Kamis, 22 September 2011

GEREJA YANG INDAH


GEREJA YANG INDAH
Kisah Para Rasul 3:1-10

Kekasih Tuhan, dikisahkan dalam Firman Tuhan mengenai Petrus dan Yohanes yang memasuki Bait Allah yang disebut Gerbang Indah disana didapati seorang yang lumpuh sejak lahir sedang meminta-minta di depan pintu gerbang Bait Suci yang disebut gerbang indah. Orang lumpuh itu berumur kira-kira 40 tahun. Jadi kemungkinan besar sudah puluhan tahun orang tersebut ada disana. Setiap kali ibadah diadakan, ia selalu hadir di gerbang tersebut. Ia bukanlah usher atau penerima tamu. Ia adalah seseorang yang selalu mengharapkan pertolongan.
Ahli Taurat dan para Imam keluar masuk disana, namun orang lumpuh ini tidak pernah mendapatkan sesuatu dari mereka dan tidak pernah mengalami sesuatu. Ketika pujian penyembahan dimulai dan firman diberitakan, orang lumpuh tersebut tetap ada disana dengan setia namun tanpa terjadi sesuatu. Sehingga makin lama orang lumpuh ini menjalani kehidupan sebagai peminta-minta atau yang kita sebut pengemis.
Kekasih Tuhan, inilah kehidupan yang sering menjadi kenyataan ditengah gereja. Kita menjadi gereja yang indah. Alunan music kita bagaikan orchestra dan simfoni yang indah didengar telinga. Ruangan ibadah kita nyaman dengan pendingin ruangan. Mimbar kita terbuat dari fiber dan ada lampu-lampu hias yang indah. Kita memakai teknologi yang canggih untuk sebuah ibadah. Kita tidak perlu lagi menghafal lagu sebab semua lagu sudah ada di layar dan kita tinggal membacanya. Para worship leader menjadi EO yang luar biasa rapih dan tertata indah kata-katanya. Khotbah-khotbah kita menjadi sedemikian lugas, ringan dan enak di dengar. Khotbah kita benar-benar indah seperti para motivator dunia. Gedung yang kita pakai mirip pencakar langit yang kokoh dan sangat dikagumi oleh orang yang melewati gedung tersebut. Para usher dan kolektan berseragam rapih dan kelihatan indah di pemandangan mata. Banner-banner dengan kata-kata yang indah menghiasi kiri kanan tembok dalam ruangan ditambah dengan tema-tema yang luar biasa indah dan mencengangkan. Kita layak disebut bait suci yang indah atau gereja yang indah.
Namun satu hal yang menyedihkan yang lumpuh tetaplah lumpuh. Yang miskin tetaplah miskin. Yang mental pengemis tetaplah menjadi pengemis. Yang penyakitan tetaplah penyakitan. Ibadah dilangsungkan namun sesuatu terobosan dan perubahan sangat jarang terjadi disana. Kita seperti miskin kuasa. Orang yang sama menghadiri ibadah secara teratur namun tetap dalam kondisi masalah yang sama. Kita menyembah Tuhan namun jarang sekali alami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Kita melakukan evaluasi sesering mungkin namun sayangnya perubahan sangat jarang terjadi. Kita membayar para hamba Tuhan namun sayangnya gagal untuk membawa jemaat kepada level pertumbuhan rohani yang seharusnya. Kebencian, perselisihan dan friksi terus terjadi di tengah gereja.
Apakah kita adalah gambaran gereja yang Petrus dan Yohanes masuki? Jangan-jangan Tuhan mencatat Kisah Rasul 3 sebagai WARNING KERAS buat kita untuk tidak menjadi gereja yang indah tersebut.
Atau justru kita membantah apa yang terjadi di tengah kita? Oh tidak, kita sedang bergerak, bahkan banyak yang lumpuh bisa berjalan kembali, orang yang memakai kursi roda bisa bangkit berjalan kembali.
Bagaimana dengan kelumpuhan rohani? Bagaimana dengan roh kemiskianan yang tertanam kuat dalam gereja?
Kekasih Tuhan, kita adalah gereja dan jangan pernah menjadi gereja-gerejaan. Apa yang saya tuliskan tentang fakta gereja sebenarnya itu adalah kumpulan orang yang melakukan ritual agama dan bukan gereja. Sebab gereja adalah produknya Surga. Gereja adalah institusi resmi yang Tuhan bentuk, satu-satunya. Bahkan arti kata gereja adalah EKLESIA, sebuah dewan yang menentukan nasib sebuah kota atau bangsa.
Kita harus kembali kepada Tuhan dan firmanNya. Kita harus bisa melangkah dari kelumpuhan rohani kita. Jangan-jangan kita adalah seseorang yang seperti orang lumpuh di gerbang indah tersebut selama puluhan tahun ada disana dan tanpa terobosan.
KELUMPUHAN ROHANI
Ada banyak orang yang pergi ke gereja namun selama puluhan tahun terus ada dalam kelumpuhan rohani. Mereka tidak bisa mencapai posisi rohani yang seharusnya. Mereka tinggal tetap dalam keadaan yang sama walaupun secara fisik dan materi mereka baik-baik saja.
Saya mendapati inilah beberapa arti kelumpuhan yang seringkali mendera umat Tuhan.
1.       Tidak bisa melangkah dalam Rencana Tuhan.
Kita tahu rencana Tuhan. Kita tahu destiny kita. Kita tahu potensi kita. Kita tahu harusnya bekerja di bidang apa. Namun apa daya kita tidak sanggup melangkah dalam rencana Tuhan. Gereja sekarang ini sangat canggih dalam hitungan 15 menit kita bisa tahu apa destiny kita,  kita bisa tahu panggilan kita dengan mengisi beberapa pertanyaan, namun sayang semua itu menjadikan kita tahu. Ternyata mengerti dan mengetahui saja tidaklah cukup. Kita perlu kuasa untuk bisa melangkah masuk dalam rencana Tuhan.
Sangatlah baik untuk mengerti dan memahami panggilan kita namun dibutuhkan kuasa untuk bangkit dari kelumpuhan rohani sehingga kita bisa memasuki rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita bukan butuh pengajar yang cakap memprediksikan sesuatu. Kita butuh kuasa, 1 Kor 4:20  Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. Kuasa yang membangkitkan kita dari kelumpuhan rohani yang berkepanjangan. Kuasa yang membawa kita bisa sampai ke level hidup dalam apa yang Tuhan rencanakan.

Kekasih Tuhan, sadari keadaan kita. Apakah kita sedang dalam rencanaNya? Apa yang kita kerjakan benar-benar dalam rencanaNya?  Apakah pekerjaan dan bisnis kita ada dalam rencanaNya? Atau kita sedang melakukan rencana kita.
System babel bukanlah bicara tentang kebesaran dan keangkuhan saja. Namun babel berbicara tidak hidup dalam rencana dan kehendak Tuhan. Mereka sepakat, bukankah itu yang Firman Tuhan ajarkan? Mereka bertekad baja, bukankah itu yang Firman Tuhan ajarkan? Mereka ingin membangun sesuatu untuk bisa mencapai Surga, bukankah itu juga yang kita kerjakan?  Namun sayang mereka punya rencana, mereka punya program, mereka punya orang namun TUHAN TIDAK ADA BERSAMA MEREKA. Sebab apa yang mereka bangun TIDAK ADA DALAM AGENDA TUHAN DAN SURGA.  TIDAK ADA DALAM RENCANA TUHAN.
Patikan bahwa kita benar-benar sedang ada dalam rencana Tuhan. Hai para pengkhotbah dan pengajar dalam gereja, ingat, kita butuh kuasa yang membangkitkan orang dari kelumpuhannya sehingga kita bisa membawa mereka berjalan kembali masuk dalam rencana Tuhan.
2.       Tidak bisa melangkah mengikuti Kegerakan Tuhan
Rasa aman dan nyaman membunuh kita untuk mengikuti kegerakan Tuhan. Kita tidak mau repot ganti haluan sebab kita sudah ada dalam kondisi nyaman. Kita tidak mau merubah konsep pikir kita dengan yang baru yang Tuhan wahyukan. Sebab kita ada di tempat yang nyaman.
Gereja kami sudah 25 tahun dan jumlahnya ratusan dan ribuan, kalau kami harus ikuti flow kegerakan Tuhan, bagaimana kalau jemaat berkurang? Kalau kami pakai Pola Tuhan dalam membangun gereja, bagaimana nasib keuangan kami kalau jemaat mengundurkan diri?
Kita mulai menyebutkan dulu kita begini, dulu kita begitu. Kita dulu dulu dulu dulu. Namun sekarang kita sedang stagnasi. Kita sedang mati rohani. Kita sedang sakit rohani. Seharusnya kita minta kuasa Tuhan untuk membangkitkan kita dari kelumpuhan supaya bisa mengikuti kegerakan yang Tuhan sedang lakukan di tengah dunia ini. Minimal kita menyadari keberadaan kita yang sesungguhnya.
Kegemilangan masa lalu tidak bisa menjadi patokan bahwa hari ini kita ada dalam kegerakan yang Tuhan sedang buat. Banyaknya undangan khotbah tidak bisa menjadi ukuran kita sedang ada dalam kegerakan Tuhan. Banyaknya cabang pelayanan yang kita pegang bukanlah ukuran kita sedang dalam kegerakan Tuhan.
Ingat dalam Kisah Rasul 3, Petrus dan Yohanes tidak diundang khotbah disana. Ia bukanlah yang merintis gereja tersebut. Ia tidak pegang pelayanan di gereja tersebut. Namun mereka mengikuti kegerakan Tuhan dalam hidup mereka. Mereka masuk ke bait suci dan membawa kegerakan bagi orang yang lumpuh tersebut. Orang yang hidup dalam kegerakan Tuhan selalu mengerti Tuhan sedang bergerak kemana dan ke arah mana.
Kita butuh kuasa untuk bisa membangkitkan kita dari kelumpuhan sehingga kita bisa mengikuti kegerakan Tuhan. Kita membutuhkan seorang Petrus dan Yohanes, hamba-hamba Tuhan yang dapat membawa kita mengalir dalam kegerakan Tuhan. Gereja membutuhkan semua itu.
3.       Tidak bisa berjalan dalam Roh Kudus
Terus bergerak berdasarkan sesuatu yang manusiawi atau lahiriah adalah menjadi ciri khas gereja masa kini. Maka dari itu sesuatu yang bersifat psikologi/kejiwaan sangat digemari.  Kita berkajang pada kemampuan manusiawi kita. Kita mencari tahu potensi, bakat dan karakter kita.
Namun sayangnya seringkali itu adalah perwujudan dari kelumpuhan kita, dimana kita tidak bisa berjalan dalam Roh. Kita hanya bisa hidup dalam dimensi daging dan kejiwaan. Kita tidak bisa membawa dimensi Roh masuk dalam kehidupan kita.
Betapa kita sangat membutuhkan kuasa Tuhan untuk kita bisa bangkit dari kelumpuhan dan mulai berjalan dalam Roh.
Ketika Roh dicurahkan atas Bezaleel dan Aholiab, Roh memberikan keahlian dan kecakapan khusus. Bukan ketika isi angket dan kuesioner. Ketika Roh tercurah di loteng Yerusalem, Petrus tidak belajar public speaking supaya berani berbicara. Namun Roh membuat Petrus berbicara dengan kuat dan akurat. Ketika Roh tercurah atas Daud membawa Daud memiliki kemampuan untuk menjadi Raja, bukan karena kedekatan dengan Saul.
Bukan berati sekolah, les atau  belajar  dan bekerja itu tidak perlu. BUKAN ITU YANG SAYA MAKSUDKAN.
Namun ini yang saya mau tegaskan, jangan karena kita tidak bisa membawa umat melangkah hidup dalam Roh sebagai gantinya kita cari jalan yang manusiawi atau lahiriah saja. Hal ini sangat berbahaya. Sekali lagi saya tegaskan betapa kita butuh kuasa untuk membawa umat Tuhan tidak berjalan dalam kemanusiawian apalagi kedagingan melainkan berjalan dalam kuasa Roh kudus.
Ingat, 1 Korintus 2:14 kalimat pertama menegaskan bahwa manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah. Dalam KJV but the natural man does not receive the things of the Spirit of God.
Oh betapa kita menjadi sedemikian naturalnya dalam kehidupan rohani kita. Kita dipandu buku-buku untuk bersaat teduh. Bukan karena itu tidak baik. Itu baik namun jangan itu dilakukan karena sudah sedemikian naturalnya kita dalam hidup ini.
Kita dipandu dengan mengerti apakah kita kolerik, melankolik, phlegmatic atau sanguine, bukankah itu natural man? Seharusnya kita bisa minta Roh bekerja sedemikian kuat mengubahkan kita menjadi manusia yang lain. Bukankah itu yang terjadi ketika pencurahan Roh Kudus kita alami?
Kita dipandu untuk mengerti cocoknya kerja dimana, apa potensi kita dan bahkan kita mengisi beberapa pertanyaan untuk kita bisa mengerti apa panggilan atau destiny kita. Bukankah kita menjadi sedemikian natural?  Ini baik namun jangan ini kita lakukan sebagai pengganti doa dan hubungan dengan Tuhan. Bukankah seharusnya semua itu di dapat dalam hubungan kita dengan Tuhan? Itu semua bukan pengganti hidup dalam Roh untuk mengerti kehendakNya.
Kekasih Tuhan, bangkitlah dari kelumpuhanmu. Masuki rencanaNya, ikuti kegerakanNya dan hidup dalam RohNya maka sesuatu yang besar pasti terjadi. Kegoncangan atas sebuah kota pasti terjadi. Kebangkitan kita dari kelumpuhan membuat sebuah kota menjadi “rusuh”.
Umat Tuhan, majulah masuki rencana Nya, jangan lagi hanya duduk manis dalam kumpulan ibadah. Jangan lagi hanya senang tinggal di gerbang bait suci yang indah. Bangkit dari kelumpuhanmu. Tuhan Yesus adalah Allah yang hidup. Alami kuasanya yang membangkitkan engkau dari kelumpuhan.
BERSAMBUNG……….

Senin, 15 Agustus 2011

MENJALANKAN HIDUP YANG BENAR


MENJALANKAN HIDUP YANG BENAR
Kej 6:11  Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
Kej 6:12  Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

Kejadian 6 mencatat bagaimana manusia dimusnahkan oleh air bah sebab kejahatan mereka. Alkitab mencatat kerusakan bumi pada waktu itu disebabkan manusia menjalankan hidup yang rusak. Saya meyakini bumi bukan semakin tua maka dari itu ada banyak bencana dan musibah namun saya meyakini bumi rusak sebab manusia di dalamnya sudah menjalankan hidup yang rusak. Sehingga bumi sebenarnya hanya mengikuti manusia yang tinggal di dalamnya. Dengan banyaknya kekerasan dan kejahatan ditengah manusia hal tersebut membuat bumi menjadi rusak. Cara hidup yang rusak membuat bumi ikut pula rusak.
Namun sebaliknya di sebuah kota yang terjadi transformasi dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Padahal pupuknya sama, benihnya sama dan tempat atau tanahnya sama. Namun hasilnya jauh berbeda. Mengapa? Sebab manusia di kota tersebut mengalami pembaharuan.
Mari kita pelajari apa yang membuat bumi menjadi sedemikian rusak sehingga Allah membuat keputusan untuk mengakhiri semua mahluk di bumi kecuali keluarga Nuh dan beberapa pasang hewan.
1.       Manusia melakukan apa saja yang disukai mereka.
Dalam Kejadian 6:2 kalimat terakhir menegaskan bahwa kesalahan manusia bukanlah ketika mereka menikah. Namun mereka menikah karena di dorong oleh keinginan mereka untuk melakukan apa yang mereka kehendaki. Ketika manusia melakukan kehendak sendiri bukan kehendak Tuhan, hal ini menyebabkan kemerosotan bagi bumi yang kita tempati. Ketika manusia semakin hidup berdasarkan keinginannya bukan keinginan Tuhan hal itu selalu bersifat merusak.
1 Yoh 2:15-17  Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Firman menegaskan bahwa kita tidak boleh mengasihi dunia atau sesuatu yang bersifat dunia. Yang di dalam dunia sudah nyata yaitu keinginan daging, mata serta keangkuhan hidup. Itu semua bukan berasal dari Bapa.  Dunia sedang lenyap dengan keinginannya. Selama kita hidup semau kita, sekehendak  hati kita maka kita sedang lenyap. Namun ketika kita terus rela, mau dan terus hidup dalam keinginan hati Tuhan maka kita akan hidup selama-lamanya. Pastikan kita tidak hidup di pimpin oleh keinginan kita melainkan keinginan Tuhan.
2.       Perkawinan campur, benih Ilahi dan benih manusiawi.
Kej 6:2  maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
Anak-anak Allah mengambil istri anak manusia, hal ini terjadi perkawinan campur. Benih yang kudus yang dimiliki anak Allah akhirnya bercampur dengan kemanusiawian atau kedagingan. Inilah yang membuat bumi semakin hancur. Dengan gampangnya seorang pria menikahi wanita yang belum percaya. Dengan mudahnya seorang wanita menikahi pria yang tidak beriman.
Stop kawin campur. Stop pernikahan gelap dan terang. Tidak ada lagi kompromi. Bukan lagi hanya satu agama atau keyakinan seharusnya kita memiliki standar yang lebih tinggi. Pastikan orang yang akan kita nikahi memiliki standar yang sama, hidup dalam kebenaran yang sama dan makan makanan rohani yang sama. Itulah yang namanya seimbang. Ketika kita menikahi seseorang yang memiliki kualitas roh yang sama maka kita akan melahirkan generasi yang jauh lebih baik, berpengaruh dan berdampak.
Kerusakan terjadi ketika anak Allah sembarangan menikah. Sembarangan memilih teman hidup. Pastikan bahwa mulai dari generasi kita, kita memilih teman hidup yang memiliki kualitas roh yang sama sehingga membawa kita menjadi partner in destiny untuk menyelesaikan kehendak Allah di bumi ini.
3.       Menjalankan hidup yang rusak di bumi
Bumi menjadi rusak karna manusia menjalankan hidup yang rusak. Apa arti menjalankan hidup yang rusak di bumi?
a.       Manusia hidup bukan dengan hati nurani yang disucikan oleh darahnya. Melainkan manusia hidup dari pikiran yang tidak ditaklukan kepada Kristus. Inilah yang menjadi kerusakan di bumi ketika manusia menjalankan hidup dengan pikirannya, merancang dengan pikirannya bukan dengan hatinya yang murni sehingga lahirlah keputusan yang jahat, ketetapan yang jahat dan menentang pengenalan akan Allah. Manusia tidak lahi hidup selaras antara pikiran, perkataan dan hatinya. Hati berpikir lain mulut mengucapkan lain dan pikiran merancang yang lain. Tidak ada kesatuan antara hati, pikiran dan perkataan. Muncul banyak dusta dan penipuan. Muncul kejahatan yang diorganisir atau direncanakan dengan seksama. Kebenaran adalah kalau hati, pikiran dan perkataan kita selaras. Kalay hati berkata tidak, mulut pun berkata tidak dan pikiran menetapkan tidak. Itulah keselarasan dalam kebenaran. Namun yang seringkali terjadi adalah mulut, hati dan pikiran semua berbeda-beda. Inilah yang namanya tidak berintegritas. Akhirnya kita menjadi sekumpulan orang munafik di bumi ini. Hal ini tidak boleh terjadi demikian dalam kehidupan kita sebagai anak Allah. Pastikan hati, pikiran dan perkataan kita selaras dengan firmanNya.
b.      Kecenderungan hatinya selalu penuh kejahatan. Ada kefasikan dalam hati yang kita perlu potong atau kerat habis dalam hati kita. Inilah yang membuat kecenderungan hati kita. Contoh apabila ada kecenderungan malas, maka kita akan mulai memanfaatkan waktu luang kita hanya untuk memanjakan tubuh kita. Ini artinya kecenderungan hati kita demikian. Hal ini harus kita tanggulangi.
c.       Melakukan sesuatu tidak akurat. Nuh membangun bahtera dengan tepat seperti apa yang Tuhan katakana. Itulah keakuratan. Namun kita seringkali tidak akurat. Kita sering menambah atau mengurangi pesan yang Tuhan sampaikan. Hal ini tidak boleh terjadi. Kita harus belajar akurat. Tepat sasaran. Pastikan bahwa kita hidup secara akurat dalam usaha, pekerjaan atau study yang sedang kita lakukan. Bahkan termasuk dalam hal melayani kita harus akurat. Kita tidak boleh sekesar hanya melayani. Pastikan pelayanan yang kita kerjakan benar benar dari Tuhan bukan karena ketidak enakan kita akan keorganisasian belaka. Pastikan kita bekerja bukan hanya untuk sesuap nasi, ini menandakan ada ketidak akuratan dalam kehidupan kita. Akurat itulah password yang harus terus kita ingat dalam hidup ini. Akurat !

Kamis, 21 Juli 2011

RAHIM PROFETIS (Yesaya 66:6-9)


RAHIM PROFETIS
(Yesaya 66:6-9)

Rahim adalah sesuatu yang sangat penting untuk seorang wanita bisa melahirkan. Rahim adalah tempat pembuahan terjadi. Kebahagiaan para wanita adalah rahim  yang bisa dibuahi dan melahirkan anak-anak. Proses inilah yang disebut mengandung dan melahirkan.
Tahukah Saudara, Tuhan sangat merindukan kita gerejaNya untuk mengandung dan melahirkan. Ya, mengandung anak kegerakan dan melahirkan anak kegerakan yang akhirnya anak tersebut bisa membangun negeri.
Kita harus menyadari bahwa sebagai gereja kita memiliki RAHIM PROFETIS. Sebuah rahim yang akan melahirkan kegerakan besar di kota-kota di negeri ini. Saya percaya sama seperti proses kehamilan, demikian pula proses rahim profetis ini. Tanpa memiliki rahim profetis kita tidak bisa bergerak untuk membentuk Indonesia Baru atau Indonesia yang dilahirkan kembali.
Yesaya menegaskan terjadi kegemparan di kota oleh karena GerejaNya ! Tuhan melakukan pembalasan kepada orang fasik. Bagaimana caranya? Dengan mengangkat orang benar ke dalam posisi kemuliaan dan berpengaruh.  Bahkan gereja mampu melahirkan dalam waktu semalam. Kenapa? Karena Firma nada pada gerejaNya.
Ingat, ada satu kota atau bangsa yang disebutkan atas namamu. Bersiaplah dan songsonglah bangsa yang Tuhan berikan tersebut. Kejadian 25:23 menegaskan, kelahiran seorang bayi bukan hanya bicara tentang seorang anak perempuan atau laki-laki melainkan berbicara sebuah suku bangsa. Pahami dan mengertilah destiny mu!
Bagaimana caranya kita memiliki Rahim Profetis ini sehingga Indonesia yang baru bisa dilahirkan?
1.    PEMBUAHAN OLEH FIRMAN
Tuhan ingin gerejaNya dibuahi hanya oleh FirmanNya. Selama kita hidup berdasarkan fakta dan sensus makan akan selalu terjadi ketidakpercayaan kepada kuasa dan kedaulatan Tuhan. Firman harus mendapat tempat di hati dan hidup kita. Selama Firman tidak mendapat tempat maka tidak akan ada pembuahan dalam kehidupan rohani kita. Sebagai efeknya kita tidak akan sanggup menggenapi rencana Allah atas hidup kita.
Firmanlah yang kita butuhkan dalam kehidupan yang kita jalani. Firmanlah sumber energy sesungguhnya dalam kehidupan kita. Tanpa Firman datang semua sia-sia. Namun ketika Firman datang, segelap apapun hidupmu,masa depanmu bahkan dosamu, akan selalu ada terang dan keteraturan Ilahi yang Tuhan buat dalam hidupmu. Kejadian 1:2-3 menceritakan bumi yang rusak parah, gelap dan kosong. Namun ketika Tuhan melepaskan Firman maka semua itu diubahkan dan dijadikan rapih kembali.
Matius 13:31-46 menjelaskan tentang Firman yang mendapat tempat. Benih yang tumbuh menjadi gandum dan juga dijelaskan seorang yang rela menjual segalanya demi untuk mendapatkan harta terpendam. Dia rela kehilangan seluruhnya untuk sebuah harta terbaik yaitu mutiara yang berharga. Mutiara itu ialah firmanNya.

2.    PEMBENTUKAN RUPA KRISTUS

Galatia 4:19 menjelaskan tentang bagaimana Paulus hamil secara rohani hingga sampai melahirkan dengan satu tujuan supaya Rupa Kristus terbentuk atas kita umat Tuhan.
Ini berbicara tentang bagaimana proses Tuhan menenun kita menjadi pribadi yang serupa Kristus. Kita mulai dibawa Tuhan bukan hanya menjadi orang percaya namun menjadi orang benar.
Mat 13:43  Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Kapan itu terjadi ketika umat Tuhan dipersiapkan, dibentuk ulang, dicetak ulang hingga rupa Kristus menjadi semakin nyata-semakin nyata dan semakin nyata dalam hidup kita. Sehingga kita benar-benar menjadi imitasi Kristus. Kita benar-benar menjadi representasi Sorga di bumi ini.
Tuhan sedang membentuk generasi baru yang berbeda lewat hidup kita. Dia sangat rindu untuk orang benar bisa dimunculkan dan bercahaya seperti matahari. Pembentukan yang Tuhan kerjakan adalah selalu memakai pola Surga.
Pola Surga untuk bisa terjadi terobosan bagi sebuah negeri adalah melalui pola bapa dan anak. Maleakhi 4:5-6 menjelaskan tentang kehancuran bumi adalah oleh sebab tidak adanya hubungan bapa dan anak yang benar. Ini bukan hanya bicara tentang bapa anak secara jasmaniah atau keturunan alamiah. Ini berbicara tentang bapa rohani dan anak rohani. Bumi rusak sebab pola ini tidak ada dalam gereja. Pola ini diganti dengan aktifitas.
Inilah jeritan generasi dalam gereja Yohanes 14:8, Filipus mewakili generasi ini berteriak tunjukkan bapa, itu sudah cukup baginya, dan Kristus menunjukkan siapa Bapa dalam diri Kristus.
Hal yang pertama Tuhan akan kerjakan dalam kehidupan kita adalah menemukan seorang bapa rohani. Tanpa hal ini sangat sulit terjadi pembentukan ulang.
Ciri-ciri seorang bapa rohani :
1.      Memanifestasikan keakuratan Ilahi dalam hidupnya. Hidupnya menjadi surat terbuka.
2.      Hidup dalam ketergantungan kepada Tuhan, mutlak.
3.      Selalu mewariskan pengenalan akan Tuhan kepada anak-anaknya.
4.      Bapa rohani yang baik adalah anak rohani yang baik.
Membangun mulai membangun hubungan dengan bapa rohani :
1.      Hati kita terbuka kepada kebenaran yang dibagikan sehingga anugerah yang sama terimpartasi.
2.      Kita mulai tertarik mendalami pesan dan arahan yang disampaikan.
3.      Kita akan bertumbuh sampai kepada level pemahaman si Hamba Tuhan tsb.
4.      Kita akan mulai terhubung dengan Hamba Tuhan tsb.
Apa yang harus diikuti dari pemimpin yang menjadi bapa rohani ? (2 Tim 3:10)
2Ti 3:10  Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
1.      Dasar keyakinan (ajaranku)
2.      Pola Hidup yang sudah terbangun (cara hidupku)
3.      Jalan berpikir/pertimbangan yang dimiliki (pendirianku)
4.      Tekad dan kegigihan (Imanku)
5.      Hikmat dan sikap hati dalam menghadapi berbagai masalah (kesabaran, kasih, ketekunan)