MENANGGULANGI BENIH
ILALANG
Dalam kehidupan kita ada banyak
taburan Firman yang kita terima. Bilamana benih tersebut jatuh di tanah yang
subur maka akan melalui proses sebagaimana mestinya sehingga akan berbuah tepat
pada waktunya. Namun seringkali tidak terjadi hal yang sebagaimana mestinya.
Mengapa sebab tanah hati kita yang kurang baik atau juga kita mengizinkan musuh
untuk menabur benih ilalang dalam kehidupan kita.
Dalam Matius 13:24-30 menjelaskan
bahwa benih yang baik yang ditabur dalam sebuah ladang. Namun ketika semua
orang tidur, musuh menaburkan benih ilalang. Akhirnya keduanya tumbuh bersama.
Dalam ilmu pertanian apabila keduanya tumbuh bersama maka ketika dicabut secara
tidak tepat maka keduanya akan tercabut dan mati. Jadi tuan tersebut
memerintahkan untuk ada waktu dimana ilalang harus dicabut. Juga apabila
dibiarkan terus tumbuh bersama maka ilalang akan membunuh benih yang baik
tersebut dan mengambil sari makanan yang seharusnya untuk benih baik tersebut.
Benih baik atau benih Ilahi ialah impartasi dan pekerjaan Roh yang terjadi
dalam kehidupan seseorang pada saat orang yang bersangkutan mendengarkan Firman
Tuhan yang akan mengkondisikan orang yang bersangkutan menjadi manusia yang
berbeda, memiliki kemampuan yang awalnya tidak dia miliki, diposisikan untuk
selalu alami perkenanan Tuhan dalam hidupnya.
Tuhan selalu menabur benih baik dalam
kehidupan kita. Seringkali pada saat kita mendengarkan sebuah perkataan Tuhan
muncul gejolak dalam hati kita, itulah benih yang Tuhan berikan sebagai benih
Ilahi. Benih Ilahi ini akan mengkondisikan kita untuk terus menerima pekerjaan
Roh Kudus dalam hati kita. Sehingga secara terus menerus hidup kita akan
menjadi berbeda dengan dunia ini. Bahkan kita akan mulai memiliki kemampuan-kemampuan
yang awalnya belum ada, Tuhan memunculkannya melalui benih Ilahi yang kita
terima tersebut.
Kekasih Tuhan, biarlah benih Ilahi
yang sudah kita terima dari minggu ke minggu dari seminar ke seminar, itu terus
tumbuh dan bertambah kuat. Alasannya banyak orang meninggalkan kereta kegerakan
adalah munculnya kontaminasi, yaitu benih ilalang diizinkan juga tertabur dalam
kehidupan kita. Sehingga dengan demikian mudah kita membelok dari perjalanan
destiny kita.
Doa saya, kita semua dapat
meyingkirkan benih iIalang yang sudah tertabur dan setelah itu terus berusaha
menjaga hati kita dengan kewaspadaan tingkat tinggi untuk benih ilalang tidak
tertabur lagi dalam kehidupan kita.
Benih ilalang ialah PEMIKIRAN, PERTIMBANGAN, EMOSI yang sengaja ditanamkan musuh lewat
apa yang kita DENGAR, LIHAT, RASA, ALAMI, SIMPULKAN dalam ketidakakuratan yang
menyebabkan PIKIRAN, PERTIMBANGAN, EMOSI kita terjebak dalam ketidakakuratan
dan menjadi terombang ambing.
Musuh berusaha untuk terus menanamkan
benih dalam kehidupan kita. Sehingga akan selalu muncul 2 pemikiran, 2
pertimbangan dan 2 perasaan yang membuat kita jadi terombang-ambing dengan apa
yang akan kita putuskan. Bahkan ketika memutuskanpun dalam ketidakakuratan.
Seringkali ketika kita mau melakukan kehendak Tuhan, selalu muncul berbagai
pemikiran yang tidak akurat. Dari mana itu bisa terjadi begitu saja? Sebab kita
pernah mendengarnya dari seseorang atau melihatnya dari seseorang. Itu menjadi
sesuatu yang mempengaruhi kita.
Inilah beberapa prinsip tentang benih
Ilahi dan benih ilalang :
1. Sama-sama tertabur di dalam
manusia roh kita dan mempengaruhi kualitas roh kita.
Biarlah perkataan Kristus yang ada di
tengah kita. Bukan perkataan negatif, perkataan orang yang membunuh kerinduan
kita kepada Tuhan. Tutup telinga terhadap suara yang membuat kita bingung.
Mulailah dengar dan lakukan apa yang Tuhan katakan.
Oleh karena ada kuasa dalam
perkataan. Setiap perkataan mengandung dimensi roh, maka kita pun harus menjaga
mulut kita ketika kita berkata-kata, agar semua yang mendnegarnya berolah kasih
karunia dan terbangun hidupnya.
2. Sama-sama bermanifestasi di dalam
pikiran dan emosi kita.
Apa yang terlintas dalam pikiran kita
ketika alami sesuatu? Apakah akurat atau justru muncul pemikiran yang negatif.
Juga dengan perasaan, ketika kita alami sesuatu, apakah kita selaraskan
perasaan kita dengan firman atau justru kita mengikuti perasaan atau emosi
negatif yang sedang bekerja.
3. Benih ilalang hanya akan dapat
dicabut atau dikenali saat sedang memanifestasikan dirinya.
Kita hanya dapat mencabut ilalang
ketika sedang terekspose di dalam kehidupan kita. Ketika ada kondisi tertentu
dan muncul ketakutan maka segeralah mencabut benih ilalang itu dan mulailah
menabur benih firman kebenarang dan pengenalan akan Allah Bapa yang kekal. Ketika
ada sebuah kejadian tertentu, muncul keraguan, cabutlah dan tanam benih yang
Ilahi yang membuat kita kuat percaya kepada FirmanNya.
Apapun juga yang sedang terekspose
dan tidak selaras dengan Firman, segera tanggulangi itu. Jangan izinkan
mempengaruhi kita sedikitpun. Pastikan kita yang menyelaraskan dengan Firman,
bukan Firman yang harus menyelaraskan dengan kita !!!! (diadaptasi dari Khotbah Pastor Steven Agustinus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar