MEMBANGUN MANUSIA KRISTUS
Tuhan betul-betul ingin membawa
setiap kita untuk memanifestasikan keilahian Tuhan. Dari waktu ke waktu Tuhan
menghendaki agar lewat gerejaNya, akan bisa dimunculkan orang percaya, suatu
generasi yang baru yang akan memanifestasikan kepenuhan Kristus di atas muka
bumi ini. Tuhan tidak menghendaki kita terus berjalan sebagai manusia biasa,
Tuhan menghendaki agar kita bisa memanifestasikan Kristus secara nyata lewat
hidup kita.Efesus 3 : 14-15 “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari
pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.”
Dalam ayat ini terkandung suatu esensi pelayanan apostolik yang sesungguhnya.
Esensi dari pelayan apostolik bukan saat gereja buka cabang. Walaupun selama
ini pengertian yang orang miliki tentang pelayanan apostolik adalah mereka yang
diutus. Ternyata pelayanan apostolik itu sendiri memiliki esensi lebih dari
sekedar membuka cabang gereja lagi.Pelayanan apostolik sama sekali bukan
berbicara mengenai kita mengutus orang atau merintis gereja baru. Itu bukan
esensi dari pelayanan apostolik. Esensi
dari pelayanan rasuli, ini adalah cikal bakal dari terjadinya transformasi
nasional. Ketika pelayanan apostolik yang sejati dilahirkan, cepat atau lambat
akan terjadi transformasi nasional. Esensi dari pelayanan apostolik, terkandung
dalam Efesus 3:14-15 “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari
pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.”,
dalam bahasa Inggris disebutkan “every families”, keluarga yang dimaksud
disini adalah keluarga rohani. Ketika pelayanan apostolik dilahirkan oleh
Tuhan, Tuhan memunculkan para rasul untuk memiliki kapasitas dan fungsi
pelayanan seperti seorang bapa.Mengapa Tuhan menyebut diriNya sebagai
seorang Bapa? Mengapa Yesus sebut diriNya sebagai Anak? Karena Yesus ingin
menunjukkan, Tuhan ingin memberitaukan, begini seharusnya esensi sebuah
pelayanan yang sesungguhnya, yaitu dibangun seperti sebuah keluarga. Ketika pelayanan rasuli dilahirkan di
atas muka bumi ini, Tuhan ingin lewat pelayanan rasuli akan lahir
keluarga-keluarga ilahi. Kenapa Allah menyebut diriNya sebagai Allah Abraham,
Allah Ishak, dan Allah Yakub? Kembali ini berbicara tentang keluarga. Abraham
adalah bapa dari Ishak, Ishak adalah bapa dari Yakub, dan dari Yakub lahir 12
suku Israel.Ketika Alkitab berbicara
mengenai pelayanan rasuli, pelayanan pembapaan, Tuhan menghendaki engkau
sebagai jemaat langsung memposisikan diri sebagai anak rohani, tinggal dalam
sebuah keluarga ilahi. Disebutkan pada Efesus 3: 15 “... yang dari pada-Nya
semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.” atau
menerima nature yang sama seperti yang bapa miliki. Nama mengekspresikan nature. Mengapa Yakub harus diubah namanya
menjadi Israel? Karena Tuhan ingin pastikan ada perubahan nature. Tuhan
menghendaki adanya perubahan nature.Mengapa Abram harus diganti namanya menjadi
Abraham? Apakah Ishak dan Ismael mempunyai bapa yang sama? Tidak. Ismael adalah
anak Abram, tetapi Ishak adalah anak Abraham, orang yang hidupnya sudah diubah.
Abram dan Abraham adalah 2 pribadi yang berbeda. Sama seperti Paulus berkata,
“yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Kor 5 : 17)
Abraham yang ada adalah bapa kita semua.Tuhan menghendaki kita sebagai orang
percaya terus belajar memfokuskan perhatian untuk terjadinya perubahan nature
dalam hidup kita. Karena dari sejak semula, Tuhan menghendaki agar bumi ini
dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki nature ilahi. Kej 1:26-28
“Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan
rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di
udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata
yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu
menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan
perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman
kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan
taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara
dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Tuhan sendiri berfirman
.Allah itu Roh, dan menjadikan kita sebagai manusia roh. Allah sebagai
roh, memiliki nature yang ilahi. Ketika Tuhan berkata “Baiklah Kita menjadikan
manusia menurut gambar dan rupa Kita, .. ”(Kej 1:26) Manusia sebagai makhluk
roh, ketika dijadikan serupa dan segambar dengan Dia, mewarisi nature yang
ilahi juga. Itu sebabnya Alkitab berkata bahwa manusia bisa berkuasa.Semakin kita
memiliki nature yang ilahi, semakin kita berkuasa. Semakin kita
mengalami perubahan menjadi serupa dan segambar dengan Kristus, semakin ilahi
nature kita, semakin berkuasa diri kita.Ketika sebagai jemaat, engkau menerima
Tuhan dan Yesus sebagai Juruselamat, engkau mengalami kelahiran baru.
Sesungguhnya sejak saat itu, benih nature ilahi ditanam kembali dalam hidupmu.
Ketika manusia jatuh dalam dosa,Ketika Tuhan menjadikan manusia, Tuhan
menjadikan serupa segambar dengan diriNya. Akibat dosa, nature ilahi menjadi
rusak. Ditulis dalam Kejadian 3: 11-12 ”Firman-Nya: "Siapakah yang
memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah
pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu
menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari
buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Manusia yang kehilangan nature
ilahi, mulai saling tuduh. Kejadian 3:21-22 “Dan TUHAN Allah membuat pakaian
dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya
kepada mereka. Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya
manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik
dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan
mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk
selama-lamanya."Ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia mencari daun
pohon ara untuk dipakai menjadi cawat, solusi yang dibuat bersifat sementara
karena daun pohon ara mudah menjadi layu. Tetapi solusi yang Tuhan beri, memang
menuntut pengorbanan, tapi sifatnya permanen. Tuhan memberikan baju dari kulit
binatang. Artinya ada binatang yang harus tersembelih. Itu adalah gambaran dari
Yesus sebagai Anak Domba Allah yang sudah tersembelih sebelum dunia ini ada.
Dari sisi Tuhan, pribadi yang ilahi, karena Ia punya nature ilahi, ketika ada
suatu kekeliruan, masing-masing mereka rela berkorban untuk membereskan
kekeliruan yang ada. Tapi dari sisi manusia yang mulai kehilangan nature ilahi,
ketika mulai ada teguran, mereka saling menyalahkan. Itu menunjukkan naturenya
rusak. Semakin manusia hidup di dalam dosa, semakin nature ilahi bertambah
parah. Awalnya manusia hanya saling menuduh, akhirnya manusia mulai saling
membunuh. Kain membunuh Habel, itu menunjukkan nature manusia yang semakin
rusak.Ketika Tuhan melahirkan gerejaNya dan Tuhan memerintahkan para rasul
untuk mulai masuk dalam pelayanan menjadi seorang bapa rohani, Tuhan
menghendaki benih ilahi yang Yesus tanamkan dalam hidup kita, setelah kita
mengalami kelahiran baru akan terus bisa dibangun, dibentuk, sehingga sekali
lagi manusia bisa menggambarkan citra Allah. Ketika nature ilahi yang ada dalam
hidup manusia mengalami kerusakan akibat ketidaktaatan, manusia mulai saling
tuduh dan membunuh. Ketika Tuhan lahirkan gerejaNya, munculkan para rasul,
esensi dari pelayanannya adalah melahirkan generasi yang baru, keluarga yang
baru yang kembali memunculkan nature ilahi. Ketika nature ilahi betul-betul
mulai berfungsi, lahir sebuah generasi yang baru, muncul nature ilahi yang sama
seperti manusia pertama sebelum jatuh dalam dosa. Alkitab menubuatkan pada
Mikha 4 “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan
berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit;
bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi
serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub,
supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan
menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari
Yerusalem."Tetapi yang menjadi poin penting disini bukan pengajarannya,
tetapi perubahan nature. Pengajaran hanya sarana, yang menjadi alasan
bangsa-bangsa datang ke gunung rumah Tuhan adalah karena mereka melihat
orang-orang hasil produk rumah Tuhan memiliki nature hidup yang berbeda,
naturenya ilahi. Orang sering berkata bahwa kita adalah manusia biasa, tetapi
sesungguhnya engkau bukan manusia biasa! Sejak engkau menerima Tuhan dan Yesus
menjadi Juruselamat, engkau bukan manusia biasa, engkau adalah makhluk sorgawi.
