Senin, 15 Agustus 2011

MENJALANKAN HIDUP YANG BENAR


MENJALANKAN HIDUP YANG BENAR
Kej 6:11  Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
Kej 6:12  Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

Kejadian 6 mencatat bagaimana manusia dimusnahkan oleh air bah sebab kejahatan mereka. Alkitab mencatat kerusakan bumi pada waktu itu disebabkan manusia menjalankan hidup yang rusak. Saya meyakini bumi bukan semakin tua maka dari itu ada banyak bencana dan musibah namun saya meyakini bumi rusak sebab manusia di dalamnya sudah menjalankan hidup yang rusak. Sehingga bumi sebenarnya hanya mengikuti manusia yang tinggal di dalamnya. Dengan banyaknya kekerasan dan kejahatan ditengah manusia hal tersebut membuat bumi menjadi rusak. Cara hidup yang rusak membuat bumi ikut pula rusak.
Namun sebaliknya di sebuah kota yang terjadi transformasi dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Padahal pupuknya sama, benihnya sama dan tempat atau tanahnya sama. Namun hasilnya jauh berbeda. Mengapa? Sebab manusia di kota tersebut mengalami pembaharuan.
Mari kita pelajari apa yang membuat bumi menjadi sedemikian rusak sehingga Allah membuat keputusan untuk mengakhiri semua mahluk di bumi kecuali keluarga Nuh dan beberapa pasang hewan.
1.       Manusia melakukan apa saja yang disukai mereka.
Dalam Kejadian 6:2 kalimat terakhir menegaskan bahwa kesalahan manusia bukanlah ketika mereka menikah. Namun mereka menikah karena di dorong oleh keinginan mereka untuk melakukan apa yang mereka kehendaki. Ketika manusia melakukan kehendak sendiri bukan kehendak Tuhan, hal ini menyebabkan kemerosotan bagi bumi yang kita tempati. Ketika manusia semakin hidup berdasarkan keinginannya bukan keinginan Tuhan hal itu selalu bersifat merusak.
1 Yoh 2:15-17  Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Firman menegaskan bahwa kita tidak boleh mengasihi dunia atau sesuatu yang bersifat dunia. Yang di dalam dunia sudah nyata yaitu keinginan daging, mata serta keangkuhan hidup. Itu semua bukan berasal dari Bapa.  Dunia sedang lenyap dengan keinginannya. Selama kita hidup semau kita, sekehendak  hati kita maka kita sedang lenyap. Namun ketika kita terus rela, mau dan terus hidup dalam keinginan hati Tuhan maka kita akan hidup selama-lamanya. Pastikan kita tidak hidup di pimpin oleh keinginan kita melainkan keinginan Tuhan.
2.       Perkawinan campur, benih Ilahi dan benih manusiawi.
Kej 6:2  maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
Anak-anak Allah mengambil istri anak manusia, hal ini terjadi perkawinan campur. Benih yang kudus yang dimiliki anak Allah akhirnya bercampur dengan kemanusiawian atau kedagingan. Inilah yang membuat bumi semakin hancur. Dengan gampangnya seorang pria menikahi wanita yang belum percaya. Dengan mudahnya seorang wanita menikahi pria yang tidak beriman.
Stop kawin campur. Stop pernikahan gelap dan terang. Tidak ada lagi kompromi. Bukan lagi hanya satu agama atau keyakinan seharusnya kita memiliki standar yang lebih tinggi. Pastikan orang yang akan kita nikahi memiliki standar yang sama, hidup dalam kebenaran yang sama dan makan makanan rohani yang sama. Itulah yang namanya seimbang. Ketika kita menikahi seseorang yang memiliki kualitas roh yang sama maka kita akan melahirkan generasi yang jauh lebih baik, berpengaruh dan berdampak.
Kerusakan terjadi ketika anak Allah sembarangan menikah. Sembarangan memilih teman hidup. Pastikan bahwa mulai dari generasi kita, kita memilih teman hidup yang memiliki kualitas roh yang sama sehingga membawa kita menjadi partner in destiny untuk menyelesaikan kehendak Allah di bumi ini.
3.       Menjalankan hidup yang rusak di bumi
Bumi menjadi rusak karna manusia menjalankan hidup yang rusak. Apa arti menjalankan hidup yang rusak di bumi?
a.       Manusia hidup bukan dengan hati nurani yang disucikan oleh darahnya. Melainkan manusia hidup dari pikiran yang tidak ditaklukan kepada Kristus. Inilah yang menjadi kerusakan di bumi ketika manusia menjalankan hidup dengan pikirannya, merancang dengan pikirannya bukan dengan hatinya yang murni sehingga lahirlah keputusan yang jahat, ketetapan yang jahat dan menentang pengenalan akan Allah. Manusia tidak lahi hidup selaras antara pikiran, perkataan dan hatinya. Hati berpikir lain mulut mengucapkan lain dan pikiran merancang yang lain. Tidak ada kesatuan antara hati, pikiran dan perkataan. Muncul banyak dusta dan penipuan. Muncul kejahatan yang diorganisir atau direncanakan dengan seksama. Kebenaran adalah kalau hati, pikiran dan perkataan kita selaras. Kalay hati berkata tidak, mulut pun berkata tidak dan pikiran menetapkan tidak. Itulah keselarasan dalam kebenaran. Namun yang seringkali terjadi adalah mulut, hati dan pikiran semua berbeda-beda. Inilah yang namanya tidak berintegritas. Akhirnya kita menjadi sekumpulan orang munafik di bumi ini. Hal ini tidak boleh terjadi demikian dalam kehidupan kita sebagai anak Allah. Pastikan hati, pikiran dan perkataan kita selaras dengan firmanNya.
b.      Kecenderungan hatinya selalu penuh kejahatan. Ada kefasikan dalam hati yang kita perlu potong atau kerat habis dalam hati kita. Inilah yang membuat kecenderungan hati kita. Contoh apabila ada kecenderungan malas, maka kita akan mulai memanfaatkan waktu luang kita hanya untuk memanjakan tubuh kita. Ini artinya kecenderungan hati kita demikian. Hal ini harus kita tanggulangi.
c.       Melakukan sesuatu tidak akurat. Nuh membangun bahtera dengan tepat seperti apa yang Tuhan katakana. Itulah keakuratan. Namun kita seringkali tidak akurat. Kita sering menambah atau mengurangi pesan yang Tuhan sampaikan. Hal ini tidak boleh terjadi. Kita harus belajar akurat. Tepat sasaran. Pastikan bahwa kita hidup secara akurat dalam usaha, pekerjaan atau study yang sedang kita lakukan. Bahkan termasuk dalam hal melayani kita harus akurat. Kita tidak boleh sekesar hanya melayani. Pastikan pelayanan yang kita kerjakan benar benar dari Tuhan bukan karena ketidak enakan kita akan keorganisasian belaka. Pastikan kita bekerja bukan hanya untuk sesuap nasi, ini menandakan ada ketidak akuratan dalam kehidupan kita. Akurat itulah password yang harus terus kita ingat dalam hidup ini. Akurat !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar