HARI
PERHENTIAN
Ketika kita sampai di Bersyeba rohani
kita maka kita akan mendapati Tuhan yang akan berperang bagi kita dan kita akan
diam saja. Sekian waktu lamanya kita hidup dalam masa pergumulan dan masa
penantian. Tiba saatnya Tuhan sedang membawa kita memasuki hari perhentian.
Dalam Ibrani 4:1-10 dijelaskan
mengenai hari perhentian.
Ayat 1 menjelaskan bahwa kita harus
waspada supaya jangan kita ketinggalan. Sekalipun janji untuk masuk ke dalam
perhentianNya masih berlaku. Kita harus terus terjaga secara rohani. Kita harus
terus hidup dalam ikatan janji. Kita
harus terus tetap dalam kebenaran.
Ayat 2 sekalipun kabar tentang hari
perhentian diberitakan kepada banyak orang namun tidak berguna bagi yang
mendengarnya kalau firman tidak bertumbuh bersama dengan iman. Ayat ini
menjelaskan bahwa Firman harus bertumbuh bersama iman. Padahal kita ketahui
iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan Firman Kristus. Nah mengapa
Firman harus bertumbuh dengan iman? Iman akan apa? Iman yang dimaksudkan adalah
iman kepada dimensi ALLAH yang kekal. (baca renungan mengenai sumur rohani).
Ketika kita memiliki keyakinan akan Allah yang kekal maka firman yang datang
akan membawa kita kepada hari perhentianNya.
Ayat 3-8 kita yang beriman akan masuk
ke hari perhentianNya. Namun kalimat berikutnya sejumlah orang tidak akan
masuk. Pekerjaan Tuhan sudah selesai. Artinya dari pihak Tuhan, apapun yang
Tuhan firmankan sudah selesai dan sudah terjadi. Tidak ada penundaan. Kalau
kita membawa Kejadian 1, dengan berfirman maka semua itu jadi. Artinya dari
pihak Tuhan setiap kali firman dilepaskan, itu sudah terjadi dan selesai. Dari
pihak kitalah yang seringkali ada penantian atau delay. Oleh sebab itu Allah
beristirahat pada hari ketujuh. Tidak lagi bekerja.
Ayat 9 jadi masih tersedia satu hari
perhentian, buat umat Allah. Tuhan merindukan kita memasuki hari perhentianNya.
Sebab memang hari tersebut disediakan untuk kita umat Allah, gerejaNya.
Sadarilah umat Tuhan, jangan terus hidup dalam masa pergumulan. Jangan terus
hidup dalam masa penantian. Masuki hari perhentian yang Tuhan sediakan buat
kita, umatNya-gerejaNya.
Ayat 10 siapa yang masuk ke hari
perhentianNya akan berhenti dari pekerjaannya sama seperti Allah berhenti dari
pekerjaanNya. Apa maksudnya? Ketika kita memasuki hari perhentianNya maka kita
akan berhenti dari usaha manusiawi kita. Berhenti dari mengandalkan pekerjaan
atau usaha kita. Bukan berarti kita keluar dari pekerjaan atau usaha dan tidak
melakukan apa-apa. Namun yang diumaksudkan adalah kita tidka lagi mempergunakan
segala upaya-kerja-keras untuk hidup kita. Yang perlu kita lakukan adalah
dengar dan taat. Sewaktu hati kita lembut dan merespon dengan akurat maka Tuhan
yang akan menggenapi semua itu untuk kebaikan kita. Berhentilah dari
upaya-upaya manusiawi. Berhentilah dari mengandalkan apa yang kita miliki.
Mulailah hidup sepenuhnya bergantung kepada perkataanNya. Dengar dan Taat.
Musa tidak perlu bergumul untuk
menggembalakan 3 juta umat Israel. Daniel tidak perlu bergumul untuk kepuitusan
yang sudah raja buat untuk dirinya. Yusuf tidak bersusah payah untuk menjadi
raja. Daud tidak melakukan promosi apapun untuk menjadi raja.
Mereka semua, tokoh Alkitab yang
belum dijelaskan di atas, selalu mereka hidup dalam hari perhentian. Sebab
Tuhan mendesign kita untuk kita hidup dalam hari perhentian. Sadarkah kita
ketika Adam diciptakan pada menit-menit terakhir di hari ke enam, Tuhan sudah
menyediakan semuanya bagi Adam. Tidak perlu lagi Adam bersusah payah
mempergunakan kekuatan manusiawinya untuk sesuatu. Tuhan yang suah
mempersiapkan semuanya. Tuhan memberi perintah, Adam tinggal mengerjakannya.
Inilah hari perhentian.
Dalam 1 Samuel 30:1-20 menjelaskan
tentang Daud dalam kondisi yang terpojok. Ziklag terbakar dan semua wanita dan
anak-anak ditawan oleh Amalek. Amalek adalah kedagingan-kemanusiawian. Bahkan seluruh
rakyat hendak melempari Daud dengan batu. Hanya Daud seorang diri. Namun Daud
tidak lari. Daud tidak mengikuti keinginan rakyat seperti yang dilakukan Saul.
Daud justeru memilih untuk menguatkan kepercayaan kepada Tuhan dan yang luar
biasa Daud memanggil nama Tuhan dan mencari apa yang menjadi isi hati Tuhan.
Selanjutnya kita baca disana Daud mampu merebut semua tawanan. Dan Amalek dihancurkan.
Kekasih Tuhan, sudah waktunya kita
berhenti dari semua kdagingan, kekuatan manusiawi bahkan kemampuan yang kita
miliki. Ini waktunya muncul suatu umat yang rendah hati dan lemah lembut dan
hidup bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Inilah waktunya kita memasuki hari
perhentian kita. Tuhan bersama kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar