Minggu, 11 November 2012

DIVINE ORDER



DIVINE ORDER
Eph 2:19  Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
Eph 2:20  yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Eph 2:21  Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
Eph 2:22  Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Kerinduan Tuhan terbesar adalah supaya kita dapat dipakai menjadi tempat kediamanNya untuk memanifestasikan kehadiranNya di bumi ini. Agar lewat gerejaNya, Tuhan bisa menyatakan kedaulatan kuasaNya.
Tuhan merindukan kita terus dibangun dengan dasar yang kokoh. Kristus menjadi batu penjuru, artinya kita harus menyesuaikan seluruh kehidupan (bangunan) yang sedang kita bangun sesuai dengan standar atau sepsifikasi Kristus.
 Untuk hal tersebut bisa terjadi kita harus terus bertumbuh dan rapih tersusun. Bertumbuh artinya kita terus mengalami dinamika Roh dalam kehidupan kita. Kita terus mengkondisikan hidup kita mengalami kehidupan Roh. Dengan mengalami kehidupan Rohm aka dipastikan kita terus sedang bertumbuh.
Rapih tersusun, artinya ada keteraturan yang harus dibangun dalam kehidupan setiap kita. Kita tidak boleh asal-asalan ataupun sembrono dalam kehidupan ini. Kita harus terus menyelaraskan hidup kita dengan Sang Batu Penjuru agar kita menjadi rapih tersusun. Harus ada keteraturan Ilahi atau Divine Order, agar kita dapat tersusun dengan baik menjadi baitNya di bumi ini.
Mengapa kita harus hidup dalam Keteraturan Ilahi?
1.   Dengan Divine Order, kita akan memiliki kualitas kehidupan yang dapat menarik perhatian banyak orang, sehingga kita dapat menjadi pola bagi mereka. (1 Raja-raja 10)
2.   Ketika keteraturan terbangun kita akan dipenuhi kedamaian yang sempurna. (2 Tim 1:7)
3.   Kita akan memiliki kehidupan yang kokoh. (Mat 7:24)
4.   Kita memiliki kualitas hidup yang menarik berkat dan perkenanan Tuhan. (Kel 40:34)
Tanpa Divine Order maka kita tidak dapat menggenapi destiny dan menjadi pola bagi yang lainnya. Maka dari itu sangatlah amat penting kita membangun hidup kita dalam keteraturanNya. Sebab tanpa keteraturanNya kita akan terus mengalami berbagai kendala dan permasalahan yang tidak semestinya.


Bagaimana supaya kita bisa hidup dalam Divine Order?
1.   Kita membutuhkan Firman yang Absolut
Bumi masih gelap (Kej1:2) Kejadian 1:3 : berfirmanlah Allah : jadilah terang, maka terang itu jadi. Untuk dapat hidup dalam keteraturan sangat membutuhkan datangnya Firman atas kita. Sebab firman hidup dan kuat. Firman memiliki kemampuan untuk memisahkan apa yg gelap dari dalam kehidupan kita. Inilah waktunya kita sebagai gereja hidup dalam Firman yang absolute-mutlak-tanpa batas. Sehingga apapun keberadaan kita mampu diubahkan dengan hadirnya kuasa Firman. Allah berfirman maka keteraturan memenuhi bumi. Izinkan firman terus datang dan merombak kehidupanmu sampai keetraturan terbentuk.
2.   Kita membutuhkan Seorang Pemimpin yang memposisikan diri sebagai Bapa
Bumi belum berbentuk…(Kej 1:2) Kerinduan Tuhan adalah membentuk ulang diri kita sampai kita serupa dengan gambaran anakNya. Tuhan ingin menjadikan kita sebagai pola. Pola harus memiliki bentuk. Pola harus dicetak. Untuk hidup kita bisa menjadi pola atau cetakan, terlebih dahulu kita harus dicetak.
Pembentukan kita harus melalui seseorang. Firman mengatakan dalam Amsal 27:17 besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Untuk terjadinya pembentukan ulang dibutuhkan seseorang yang dapat masuk ke dalam aspek kehidupan kita pribadi.
Timotius diajarkan untuk jadilah teladan. Sebelum jadi teladan harus bisa meneladani seseorang yang Tuhan munculkan. Dengan kata lain harus dapat mengadopsi dasar keyakinan dan cara hidup yang Tuhan sudah bangun dalam diri seorang pemimpin yang memposisikan diri sebagai bapa. Kita membutuhkan seseorang yang mendisiplin hidup kita sampai terbangun keteraturan.
3.   Kita membutuhkan Pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan kita secara terus menerus sampai memunculkan hikmat dan potensi Ilahi dalam hidup kita.
Bumi masih kosong (Kej 1:2). Kekosongan berarti kehampaan. Kehampaan berbicara ketidakmaksimalan potensi. Ketidakmaksimalan potensi berbicara kurangnya hikmat. Hikmat berasal dari Firman dan pekerjaan Roh Kudus.
Bezaleel dan Aholiab, mengalami pekerjaan Roh yang membawa mereka menjadi orang yang ahli, memiliki pengertian, pengetahuan dalam segala pekerjaan. Yang tidak bisa menjadi bisa. Dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Roh membawa kita mengalami kemaksimalan dalam apa yang Tuhan berikan untuk kita kerjakan. (Baca Keluaran 31)
Pro 24:3  Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
Pro 24:4  dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.

Mungkin selama ini hidup kita kosong. Perbendaharaan hidup kita tidak banyak. Namun ketika Pekerjaan Roh terjadi membawa kita dalam hikmatNya maka kita akan melihat rumah akan didirikan, kamar-kamar hidup kita akan diisi. Dan lihatlah akan terjadi sebuah penggenapan, kita yang awalnya bodoh, tidak terpandang, tidak disegani mulai Tuhan munculkan ketika kita mengalami pekerjaan Roh Kudus, Tuhan mulai membawa kita dalam posisi memiliki cukup hikmat untuk mempermalukan dunia, Tuhan membawa kita terpandang dan disegani. Semua itu terjadi karena kita terus mengalami pekerjaan Roh sampai memunculkan kemampuan-kemampuan yang awalnya kita tidak miliki. Potensi Ilahi mulai bermunculan.
Jemaat Tuhan, inilah waktunya kita memiliki DIVINE ORDER. Sehingga Rumah Tuhan bisa terbangun dan keharumannya akan membawa bangsa-bangsa belajar dari rumah Tuhan. Aku deklarasikan, inilah waktunya bangkit suatu kumpulan umat Tuhan yang terus mengalami penyelarasan sehingga Divine Order terbangun dalam jemaat dan Tuhan membawa kita menghadirkan kualitas hidup yang tidak terbantahkan sebab perubahan sudah terjadi dan tersu berlangsung dalam kehidupan kita. Tuhan bersama kita !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar