KENALI SIAPA BAPA ATAU IBUMU !
Hubungan dalam gereja bukanlah hanya sampai level pemimpin jemaat. Seharusnya sampai pada hubungan Bapa dan anak (bagi wanita Ibu dan anak). Maleaki 4:6 menyatakan bahwa ia akan membuat hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak kepada bapanya. Ketika gereja kembali pada hubungan bapa dan anak maka bumi mengalami penyelamatan.
Namun seringkali pembapaan di dalam gereja berdasarkan kehendak kita, sang anak memilih bapa atau juga si bapa langsung memilih si anak. Sesuai selera masing-masing kita memilih type bapa yang sepertinya cocok untuk kita. Atau sang bapa memilih type anak yang bisa menguntungkan atau menghibur. Hal ini harusnya tidak demikian.
Inilah yang saya pelajari dari Tuhan tentang pembapaan. Siapakah bapa kita?
1. Pribadi yang melahirkan kita secara rohani-Kelahiran baru. Dimana sang bapa membawa sebuah penglihatan baru tentang Kerajaan Allah dan membawa sang anak masuk dalam Kerajaan Allah. Disinilah mulai terjadi hubungan secara roh.
2. Yang mengajari kita dasar-dasar Kebenaran (Input Ilahi). Kalaupun kita tidak dilayani kelahiran baru oleh orang tersebut bisa jadi kita dipertobatkan kembali artinya kita dibawa kembali ke dalam Kerajaan Allah. Karena ada juga banyak orang yang bertobat melalui KKR namun belum mengalami pertobatan sejati. Atau bisa juga pernah mengasihi Tuhan lalu tehilang kembali. Nah disinilah sang bapa memulai pelayanan secara roh dengan memberikan input roh kepada sang anak.
3. Yang melatih kita dan selalu siap sedia untuk kita. Pribadi yang mau meluangkan waktu, memberi respon, memberi perhatian, dan sabar terhadap keberadaan kita sampai kita megalami pertumbuhan yang sempurna.
4. Yang banyak memberi pengaruh dalam berbagai kehidupan kita. Seringkali pribadi ini senang dan tulus memonitor sang anak dengan sangat intens.
Hanya satu bapa kita, walaupun input ilahi bisa didapat dari banyak orang namun Paulus menegaskan hanya satu bapa. (I Kor 4:15) Mungkin banyak orang mempengaruhi kita dengan pengajaran yang bombastis, terbaru dan fresh namun belum tentu orang itu bisa dianggap bapa. Karena harus ada ke 4 unsur diatas barulah dikatakan ada hubungan secara roh bapa dan anak. Harus dilihat siapa yang melahirkan kita secara rohani dan yang membimbing kita pada pertobatan dan pertumbuhan, itulah bapa kita.
Mungkin kita dapat banyak makanan dari banyak hamba Tuhan namun belum tentu itu bapa kita. Mengapa? Sama seperti anak dapat jajan di mana saja namun dia punya rumah yang special untuk dirinya dapat mengekspresikan sesuatu.
Hari-hari ini begitu gampang kita menyebut sesorang dia adalah bapa rohani kita. Atau kita berkata orang itu adalah anak rohani. Mari kita melihat semuanya dengan lebih jernih sehingga tidak terjadi kekacauan dalam perjalanan iman kita. Ingat kita punya banyak pendidik namun hanya satu bapa.
Apa yang harus dilakukan seorang bapa rohani ?
1. Memberi makan anak kita (Input Ilahi)
Walaupun pada fase tertentu anak dapat mencari makan sendiri namun harus tetap sang bapa memperhatikan pola makan si anak. Tidak selalu bapa itu akan berkhotbah namun bisa saja si bapa mereferensikan cd, dvd, buku tertentu untuk si anak.
2. Memprioritaskan hubungan bukan hasil
Anak bukanlah karyawan untuk menghasilkan sesuatu bagi sang bapa. Anak adalah seseorang yang harus menerima warisan dari bapanya. Anak harus disiapkan dalam hubungan yang dalam dan penuh emosi dalam proses menerima warisan.
3. Menjaga dan mendoakan, member dan menerima.
Bapa menjaga dan mendoakan si anak secara serius dan sungguh-sungguh. Bapa selalu memonitor perkembangan si anak. Bapa berusaha memberikan apa yang dapat diberikan yang terbaik dan menerima pemberian dari si anak sekecil apapun bentuknya. Menerima seluruh keberadaan si anak tanpa kompromi. Bapa selalu ingin tahu lebih detil tentang si anak dalam berbagai kehidupan ini.
Apa yang harus dilakukan sang anak?
1. Terbuka dan konsisten
Terbuka kepada bapanya. Mau diajar dan menerima semua input ilahi bagi pertumbuhannya. Konsisten artinya berlangsung terus, tidak bisa dipisahkan jarak atau waktu. Sang anak perlu untuk terus berkomunikasi dengan sang bapa.
2. Menjadi penghiburan
Sang anak member respond an hasil yang benar dalam semua masa pertumbuhan yang dijalani. Hal ini membuat si anak jadi kebanggaan dan penghiburan bagi sang bapa.
3. Aktif dan agresif
Sang anak tidak boleh menunggu bapa yang memanggil atau bicara. Aktif untuk belajar sesuatu. Agresif untuk mendekat dan membangun hubungan. Keaktifan dan keagresifan membuat sang anak cepat dapat menerima warisan rohani yang menjadi bagiannya. Sehingga segala terobosan, berkat dan pertumbuhan yang dialami sang bapa dialami juga sang anak.
KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN BAPA DAN ANAK
A. KESALAHAN YANG DILAKUKAN BAPA
1. Kaku dan Pemarah
Sikap kaku dan pemarah membuat sang anak takut, gemetar dan membangun benteng dalam hidupnya. Kaku adalah hubungan yang tidak berkembang. Hanya searah dan cenderung memaksakan kehendak. Sang bapa perlu memiliki sedikit rasa humoris sebagai pemanis dalam hubungan. Pemarah adalah tanpa sebab memiliki kemarahan yang membara. Kemarahan membuat seseorang menjadi tidak terbuka. Kemarahan membuat seseorang dijauhi.
2. Sibuk dan Asyik sendiri
Sibuk dengan segala pekerjaan, usaha dan pelayanan dan menelantarkan anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas. Inilah yang terbalik seharusnya yang menjadi prioritas adalah membesarkan sang anak, tetapi kebanyakan membesarkan pelayanan, ruang lingkup pengaruh dan keberhasilan. Sedangkan si anak dibiarkan bertumbuh sendiri. Bapa tidak boleh sibuk dengan dunianya sendiri apalagi sampai asyik dan melupakan prioritas utamanya.
3. Tidak progresif
Bapa yang tidak bertumbuh dalam kapasitas urapan dan pewahyuan membuat sang anakmenjadi bosan, bĂȘte dan kekurangan suplai makanan. Sebagai Bapa kita harus mengalami pewahyuan yang segar dari Sorga. kita harus bertumbuh dalam segala perjalanan iman kita. bila sang Bapa mengalami pertumbuhan maka sang anak akan mengalami pertumbuhan yang sama bila sang anak melekat kepada bapanya.
B. KESALAHAN YANG DILAKUKAN ANAK
1. Meminta persetujuan bukan pertimbangan atau nasihat
Seringkali anak meminta bapa menyetujui sesuatu yang akan dilakukannya bukan meminta nasihat atau pandangan bapanya. Kebanyakan anak selalu ingin cepat dan melihat dari satu sisi saja. Datanglah kepada bapa buka untuk sebuah tanda tangan melainkan nasihat dan pertimbangannya. Tunggu sampai bapa memberikan restu atau izin barulah kita bergerak.
2. Memberontak
Mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang salah. Bapa bisa saja melakukan kesalahan. Akan tetapi sikap anak tetap haruslah hormat, respek dan penuh kasih kepada bapanya. Disinilah perbedaan anak yang menyenangkan bapanya. Ia tidak memberontak. Ia memiliki ketaatan mutlak. Ia tidak berbantah dengan bapanya. Ia menyatakan segala perbedaan dengan kelembutan. Pemberontakan kepada bapa adalah pemberontakan kepada Allah. Buanglah sifat lusifer dalam diri kita sebagai anak. Lempar jauh-jauh karakter sombong dan angkuh, merasa diri mampu dan lebih baik.
3. Bangga dengan Bapa tiri
Banyak bapa tiri rohani yang memberi input dan membuat si anak tidak bangga dengan bapanya sendiri. Ini sebuah kesalahan. Kekeliruan terjadi di sini. Sejelek-jeleknya bapa kita, kita tetap anaknya. Banyak kepahitan terjadi oleh sebab anak membandingkan bapanya dengan bapa tirinya. Yang saya maksud bapa tiri adalah yang mengaku-ngaku sebagai bapa padahal tidak pernah melahirkan anak tersebut. Bapa tiri hanya menerima ketika kita sukses dan sesuai dengan harapan. Bapa yang benat dan sesungguhnya adalah selalu memiliki tangan terbuka menyambut sang anak.
Mari rekan-rekan, kenali bapamu dan jadilah anak yang membanggakan bagi bapa kita. Berhentilah menjadi anak hilang. Lebih senang dengan bapa tiri (yang memiliki peternakan babi) padahal ampas babipun kita tidak mendapatkannya. Padahal bapa kita memiliki banyak hal yang bisa kita nikmati. Atau kita juga menjadi terhilang seperti anak sulung, tinggal di rumah bapa namun tidak pernah menikmati apa yang bapa miliki. Tidak pernah menerima urapan yang bapa miliki. Mari kita kembali menggenapi Maleakhi 4:6 membuat hati kita kembali pada bapa kita dan hati anak kembali pada bapanya supaya terjadi KESELAMATAN BAGI BUMI INI. TUHAN MEMBERKATI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar