Jumat, 17 Mei 2013

MENANGGULANGI BENIH ILALANG



MENANGGULANGI BENIH ILALANG

Dalam kehidupan kita ada banyak taburan Firman yang kita terima. Bilamana benih tersebut jatuh di tanah yang subur maka akan melalui proses sebagaimana mestinya sehingga akan berbuah tepat pada waktunya. Namun seringkali tidak terjadi hal yang sebagaimana mestinya. Mengapa sebab tanah hati kita yang kurang baik atau juga kita mengizinkan musuh untuk menabur benih ilalang dalam kehidupan kita.
Dalam Matius 13:24-30 menjelaskan bahwa benih yang baik yang ditabur dalam sebuah ladang. Namun ketika semua orang tidur, musuh menaburkan benih ilalang. Akhirnya keduanya tumbuh bersama. Dalam ilmu pertanian apabila keduanya tumbuh bersama maka ketika dicabut secara tidak tepat maka keduanya akan tercabut dan mati. Jadi tuan tersebut memerintahkan untuk ada waktu dimana ilalang harus dicabut. Juga apabila dibiarkan terus tumbuh bersama maka ilalang akan membunuh benih yang baik tersebut dan mengambil sari makanan yang seharusnya untuk benih baik tersebut.
Benih baik atau benih Ilahi ialah impartasi dan pekerjaan Roh yang terjadi dalam kehidupan seseorang pada saat orang yang bersangkutan mendengarkan Firman Tuhan yang akan mengkondisikan orang yang bersangkutan menjadi manusia yang berbeda, memiliki kemampuan yang awalnya tidak dia miliki, diposisikan untuk selalu alami perkenanan Tuhan dalam hidupnya.
Tuhan selalu menabur benih baik dalam kehidupan kita. Seringkali pada saat kita mendengarkan sebuah perkataan Tuhan muncul gejolak dalam hati kita, itulah benih yang Tuhan berikan sebagai benih Ilahi. Benih Ilahi ini akan mengkondisikan kita untuk terus menerima pekerjaan Roh Kudus dalam hati kita. Sehingga secara terus menerus hidup kita akan menjadi berbeda dengan dunia ini. Bahkan kita akan mulai memiliki kemampuan-kemampuan yang awalnya belum ada, Tuhan memunculkannya melalui benih Ilahi yang kita terima tersebut.
Kekasih Tuhan, biarlah benih Ilahi yang sudah kita terima dari minggu ke minggu dari seminar ke seminar, itu terus tumbuh dan bertambah kuat. Alasannya banyak orang meninggalkan kereta kegerakan adalah munculnya kontaminasi, yaitu benih ilalang diizinkan juga tertabur dalam kehidupan kita. Sehingga dengan demikian mudah kita membelok dari perjalanan destiny kita.
Doa saya, kita semua dapat meyingkirkan benih iIalang yang sudah tertabur dan setelah itu terus berusaha menjaga hati kita dengan kewaspadaan tingkat tinggi untuk benih ilalang tidak tertabur lagi dalam kehidupan kita.

Benih ilalang ialah PEMIKIRAN, PERTIMBANGAN, EMOSI yang sengaja ditanamkan musuh lewat apa yang kita DENGAR, LIHAT, RASA, ALAMI, SIMPULKAN dalam ketidakakuratan yang menyebabkan PIKIRAN, PERTIMBANGAN, EMOSI kita terjebak dalam ketidakakuratan dan menjadi terombang ambing.
Musuh berusaha untuk terus menanamkan benih dalam kehidupan kita. Sehingga akan selalu muncul 2 pemikiran, 2 pertimbangan dan 2 perasaan yang membuat kita jadi terombang-ambing dengan apa yang akan kita putuskan. Bahkan ketika memutuskanpun dalam ketidakakuratan. Seringkali ketika kita mau melakukan kehendak Tuhan, selalu muncul berbagai pemikiran yang tidak akurat. Dari mana itu bisa terjadi begitu saja? Sebab kita pernah mendengarnya dari seseorang atau melihatnya dari seseorang. Itu menjadi sesuatu yang mempengaruhi kita.
Inilah beberapa prinsip tentang benih Ilahi dan benih ilalang :
1. Sama-sama tertabur di dalam manusia roh kita dan mempengaruhi kualitas roh kita.
Biarlah perkataan Kristus yang ada di tengah kita. Bukan perkataan negatif, perkataan orang yang membunuh kerinduan kita kepada Tuhan. Tutup telinga terhadap suara yang membuat kita bingung. Mulailah dengar dan lakukan apa yang Tuhan katakan.
Oleh karena ada kuasa dalam perkataan. Setiap perkataan mengandung dimensi roh, maka kita pun harus menjaga mulut kita ketika kita berkata-kata, agar semua yang mendnegarnya berolah kasih karunia dan terbangun hidupnya.
2. Sama-sama bermanifestasi di dalam pikiran dan emosi kita.
Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika alami sesuatu? Apakah akurat atau justru muncul pemikiran yang negatif. Juga dengan perasaan, ketika kita alami sesuatu, apakah kita selaraskan perasaan kita dengan firman atau justru kita mengikuti perasaan atau emosi negatif yang sedang bekerja.
3. Benih ilalang hanya akan dapat dicabut atau dikenali saat sedang memanifestasikan dirinya.
Kita hanya dapat mencabut ilalang ketika sedang terekspose di dalam kehidupan kita. Ketika ada kondisi tertentu dan muncul ketakutan maka segeralah mencabut benih ilalang itu dan mulailah menabur benih firman kebenarang dan pengenalan akan Allah Bapa yang kekal. Ketika ada sebuah kejadian tertentu, muncul keraguan, cabutlah dan tanam benih yang Ilahi yang membuat kita kuat percaya kepada FirmanNya.
Apapun juga yang sedang terekspose dan tidak selaras dengan Firman, segera tanggulangi itu. Jangan izinkan mempengaruhi kita sedikitpun. Pastikan kita yang menyelaraskan dengan Firman, bukan Firman yang harus menyelaraskan dengan kita !!!! (diadaptasi dari Khotbah Pastor Steven Agustinus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar