Jumat, 17 Mei 2013

HARI PERHENTIAN



HARI PERHENTIAN

Ketika kita sampai di Bersyeba rohani kita maka kita akan mendapati Tuhan yang akan berperang bagi kita dan kita akan diam saja. Sekian waktu lamanya kita hidup dalam masa pergumulan dan masa penantian. Tiba saatnya Tuhan sedang membawa kita memasuki hari perhentian.
Dalam Ibrani 4:1-10 dijelaskan mengenai hari perhentian.
Ayat 1 menjelaskan bahwa kita harus waspada supaya jangan kita ketinggalan. Sekalipun janji untuk masuk ke dalam perhentianNya masih berlaku. Kita harus terus terjaga secara rohani. Kita harus terus hidup dalam ikatan janji.  Kita harus terus tetap dalam kebenaran.
Ayat 2 sekalipun kabar tentang hari perhentian diberitakan kepada banyak orang namun tidak berguna bagi yang mendengarnya kalau firman tidak bertumbuh bersama dengan iman. Ayat ini menjelaskan bahwa Firman harus bertumbuh bersama iman. Padahal kita ketahui iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan Firman Kristus. Nah mengapa Firman harus bertumbuh dengan iman? Iman akan apa? Iman yang dimaksudkan adalah iman kepada dimensi ALLAH yang kekal. (baca renungan mengenai sumur rohani). Ketika kita memiliki keyakinan akan Allah yang kekal maka firman yang datang akan membawa kita kepada hari perhentianNya.
Ayat 3-8 kita yang beriman akan masuk ke hari perhentianNya. Namun kalimat berikutnya sejumlah orang tidak akan masuk. Pekerjaan Tuhan sudah selesai. Artinya dari pihak Tuhan, apapun yang Tuhan firmankan sudah selesai dan sudah terjadi. Tidak ada penundaan. Kalau kita membawa Kejadian 1, dengan berfirman maka semua itu jadi. Artinya dari pihak Tuhan setiap kali firman dilepaskan, itu sudah terjadi dan selesai. Dari pihak kitalah yang seringkali ada penantian atau delay. Oleh sebab itu Allah beristirahat pada hari ketujuh. Tidak lagi bekerja.
Ayat 9 jadi masih tersedia satu hari perhentian, buat umat Allah. Tuhan merindukan kita memasuki hari perhentianNya. Sebab memang hari tersebut disediakan untuk kita umat Allah, gerejaNya. Sadarilah umat Tuhan, jangan terus hidup dalam masa pergumulan. Jangan terus hidup dalam masa penantian. Masuki hari perhentian yang Tuhan sediakan buat kita, umatNya-gerejaNya.
Ayat 10 siapa yang masuk ke hari perhentianNya akan berhenti dari pekerjaannya sama seperti Allah berhenti dari pekerjaanNya. Apa maksudnya? Ketika kita memasuki hari perhentianNya maka kita akan berhenti dari usaha manusiawi kita. Berhenti dari mengandalkan pekerjaan atau usaha kita. Bukan berarti kita keluar dari pekerjaan atau usaha dan tidak melakukan apa-apa. Namun yang diumaksudkan adalah kita tidka lagi mempergunakan segala upaya-kerja-keras untuk hidup kita. Yang perlu kita lakukan adalah dengar dan taat. Sewaktu hati kita lembut dan merespon dengan akurat maka Tuhan yang akan menggenapi semua itu untuk kebaikan kita. Berhentilah dari upaya-upaya manusiawi. Berhentilah dari mengandalkan apa yang kita miliki. Mulailah hidup sepenuhnya bergantung kepada perkataanNya. Dengar dan Taat.
Musa tidak perlu bergumul untuk menggembalakan 3 juta umat Israel. Daniel tidak perlu bergumul untuk kepuitusan yang sudah raja buat untuk dirinya. Yusuf tidak bersusah payah untuk menjadi raja. Daud tidak melakukan promosi apapun untuk menjadi raja.
Mereka semua, tokoh Alkitab yang belum dijelaskan di atas, selalu mereka hidup dalam hari perhentian. Sebab Tuhan mendesign kita untuk kita hidup dalam hari perhentian. Sadarkah kita ketika Adam diciptakan pada menit-menit terakhir di hari ke enam, Tuhan sudah menyediakan semuanya bagi Adam. Tidak perlu lagi Adam bersusah payah mempergunakan kekuatan manusiawinya untuk sesuatu. Tuhan yang suah mempersiapkan semuanya. Tuhan memberi perintah, Adam tinggal mengerjakannya. Inilah hari perhentian.
Dalam 1 Samuel 30:1-20 menjelaskan tentang Daud dalam kondisi yang terpojok. Ziklag terbakar dan semua wanita dan anak-anak ditawan oleh Amalek. Amalek adalah kedagingan-kemanusiawian. Bahkan seluruh rakyat hendak melempari Daud dengan batu. Hanya Daud seorang diri. Namun Daud tidak lari. Daud tidak mengikuti keinginan rakyat seperti yang dilakukan Saul. Daud justeru memilih untuk menguatkan kepercayaan kepada Tuhan dan yang luar biasa Daud memanggil nama Tuhan dan mencari apa yang menjadi isi hati Tuhan. Selanjutnya kita baca disana Daud mampu merebut semua tawanan. Dan Amalek dihancurkan.
Kekasih Tuhan, sudah waktunya kita berhenti dari semua kdagingan, kekuatan manusiawi bahkan kemampuan yang kita miliki. Ini waktunya muncul suatu umat yang rendah hati dan lemah lembut dan hidup bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Inilah waktunya kita memasuki hari perhentian kita. Tuhan bersama kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar