Kamis, 31 Mei 2012

Apa itu Kegerakan ?


Kebangunan rohani selalu identik dengan pencurahan Roh. Namun belakangan ini kita seringkali salah definisi dalam mengartikan sebuah kebangunan rohani atau kegerakan. Seringkali kita hanya puas sampai mengalami tumbang dalam Roh, menari dalam Roh dan berbagai mukjizat saja. Namun hari ini saya tegaskan, lanjutkan terus hidup kita dalam kegerakan yang terbaru, jangan berhenti dan berputar di seputaran hal itu saja.
Sejak tahun 1960-1970an, Indonesia terus dilanda pencurahan Roh yang membawa kepada kegerakan besar. Pada tahun 1960 terjadi kegerakan penginjilan yang disertai tanda ajaib dan mukjizat-mukjizat.
Pada Tahun 1980an terjadi ledakan penanaman gereja. Gereja bertambah banyak di negeri ini. Dengan sangat cepat menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Mulailah bermunculan banyak denominasi yang efek negatifnya adalah menjadi tembok pemisah antara satu dengan yang lainnya. Muncul banyak perpecahan karena hamba Tuhan yang belum dibentuk ulang atau tidak akurat.  Di tahun-tahun inilah gereja lebih banyak berfokus ke hal intern untuk membesarkan denominasinya dengan menambah jumlah jemaat.
Pada awal 1990an Roh Kudus mulai bekerja di luar gereja. Banyak persekutuan doa mulai lahir namun di luar gereja. Pusat praise and worship mulai muncul dimana mana. Pelayanan non denominasi mulai muncul, ini yang sering kita sebut ministry. Gereja akhirnya menyadari bahwa Tuhan tidak lagi bergerak di antara mereka lalu gereja mulai kembali membuka diri dan Tuhan kembali menyatakan diriNya di gereja yang ada.
Pada tahun 2000an mulailah muncul gerakan profetik dan apostolic. Gereja dipersiapkan untuk memiliki RAHIM PROFETIS.  Kegerakan yang sedang dan akan datang ini adalah kegerakan yang ditujukan untuk membangun negri. Di mana gereja mulai diposisikan Tuhan untuk memberkati kota dan mempengaruhi masa depan bangsa.
Bagaimana sebuah kegerakan dimulai ?
1.    Kegerakan akan terjadi bila terjadi penyingkapan Firman yang Roh Kudus kerjakan dalam kehidupan kita.
-          Jadikan penyingkapan Firman bukan sebagai MAKANAN ROHANI melainkan sebagai KEKUATAN ROHANI untuk menjadi “manusia yang lain”.
-          Pakailah Firman yang diwahyukan untuk mulai membangun kebiasaan baru dan menjadi dasar keyakinan kita yang kokoh.
-          Konsisten, mendeklarasikan Firman yang diwahyukan tersebut sebagai nubuatan pribadi untuk hidup kita.
-          Biarkan Firman itu mempengaruhi seluruh hidup kita termasuk emosi kita.
2.    Kegerakan akan terjadi apabila hati yang suam atau dingin dijamah dan diubahkan Roh Kudus sehingga kita mengalami passion Ilahi atau keantusiasan Roh.
-          Kita menjadi lebih percaya kepada FirmanNya.
-          Memiliki kapasitas iman yang diperbesar, ukuran iman yang bertumbuh.
-          Memiliki keberanian untuk berdoa dan keyakinan yang kuat bahwa doanya pasti dijawab.
-          Mulai dikuasai oleh roh yang haus dan lapar akan Allah.

3.    Muncul tekad yang kuat dan tingkat kepuasan yang hanya bisa dipuaskan oleh Tuhan saja.
-          Mulai berani menantang arus
-          Tidak pernah menyerah atau berhenti sampai apa yang Tuhan rindukan terjadi
-          Tekad baja muncul dan mengerahkan semua potensi bagi Kerajaan.

Jika Tuhan membutuhkan orang untuk Dia pakai, pastikah kitalah orangnya !!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar