Kamis, 31 Januari 2013

MENGATASI KONFLIK DALAM PELAYANAN



MENGATASI KONFLIK DALAM PELAYANAN

Kondisi yang sering terjadi dalam dunia pelayanan adalah perpecahan atau perselisihan yang tidak pernah menjadi kunjung selesai. Akhirnya konflik di manajemen. Saya sendiri lebih suka menyebutnya dengan menyelesaikan konflik dari pada memanagement konflik. Artinya memanagement seringkali konflik dipelihara ataupun di cari win-win solusi yang seringkali bertentangan dengan Firman Tuhan.
Contoh suatu kali terjadi perselisihan antara si A dan si B. Si A marah sebab dirinya kurang untuk diberi tanggung jawab. Sementara si B memiliki banyak tanggung jawab. Keributan dan persaingan terjadi antara si A dan si B. Oleh sebab itu maka si C sebagai penengah memberikan win-win solution yaitu akan mulai dibagi bidang-bidang menjadi adil. Nah, kita berpikir masalah selesai. Bukan itu hanya meredam namun akan memupuk orang tersebut terus hidup dalam ketidak benaran motivasi dan hati.
Mengapa muncul perselisihan yang berujung konflik berkepanjangan bahkan perpecahan ?
1. Orang yg terlibat Pelayanan belum mengalami Perubahan Nature
1Co 3:3  Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

Yak 3:16  Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Gen 3:14  Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

Gen 2:7  ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

-          Orang yang tidak mengalami perubahan nature akan selalu menjadi santapan ular, dengan kata lain maka segala kehidupannya akan terus memanifestasikan kedagingan, ambisi dan keinginan yang jahat.
Bagaimana mengalami perubahan nature ?
1Co 6:17  Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Kita harus membangun hubungan dengan Tuhan sedemikian rupa. Dengan kedekatan dalam hadirat Tuhan dan firmanNya maka kita akan diubah menjadi seperti Dia.
2. Orang yang terlibat Pelayanan tidak mengerti Ukuran Takaran Iman
Roma 12:3  Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
Rom 12:4  Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,
Rom 12:5  demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

-          Kita tidak bisa menjadi orang lain
-          Kejarlah fungsi bukan posisi.
-          Ketika kita berfungsi secara otomatis kita akan memiliki posisi.
Sebagai penutup, saya ingin memberikan ilustrasi pembalap formula 1 dan Tim Pemain Sepakbola. Mereka adalah contoh bagaimana bisa mengatasi konflik dan bekerja sama untuk mengalami kemenangan bersama.
Rom 12:15  Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Mulailah alami perubahan dari diri kita !!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar