SUMUR
ROHANI
Kejadian 21:22-33 menjelaskan
bagaimana Abraham berjuang untuk tetap sumur yang digalinya tetap dimiliki
olehnya. Sumur ini berbicara sumur ikatan janji, sebab di sana Abraham membuat
perjanjian dengan Abimelekh.
Dan untuk pertama kalinya Allah
disebut dengan sebutan Allah yang kekal. Dimensi Allah yang kekal harus kita
milii dan alami. Allah yang kekal berarti Dialah yang Awal. Bahwa sebelum
segala sesuatu ada Dia sudah ada. Bahkan kalaupun segala sesuatu berakhir, Dia
tetap ada. Allah yang kekal juga berbicara bahwa apa yang kita miliki adalah
milikNya. Sebab segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Dimensi Allah
yang kekal juga berbicara bahwa apa yang Tuhan berikan untuk kita, tidak ada
seorangpun yang dapat mengambilnya. Dengan memiliki pemahamana ini maka kita
akan selalu bersyukur untuk semua yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Kita
akan bisa berkata seperti Tuhan berkata dalam Kejadian 1:31 yang berkata apa
yang telah dijadikanNya sungguh amat baik.
Namun dalam kejadian 26:1-3, 12-33
dijelaskan bahwa kelaparan terjadi lagi namun Ishak (anak Abraham)
diperintahkan untuk tidak pergi ke Mesir namun tetap tinggal di Gerar. Yang
terjadi kemudian adalah sumur tersebut mulai tertutup. Ketika sumur ditutup
maka kita lihat, sekalipun Ishak sangat kaya dan luar biasa berkuasa namun
seperti kehilangan posisi rohani, bahkan terusir dari tempat dimana ia tinggal.
Namun ketika Ishak kembali membuka sumur-sumur rohani yang ada dengan seketika
terjadilah kehidupan bahkan musuhnya berdamai dan memohon berkat dari Ishak.
Seringkali dalam perjalanan hidup
kita, terjadi sumur-sumur rohani (sumur ikatan janji) yang sudah dibuka oleh
bapa rohani ditutup karena beberapa hal atau kecerobohan yang terjadi. Apa itu
sumur rohani dalam pengertian hari-hari ini ?
1.
Sumur
berbicara frekuensi rohani yang pernah di setting dalam kehidupan kita.
Dinamika Roh yang pernah kita dapatkan.
2.
Sumur
berbicara pengenalan akan Allah yang pernah datang dan yang pernah Tuhan
bukakan melalui bapa rohani.
3.
Sumur
berbicara pekerjaan Roh Kudus yang kita alami yang harus kita jagai dengan hati
yang haus akan realita Tuhan.
Kita harus memastikan bahwa sumur
rohani kita terus terbuka dan terus ada aliran mata air yang membual-bual dari
dalam sumur tersebut.
Mari kita jagai sumur rohani yang
sudah diberikan kepada kita melalui seorang bapa rohani. Jangan berhenti sampai
di Rehobot (kelegaan). Seringkali setelah perjalanan iman kita, kita mendapati
ada banyak berkat, kesuksesan dan kelonggaran yang Tuhan berikan, hal ini
membuat kita berhenti disana. Sebaliknya lanjutkanlah perjalanan kita sampai ke
Bersyeba. Disanalah kita memanggil nama Tuhan (terhubung kepada Tuhan).
Disanalah kita hidup dalam ikatan janji. Di bersyebalah kita akan mendapati
hari perhentian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar