PEMBERONTAKAN
DAN KESESATAN ???
Hari-hari belakangan ini banyak
sekali orang yang tulus hatinya dan cinta kebenaran, dibingungkan oleh yang
namanya penundukan diri terhadap otoritas. Para pemimpin agamawi atau para
pendeta memakai kata ini seringkali dengan maksud yang tidak tulus. Saya
mencoba untuk menceritakan dengan sudut pandang yang lain. Bukan berarti saya
mentolerir pemberontakan, sama sekali tidak. Namun saya ingin kita bisa
melihatnya dari sudut pandang hati yang murni dan bersih.
Seringkali ketika perubahan datang
dari atas atau dari seorang pemimpin kita menyebutnya transformasi atau ada
juga yang menyebutnya kegerakan rohani. Namun apabila datangnya dari orang
dibawah kita, kita menyebutnya pemberontakan. Mengapa bisa begitu?
Kekasih Tuhan, ketika perbedaan
terjadi, seringkali yang atas tidak mau mengalah dan yang bawah dipersalahkan.
Hal yang paling umum ketika itu terjadi maka seorang pemimpin akan
mempergunakan ayat berikut ini :
Ibrani
13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka…
Meminta penghormatan tanpa memberi
hidup. Meminta dijadikan panutan tanpa keteladanan. Minta ditaati tanpa memberi
kebenaran. Ini adalah hal yang aneh. Apakah kita lupa ada ayat yang lain
berkata :
Gal 6:7 Jangan
sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur
orang, itu juga yang akan dituainya.
Gal
6:8 Sebab barangsiapa menabur
dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal
dari Roh itu.
Kalau seorang pemimpin hidup dalam
penundukan diri kepada Allah dan bisa menundukkan diri kepada seseorang yang
lain atau rekan hamba Tuhan yang lain maka saya percaya apa yang sudah
ditaburnya akan dituainya, orang dibawahnya akan dengan senang hati memberi
hidup untuk tunduk dalam kepemimpinannya. Tunduk disini bukan bersekongkol. Ada
banyak hamba Tuhan menundukkan diri kepada seseorang karena bersekongkol akan
sesuatu yang yang dia sukai atau tidak dia sukai. Yang demikian tidak boleh
terjadi.
Kita harus disatukan karena
kebenaran. Kita tunduk namun memastikan kita akan lebih tunduk kepada Allah
yang Maha Tinggi.
Kis 4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka:
"Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat
kepada kamu atau taat kepada Allah.
Banyak pemimpin menginginkan jemaat
atau yang dipimpinnya untuk tunduk padahal sang pemimpin sendiri tidak pernah
menundukan diri kepada terang Firman Allah. Petrus dan Yohanes di panggil
pemuka agama (orang senior). Para pemuka ini sudah lebih tahu dahulu kitab suci
dari pada Petrus. Ketika Petrus dan Yohanes melayani dengan cara yang berbeda
dan meyakini kebenaran yang berbeda, pemimpin agama ini menolak mereka dan
mengisyaratkan agar Petrus dan Yohanes tunduk dan taat kepada apa yang mereka
perintahkan.
Petrus dan Yohanes berkata dengan
tegas, mereka lebih memilih taat kepada Tuhan. Apakah ini disebut PEMBERONTAKAN
????
Hal yang lain adalah kisah tentang 4
orang di Babel diperintahkan untuk tidak berdoa kepada Allah dan diharuskan
menyembah patung raja.
Dan 3:13 Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam
marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap.
Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,
Dan 3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka:
"Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja
dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
Dan 3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu
mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan
berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu!
Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke
dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu
dari dalam tanganku?"
Dan 3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab
raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku
dalam hal ini.
Dan 3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup
melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala
itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
Dan 3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku
mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan
menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
Sadrak, Mesak dan Abednego menolak
untuk mengikuti perintah raja. Bahkan mereka seakan-akan menantang dengan
berkata tidak ada gunanya kami memberi jawab. Apakah keyakinan seperti itu
disebut PEMBERONTAKAN?
Kita juga ingat kisah Maria, Ibu
Yesus dan Yusuf. Ketika mengetahui dirinya hamil, apakah Maria harus cerita
kepada orang tua atau pemimpinnya pada waktu itu? Baca Matius 1-2. Apakah Maria
disebut pemberontak hanya karena tidak melaporkan apa yang terjadi? Apakah
orang majus disebut pemberontak karena tidak memberitahukan sesuatu kepada Herodes?
Saudaraku, janganlah terlalu gampang
membuat penilaian lalu cepat-cepat berkata bahwa itu memberontak.
Saya ingat sebuah kejadian, sewaktu
saya mengunjungi sebuah kota, lalu pemimpin gereja setempat mengancam semua
anak pelayanan yang pernah saya layani. Lalu berpesan jangan memberontak, kita
harus tunduk kepada pemimpin. Lalu beberapa orang yang hatinya murni dan bersih
lalu tetap berusaha bertemu dengan saya. Apakah itu namanya pemberontakan?
Sedang Tuhan saja bilang kasihi musuhmu. Apalagi saya bukan musuh mereka????
Dengan dalih penundukan diri, para
pemimpin agama sekarang dengan enteng menginginkan apa yang mereka inginkan
supaya terwujud.
Ada hal lain lagi, ketika ada
sekelompok orang dilarang untuk ikut sebuah konferensi rohani. Namun mereka diam-diam
pergi juga. Lalu si pemimpin berkata itu pemberontakan. Coba pikirkan, yang
lainnya mengikuti new age tidak dilarang. Ikut berbagai jenis seminar MLM tidak
dilarang. Justru ikut sebuah acara rohani yang mengubahkan hidup kok dilarang.
Apa ini dikategorikan pemberontakan ????
Lalu beralasan itu sesat. Nah saya
ingin menjelaskan kepada pembaca sekalian apa itu sesat ? Sesat adalah
kehilangan arah atau tidak tahu tujuan atau kehilang peta untuk mencapai
tujuan. Seringkali yang berkata itu sesat justru yang tersesat dan yang sedang
dibilang sesat justru sudah menemukan jalan atau petanya. Aneh bukan?
Ada seseorang bergabung dengan sebuah
pelayanan gerejawi. Selama belasan tahun tidak tahu mau dibawa kemana pelayanan
itu. Dari tahun pertama sampai sekarang, pokok doa tiap tahun sama. Masalah
ketika dievaluasi sama. Orang-orang yang ada keluar masuk. Strategi sama.
Kepahitan kekecewaan terus bergantian. Ditanya mau dibawa kemana gereja ini?
Tidak ada yang dapat menjelaskannya.
Lalu orang ini menemukan kebenaran
dan mulai membangun pelayanan dengan cara yang berbeda. Dia menemukan arah
pelayanan dan tahu mau kemana pelayanan tersebut dibawa. Bahkan sudah tahu
dengan pasti strategi apa yang akan dipakai. Lalu disebut sesat. Sebenarnya
yang mana yang sesat dan mana yang tahu jalan?
Saya melayani di sebuah gereja.
Selama 14 tahun gereja tersebut dalam kegelapan. jemaat tanpa perubahan. Dosa
berkecamuk didalam. Perzinahan dipertontonkan tanpa ada disiplin kebenaran.
Tuhan memberikan Firman karna Dia sangat mengasihi gereja. Ketika saya
membagikan kebenaran, lalu keluarga-keluarga mulai diubahkan. Kehidupan
orang-orang diubahkan. Namun ada beberapa yang keras hatinya dan memusuhi saya.
Namun kebenaran tetaplah kebenaran. Perubahan terjadi. Karena orang-orang alami
perubahan dan pertobatan itulah saya dibilang mengajarkan ajaran sesat. Aneh!!!
Padahal Firman Tuhan jelas dalam Kisah
5:26-41, nasihat Gamaliel sangat jelas, sekalipun itu sesat, biarkanlah Allah
yang bergerak dan menyatakan kedaulatan. Kalau sesat Allah akan menghancurkan.
Bahkan kebenaran akan menghancurkan gerakan tersebut. Namun kalau tidak sesat,
jangan sampai kita justru menjadi orang yang melawan Allah.
Nasihat yang sangat bijaksana dari
seorang pemuka agama. Seharusnya kita bisa menyikapi yang terjadi dengan cara
yang bijak seperti itu.
Menjelekkan kelompok lain hanya akan
membut orang penasaran lebih ingin tahu. Membusukkan nama seseorang hanya akan
membuat orang-orang makin bersimpati kepada orang yang dibusukkan tersebut.
Larangan-larangan akan membuat orang sembunyi-sembunyi ingin tahu lebih banyak.
Itulah kebiasaan orang-orang di
generasi ini.
Akhir kata, saya harap kita bisa
mengerti apa itu pemberontakan dan apa itu yang disebut sesat. Tuhan bersama
kita !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar