MENGATASI
KONFLIK DALAM PELAYANAN
Kondisi
yang sering terjadi dalam dunia pelayanan adalah perpecahan atau perselisihan
yang tidak pernah menjadi kunjung selesai. Akhirnya konflik di manajemen. Saya
sendiri lebih suka menyebutnya dengan menyelesaikan konflik dari pada
memanagement konflik. Artinya memanagement seringkali konflik dipelihara
ataupun di cari win-win solusi yang seringkali bertentangan dengan Firman
Tuhan.
Contoh
suatu kali terjadi perselisihan antara si A dan si B. Si A marah sebab dirinya
kurang untuk diberi tanggung jawab. Sementara si B memiliki banyak tanggung
jawab. Keributan dan persaingan terjadi antara si A dan si B. Oleh sebab itu
maka si C sebagai penengah memberikan win-win solution yaitu akan mulai dibagi
bidang-bidang menjadi adil. Nah, kita berpikir masalah selesai. Bukan itu hanya
meredam namun akan memupuk orang tersebut terus hidup dalam ketidak benaran
motivasi dan hati.
Mengapa muncul perselisihan yang
berujung konflik berkepanjangan bahkan perpecahan ?
1. Orang yg terlibat Pelayanan belum
mengalami Perubahan Nature
1Co 3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab,
jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan,
bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
Yak 3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan
diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
Gen 3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular
itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala
ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan
menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
Gen 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia
itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya;
demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
-
Orang yang tidak
mengalami perubahan nature akan selalu menjadi santapan ular, dengan kata lain
maka segala kehidupannya akan terus memanifestasikan kedagingan, ambisi dan
keinginan yang jahat.
Bagaimana mengalami perubahan
nature ?
1Co 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada
Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
Kita harus membangun hubungan
dengan Tuhan sedemikian rupa. Dengan kedekatan dalam hadirat Tuhan dan
firmanNya maka kita akan diubah menjadi seperti Dia.
2. Orang yang terlibat Pelayanan tidak mengerti Ukuran
Takaran Iman
Roma 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan
kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu
memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi
hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran
iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
Rom 12:4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita
mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang
sama,
Rom 12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah
satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang
seorang terhadap yang lain.
-
Kita tidak bisa
menjadi orang lain
-
Kejarlah fungsi
bukan posisi.
-
Ketika kita
berfungsi secara otomatis kita akan memiliki posisi.
Sebagai penutup, saya ingin memberikan ilustrasi pembalap
formula 1 dan Tim Pemain Sepakbola. Mereka adalah contoh bagaimana bisa
mengatasi konflik dan bekerja sama untuk mengalami kemenangan bersama.
Rom 12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita,
dan menangislah dengan orang yang menangis!
Mulailah alami
perubahan dari diri kita !!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar