati dan lemah lembut dan hidup bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Inilah waktunya kita memasuki hari perhentian kita. Tuhan bersama kita.

SUMUR ROHANI



SUMUR ROHANI
Kejadian 21:22-33 menjelaskan bagaimana Abraham berjuang untuk tetap sumur yang digalinya tetap dimiliki olehnya. Sumur ini berbicara sumur ikatan janji, sebab di sana Abraham membuat perjanjian dengan Abimelekh. 
Dan untuk pertama kalinya Allah disebut dengan sebutan Allah yang kekal. Dimensi Allah yang kekal harus kita milii dan alami. Allah yang kekal berarti Dialah yang Awal. Bahwa sebelum segala sesuatu ada Dia sudah ada. Bahkan kalaupun segala sesuatu berakhir, Dia tetap ada. Allah yang kekal juga berbicara bahwa apa yang kita miliki adalah milikNya. Sebab segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Dimensi Allah yang kekal juga berbicara bahwa apa yang Tuhan berikan untuk kita, tidak ada seorangpun yang dapat mengambilnya. Dengan memiliki pemahamana ini maka kita akan selalu bersyukur untuk semua yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Kita akan bisa berkata seperti Tuhan berkata dalam Kejadian 1:31 yang berkata apa yang telah dijadikanNya sungguh amat baik.
Namun dalam kejadian 26:1-3, 12-33 dijelaskan bahwa kelaparan terjadi lagi namun Ishak (anak Abraham) diperintahkan untuk tidak pergi ke Mesir namun tetap tinggal di Gerar. Yang terjadi kemudian adalah sumur tersebut mulai tertutup. Ketika sumur ditutup maka kita lihat, sekalipun Ishak sangat kaya dan luar biasa berkuasa namun seperti kehilangan posisi rohani, bahkan terusir dari tempat dimana ia tinggal. Namun ketika Ishak kembali membuka sumur-sumur rohani yang ada dengan seketika terjadilah kehidupan bahkan musuhnya berdamai dan memohon berkat dari Ishak.
Seringkali dalam perjalanan hidup kita, terjadi sumur-sumur rohani (sumur ikatan janji) yang sudah dibuka oleh bapa rohani ditutup karena beberapa hal atau kecerobohan yang terjadi. Apa itu sumur rohani dalam pengertian hari-hari ini ?
1.      Sumur berbicara frekuensi rohani yang pernah di setting dalam kehidupan kita. Dinamika Roh yang pernah kita dapatkan.
2.      Sumur berbicara pengenalan akan Allah yang pernah datang dan yang pernah Tuhan bukakan melalui bapa rohani.
3.      Sumur berbicara pekerjaan Roh Kudus yang kita alami yang harus kita jagai dengan hati yang haus akan realita Tuhan.
Kita harus memastikan bahwa sumur rohani kita terus terbuka dan terus ada aliran mata air yang membual-bual dari dalam sumur tersebut.
Mari kita jagai sumur rohani yang sudah diberikan kepada kita melalui seorang bapa rohani. Jangan berhenti sampai di Rehobot (kelegaan). Seringkali setelah perjalanan iman kita, kita mendapati ada banyak berkat, kesuksesan dan kelonggaran yang Tuhan berikan, hal ini membuat kita berhenti disana. Sebaliknya lanjutkanlah perjalanan kita sampai ke Bersyeba. Disanalah kita memanggil nama Tuhan (terhubung kepada Tuhan). Disanalah kita hidup dalam ikatan janji. Di bersyebalah kita akan mendapati hari perhentian.

MENANGGULANGI BENIH ILALANG



MENANGGULANGI BENIH ILALANG

Dalam kehidupan kita ada banyak taburan Firman yang kita terima. Bilamana benih tersebut jatuh di tanah yang subur maka akan melalui proses sebagaimana mestinya sehingga akan berbuah tepat pada waktunya. Namun seringkali tidak terjadi hal yang sebagaimana mestinya. Mengapa sebab tanah hati kita yang kurang baik atau juga kita mengizinkan musuh untuk menabur benih ilalang dalam kehidupan kita.
Dalam Matius 13:24-30 menjelaskan bahwa benih yang baik yang ditabur dalam sebuah ladang. Namun ketika semua orang tidur, musuh menaburkan benih ilalang. Akhirnya keduanya tumbuh bersama. Dalam ilmu pertanian apabila keduanya tumbuh bersama maka ketika dicabut secara tidak tepat maka keduanya akan tercabut dan mati. Jadi tuan tersebut memerintahkan untuk ada waktu dimana ilalang harus dicabut. Juga apabila dibiarkan terus tumbuh bersama maka ilalang akan membunuh benih yang baik tersebut dan mengambil sari makanan yang seharusnya untuk benih baik tersebut.
Benih baik atau benih Ilahi ialah impartasi dan pekerjaan Roh yang terjadi dalam kehidupan seseorang pada saat orang yang bersangkutan mendengarkan Firman Tuhan yang akan mengkondisikan orang yang bersangkutan menjadi manusia yang berbeda, memiliki kemampuan yang awalnya tidak dia miliki, diposisikan untuk selalu alami perkenanan Tuhan dalam hidupnya.
Tuhan selalu menabur benih baik dalam kehidupan kita. Seringkali pada saat kita mendengarkan sebuah perkataan Tuhan muncul gejolak dalam hati kita, itulah benih yang Tuhan berikan sebagai benih Ilahi. Benih Ilahi ini akan mengkondisikan kita untuk terus menerima pekerjaan Roh Kudus dalam hati kita. Sehingga secara terus menerus hidup kita akan menjadi berbeda dengan dunia ini. Bahkan kita akan mulai memiliki kemampuan-kemampuan yang awalnya belum ada, Tuhan memunculkannya melalui benih Ilahi yang kita terima tersebut.
Kekasih Tuhan, biarlah benih Ilahi yang sudah kita terima dari minggu ke minggu dari seminar ke seminar, itu terus tumbuh dan bertambah kuat. Alasannya banyak orang meninggalkan kereta kegerakan adalah munculnya kontaminasi, yaitu benih ilalang diizinkan juga tertabur dalam kehidupan kita. Sehingga dengan demikian mudah kita membelok dari perjalanan destiny kita.
Doa saya, kita semua dapat meyingkirkan benih iIalang yang sudah tertabur dan setelah itu terus berusaha menjaga hati kita dengan kewaspadaan tingkat tinggi untuk benih ilalang tidak tertabur lagi dalam kehidupan kita.

Benih ilalang ialah PEMIKIRAN, PERTIMBANGAN, EMOSI yang sengaja ditanamkan musuh lewat apa yang kita DENGAR, LIHAT, RASA, ALAMI, SIMPULKAN dalam ketidakakuratan yang menyebabkan PIKIRAN, PERTIMBANGAN, EMOSI kita terjebak dalam ketidakakuratan dan menjadi terombang ambing.
Musuh berusaha untuk terus menanamkan benih dalam kehidupan kita. Sehingga akan selalu muncul 2 pemikiran, 2 pertimbangan dan 2 perasaan yang membuat kita jadi terombang-ambing dengan apa yang akan kita putuskan. Bahkan ketika memutuskanpun dalam ketidakakuratan. Seringkali ketika kita mau melakukan kehendak Tuhan, selalu muncul berbagai pemikiran yang tidak akurat. Dari mana itu bisa terjadi begitu saja? Sebab kita pernah mendengarnya dari seseorang atau melihatnya dari seseorang. Itu menjadi sesuatu yang mempengaruhi kita.
Inilah beberapa prinsip tentang benih Ilahi dan benih ilalang :
1. Sama-sama tertabur di dalam manusia roh kita dan mempengaruhi kualitas roh kita.
Biarlah perkataan Kristus yang ada di tengah kita. Bukan perkataan negatif, perkataan orang yang membunuh kerinduan kita kepada Tuhan. Tutup telinga terhadap suara yang membuat kita bingung. Mulailah dengar dan lakukan apa yang Tuhan katakan.
Oleh karena ada kuasa dalam perkataan. Setiap perkataan mengandung dimensi roh, maka kita pun harus menjaga mulut kita ketika kita berkata-kata, agar semua yang mendnegarnya berolah kasih karunia dan terbangun hidupnya.
2. Sama-sama bermanifestasi di dalam pikiran dan emosi kita.
Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika alami sesuatu? Apakah akurat atau justru muncul pemikiran yang negatif. Juga dengan perasaan, ketika kita alami sesuatu, apakah kita selaraskan perasaan kita dengan firman atau justru kita mengikuti perasaan atau emosi negatif yang sedang bekerja.
3. Benih ilalang hanya akan dapat dicabut atau dikenali saat sedang memanifestasikan dirinya.
Kita hanya dapat mencabut ilalang ketika sedang terekspose di dalam kehidupan kita. Ketika ada kondisi tertentu dan muncul ketakutan maka segeralah mencabut benih ilalang itu dan mulailah menabur benih firman kebenarang dan pengenalan akan Allah Bapa yang kekal. Ketika ada sebuah kejadian tertentu, muncul keraguan, cabutlah dan tanam benih yang Ilahi yang membuat kita kuat percaya kepada FirmanNya.
Apapun juga yang sedang terekspose dan tidak selaras dengan Firman, segera tanggulangi itu. Jangan izinkan mempengaruhi kita sedikitpun. Pastikan kita yang menyelaraskan dengan Firman, bukan Firman yang harus menyelaraskan dengan kita !!!! (diadaptasi dari Khotbah Pastor Steven Agustinus)