1 Kor 15:44-45 “Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah
tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. Seperti
ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup",
tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Adam yang
akhir berbicara mengenai Yesus. Generasi sesudah Adam setelah jatuh dalam dosa,
mereka mengadopsi nature yang Adam miliki setelah kejatuhannya. Walaupun
keinginan hati Tuhan adalah seluruh bumi akan dipenuhi oleh orang-orang yang
sama seperti Adam sebelum kejatuhannya, tetapi generasi sesudah Adam hanya bisa
mengadopsi nature Adam yang sudah rusak. Kain membunuh Habel karena Kain
mewarisi nature Adam yang manusiawi, sbg makhluk yang hidup. Tetapi Tuhan
mengatakan, kita bukan garis keturunan dari Adam yang pertama, kita sebagai
orang percaya adalah garis keturunan Adam yang terakhir. Adam yang terakhir
dituliskan dalam Alkitab sebagai roh yang menghidupkan. Artinya keberadaanmu
sebagai manusia biasa yang secara lahiriah masih mengadopsi natur yang
lahiriah, akan bisa dikuburkan mati bersama-sama dengan Kristus, tetapi pada
saat yang sama engkau dibangkitkan kembali, karena Adam yang terakhir adalah
roh yang menghidupkan. Sama seperti Paulus berkata dalam Galatia 2:20 “namun
aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang
hidup di dalam aku...”1 Kor 15:46-49 “Tetapi yang mula-mula datang bukanlah
yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani,
manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama
dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan
Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai
rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang
sorgawi.”Ketika engkau dilahirkan ke dalam dunia ini, secara manusiawi engkau
masih terdiri dari debu tanah, hasil dari Adam yang pertama. Tapi ketika engkau
bertobat, engkau menerima Yesus, menjadi orang percaya, manusia pertama mati,
manusia yang baru lahir. Engkau disebut sebagai keturunan Adam yang terakhir,
engkau bukan lagi makhluk hidup, tetapi engkau makhluk yang menghidupkan.
Engkau bukan lagi manusia jasmaniah, tetapi engkau adalah mahkluk sorgawi.Sama
seperti engkau sebagai manusia lahiriah menjalani hidupmu sehari-hari, pada
saat yang sama ketika kebenaran ini dibukakan bagimu, Alkitab menubuatkan,
engkau akan memakai manusia rohaniahmu. Engkau akan hidup sebagai manusia roh,
dan Tuhan akan menyebut engkau sebagai makhluk sorgawi. Itu terjadi ketika
engkau terus dibangun. Ketika nature manusia rohmu terus dibangun, nature ilahi
dalam hidupmu semakin bertambah nyata, semakin memanifestasikan Kristus, engkau
akan semakin serupa dan segambar dengan Tuhan.Pada saat engkau terus dibangun,
nature ilahi dalam hidupmu semakin bertambah nyata, semakin memanifestasikan
Kristus, engkau akan mulai alami orang-orang diluar sana akan berduyun-duyun
datang ke dalam rumah Tuhan karena mereka mendapati di rumah Tuhan ada orang-orang
yang memiliki hasil produk yang berbeda, kualitas hidupnya berbeda, naturenya
berbeda, prbedaan nature yang engkau miliki, akan membuat engkau bisa menjadi
hakim bagi bangsa-bangsa, seperti tertulis pada Mikha 4:3 “Ia akan menjadi
hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang
besar sampai ke tempat yang jauh”.Ini waktunya kita sebagai jemaat Tuhan
menyadari bahwa Tuhan menghendaki terjadinya perubahan nature ilahi dalam hidup
kita. Ketika kita terus ada dalam pelayanan apostolik, setiap prinsip firman,
setiap impartasi roh yang datang dalam hidupmu, akan mulai mengubahkan nature
manusia rohmu, nature manusia rohmu akan terus diupgrade semakin ilahi, semakin
bertambah ilahi. Ketika engkau mencapai titik tertentu secara rohani, engkau
menjadi anak Allah, engkau menjadi anak Raja, secara ilahi Tuhan akan
membuat hidupmu menjadi patokan bagi orang-orang lain, bangsa-bangsa akan
datang dan ingin supaya engkau menjadi hakim bagi mereka. Saat Adam jatuh dalam
dosa, nature ilahi rusak. Akibat kerusakan nature ilahi, manusia saling tuduh,
saling dakwa, manusia saling membunuh. Tetapi ketika nature ilahi diubahkan,
Tuhan akan mengubahkan bangsa ini lewat orang yang naturenya sudah diubahkan.
Lewat engkau sebagai jemaat Tuhan, ketika nature ilahi dalam hidupmu semakin
muncul dan terbangun, untuk bangsa ini mengalami perubahan, itu sifatnya
pasti!Ketika ada orang yang mulai mengalami perubahan nature ilahi, engkau akan
bisa mengubah orang lain lagi. Setiap perubahan yang terjadi dalam hidupmu
adalah merupakan tanda perjanjian untuk terjadinya perubahan diluar sana.
Engkau berubah, orang lain pasti berubah. Kalau gereja belum berubah, kota
tidak akan berubah. Tapi ketika orang-orang yang dalam gereja mengalami
perubahan, kota pasti berubah.Ketika kita terus berjalan dalam jalan Tuhan,
kita terus ijinkan orang lain berfungsi sebagai bapa rohani, mencetak ulang roh
kita, membentuk ulang nature dari roh kita, engkau akan mulai melihat perubahan
besar akan terjadi atas kota ini.
Hal-hal yang perlu kita pahami
mengenai nature manusia roh:
1. Nature manusia
roh sesungguhnya adalah esensi dari keberadaan diri kita yang akan
termanifestasi dalam hidup sehari-hari.
Ketika Tuhan pertama kali
menjadikan manusia, Allah itu adalah roh, Tuhan jadikan manusia serupa dan
segambar dengan diriNya artinya hakekat manusia yang sesungguhnya, manusia
adalah makhluk roh.Nature manusia roh, adalah hakekat manusia yang
sesungguhnya. Kalau engkau mempunyai nature manusia roh yang ilahi, kehidupan
sehari-harimu pasti akan memanifestasikan keilahian. Tetapi ketika manusia
jatuh dalam dosa, memberontak, nature manusia rohnya tercemar, rusak. Karena
nature manusia rohnya rusak, kembali termanifestasi lewat hidup sehari-hari
seperti yang kita ketahui pada Kejadian 3.Rusaknya nature manusia akan terus
termanifestasi lewat kehidupan sehari-hari manusia. Kalau kita ingin membenahi
keluarga, benahi pribadi orang-orangnya dahulu, karena adanya nature yang
rusak/tercemar. Kalau ingin
mengubah dunia, ubah pribadi orang-orangnya. Sudah bertobat tidak menjamin
seseorang langsung memanifestasikan keilahian. Itu sebabnya kita harus terus
dibangun, walaupun benih nature ilahi sudah tertanam, tetapi kita masih terus
hidup secara manusiawi. Efesus 4:17-19 “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini
kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak
mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap,
jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam
mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga
mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala
macam kecemaran.”Inilah yang menjadi alasan mengapa kegerakan di masa lalu
berhenti, karena orang-orang yang berperan dalam kegerakan tidak memiliki
nature yang ilahi. Dipakai Tuhan dengan luar biasa, tetapi wadahnya masih
manusiawi. Itu sebabnya masih banyak kemanusiawian yang ikut berperan
disana.Tuhan ingin pastikan pencurahan roh atas Indonesia tidak pernah berhenti,
terus bergulir, terus bergulir, sampai seluruh Indonesia penuh kemuliaanNya.
Tuhan
menghendaki kita sebagai jemaat kita fokus bukan pada masalah berfungsi dipakai
Tuhan secara luar biasa, tetapi kita mulai berfokus memperbaiki dan
meningkatkan nature dari manusia roh kita menjadi sosok pribadi yang akurat.
Kita harus
menjadi jemaat yang berfungsi dan akurat. Jika kita hanya berfungsi saja, ini
akan berakhir pada sebuah program kerja saja. Program kerja bisa datang dan
pergi, bisa selesai begitu saja. Tetapi Tuhan menghendaki engkau menjadi sosok
pribadi yang terus berjalan memanifestasikan kemuliaan Tuhan. Ada atau tidak
ada program, engkau tetap menyatakan realita Tuhan secara nyata! Tuhan
menghendaki terjadi perubahan pada nature manusia roh kita. Sebelum Tuhan
datang menghakimi bangsa-bangsa, pertama-tama penghakiman harus dimulai
di rumah Allah sendiri, penghakiman harus dimulai dari gerejaNya, pembersihan
harus dimulai dari kita. Sebelum Tuhan membersihkan orang diluar sana, Dia mau
membersihkan kita terlebih dahulu. Tuhan mau kita fokus pada peningkatan
kualitas nature manusia roh kita. Mempelajari Efesus 4: 20-32, kita
mengetahui bahwa kita terus diperbaharui dalam nature manusia roh kita (ay.23).
Ada banyak orang yang mengaku menjadi saudara tetapi banyak yang adalah saudara
palsu, Paulus berkata engkau harus kenali siapa saudaramu, berkatalah benar,
berani terbuka tanpa takut terluka. Hidup dengan hati nurani yang bersih, akui
kesalahan, karena hidup dengan hati nurani yang tertuduh hanya akan membuka
celah untuk iblis datang. Mengapa ada orang yang berdusta, mengapa ada orang
yang berkelanjutan amarahnya? Karena ia tidak mendengar hati nuraninya. Dan
orang yang tidak mendengar hati nuraninya, justru membuka pintu untuk iblis
datang. Karena itu Paulus berkata, pastikan nature manusia rohmu terus alami
perubahan, karena pasti termanifestasi lewat hidup sehari-hari. Nature manusia
rohmu harus terus semakin meningkat, dan memunculkan keilahian Tuhan, engkau
menjadi pekerja keras, bukan pemalas, pencuri, tetapi engkau benar-benar
menjadi seseorang yang bekerja dengan hati nurani yang murni.Mengalami
kerusakan nature manusia roh, bukan berarti kemampuan kita untuk mendengar
suara Tuhan atau berinteraksi dengan dunia roh menjadi hilang, kepekaan kita tidak
hilang, tetapi respon yang kita munculkan mengalami perubahan, dari ilahi
menjadi manusiawi. Sama seperti Adam masih bisa mendengar Tuhan berbicara,
walaupun Adam sudah jatuh dalam dosa. Tetapi respon yang Adam tunjukkan menjadi
manusiawi, ia menyalahkan istrinya.Kecenderungan manusia yang selalu cari
‘kambing hitam’ adalah menunjukkan nature dari manusia roh yang rusak.
Menyimpan dendam, mudah tersinggung, mudah sakit hati, itu nature manusia yang
rusak. Nature manusia roh kita adalah merupakan hakekat diri kita yang
sesungguhnya dan akan termanifestasi dalam hidup sehari-hari.Tuhan memberikan
RohNya, memberikan firmanNya agar nature manusia roh kita bisa terus dibangun.
Kita akan bisa memanifestasikan Yesus sekali lagi di muka bumi ini.
2. Semakin nature
manusia roh kita mengalami perubahan menjadi semakin serupa dengan Kristus,
maka semakin besar otoritas dan kuasa yang akan termanifestasi lewat hidup
kita.
Dalam gerakan karismatik, para pendeta akan
mengajarkan berbagai macam karunia roh, dan memperlengkapi jemaat dengan
berbagai jurus-jurus rohani yang akan membuat jemaat dipakai Tuhan dengan luar
biasa. Dalam pelayanan
apostolik, para rasul lebih memperhatikan kelakuan, kehidupan sehari-hari,
sikap hati, konsep pikir, attitude. Karunia roh bisa datang dan pergi,
tetapi kalau nature ilahi terbangun dalam hidupmu itu permanen. Itu sebabnya
dalam pelayanan rasuli, kalau ada seorang pemimpin yang mulai melihat kelakuan
di hidup sehari-hari jemaat yang tidak akurat, dan mulai dikoreksi, bersyukurlah
karena itu merupakan salah satu wujud cara yang Tuhan berikan kepada bapa
rohani untuk membangun nature ilahi anak-anaknya.Kita lihat dalam kehidupan
Yesus, ketika Yesus ingin membersihkan nature manusiawi dari hidup
murid-muridNya, Yesus berikan teguran pada muridNya, seperti pada Markus
4:35-41, Yesus menegur murid-muridNya yang takut akan angin badai ketika mereka
sedang menyebrang danau. Yesus menyingkirkan nature kebimbangan yang sedang
bermanifestasi di hidup murid-muridNya.Contoh lainnya lagi adalah pada Matius
16:23, Ketika Petrus memanifestasikan pertimbangan yang manusiawi, Yesus
langsung menghardiknya. Itu merupakan bagian dari cara yang Tuhan suruh untuk
dilakukan oleh seorang bapa rohani kepada hidup anak-anaknya untuk memastikan
terbangun nature ilahi dalam hidup anak-anaknya.Tuhan menghendaki setiap kita
memunculkan keilahian, saling membangun, saling menasehati, bertumbuh dalam
kasih satu sama lain. Mengubah nature manusia roh kita adalah sesuatu yang
esensial. Belajarlah dari perwira Roma, yang tidak pernah dihardik oleh Yesus
karena imannya. Setiap kita harus bangkit menjadi anak kebanggaan dan anak
penghiburan.Semakin engkau dibangun, semakin besar otoritas dan kuasa yang akan
mengalir dalam hidupmu.Tidak peduli apa yang menjadi perasaanmu, ketika nature
manusia rohmu terus meningkat, engkau adalah manifestasi Tuhan di bumi ini,
fisikmu boleh lemah, hatimu boleh naik turun, hatimu boleh sedang sedih tapi
engkau tetap manifestasi Tuhan di bumi ini. Tuhan menghendaki engkau menjadi
pribadi yang Dia inginkan.
Banyak orang Kristen yang selalu ingin sibuk melakukan
ini dan itu, ingin dilihat dipakai oleh Tuhan, tetapi mereka tidak mau
memfokuskan diri mereka untuk membangun hidup mereka, memunculkan keilahian
dalam hidup mereka, membuat mereka menjadi pribadi seperti yang Tuhan inginkan. Sehingga, ada banyak dari mereka yang dipakai secara
luar biasa tetapi pada saat yang sama menciptakan kehancuran yang luar biasa.
Seakan-akan mereka naik, tetapi dalam waktu singkat, mereka jatuh. Tuhan tidak
mau itu terjadi atas kita, Tuhan menghendaki engkau menjadi pribadi yang
unggul, yang ilahi. Tuhan mencurahkan RohNya, Tuhan berikan firmanNya untuk
membuat engkau menjadi pribadi yang ilahi, berbeda dan pribadi yang akan
menyatakan kepenuhanNya dalam bumi ini. Sehingga tidak peduli apa yang menjadi
kelemahanmu, engkau tetap menyatakan kepenuhanNya!
Pembentukan dan proses yang Tuhan buat dalam hidup Abraham, mencetak dia
memiliki nature yang berbeda dan membuat Tuhan memanggil Abraham sebagai
Sahabat Allah. Musa, hidupnya dicetak Tuhan begitu rupa, sehingga nature ilahi
terbangun dalam hidupnya, Tuhan menyebut Musa sebagai orang yang paling lembut
hatinya.
Biarlah
nature manusia rohmu terus dicetak ulang, sehingga Tuhan akan membuat pengakuan
atas kita “Inilah dia, anakKu yang Kukasihi. Kepadanyalah, Aku berkenan.”
(BY : Pastor Steven Agustinus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar