Jumat, 17 Mei 2013

SUMUR ROHANI



SUMUR ROHANI
Kejadian 21:22-33 menjelaskan bagaimana Abraham berjuang untuk tetap sumur yang digalinya tetap dimiliki olehnya. Sumur ini berbicara sumur ikatan janji, sebab di sana Abraham membuat perjanjian dengan Abimelekh. 
Dan untuk pertama kalinya Allah disebut dengan sebutan Allah yang kekal. Dimensi Allah yang kekal harus kita milii dan alami. Allah yang kekal berarti Dialah yang Awal. Bahwa sebelum segala sesuatu ada Dia sudah ada. Bahkan kalaupun segala sesuatu berakhir, Dia tetap ada. Allah yang kekal juga berbicara bahwa apa yang kita miliki adalah milikNya. Sebab segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Dimensi Allah yang kekal juga berbicara bahwa apa yang Tuhan berikan untuk kita, tidak ada seorangpun yang dapat mengambilnya. Dengan memiliki pemahamana ini maka kita akan selalu bersyukur untuk semua yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Kita akan bisa berkata seperti Tuhan berkata dalam Kejadian 1:31 yang berkata apa yang telah dijadikanNya sungguh amat baik.
Namun dalam kejadian 26:1-3, 12-33 dijelaskan bahwa kelaparan terjadi lagi namun Ishak (anak Abraham) diperintahkan untuk tidak pergi ke Mesir namun tetap tinggal di Gerar. Yang terjadi kemudian adalah sumur tersebut mulai tertutup. Ketika sumur ditutup maka kita lihat, sekalipun Ishak sangat kaya dan luar biasa berkuasa namun seperti kehilangan posisi rohani, bahkan terusir dari tempat dimana ia tinggal. Namun ketika Ishak kembali membuka sumur-sumur rohani yang ada dengan seketika terjadilah kehidupan bahkan musuhnya berdamai dan memohon berkat dari Ishak.
Seringkali dalam perjalanan hidup kita, terjadi sumur-sumur rohani (sumur ikatan janji) yang sudah dibuka oleh bapa rohani ditutup karena beberapa hal atau kecerobohan yang terjadi. Apa itu sumur rohani dalam pengertian hari-hari ini ?
1.      Sumur berbicara frekuensi rohani yang pernah di setting dalam kehidupan kita. Dinamika Roh yang pernah kita dapatkan.
2.      Sumur berbicara pengenalan akan Allah yang pernah datang dan yang pernah Tuhan bukakan melalui bapa rohani.
3.      Sumur berbicara pekerjaan Roh Kudus yang kita alami yang harus kita jagai dengan hati yang haus akan realita Tuhan.
Kita harus memastikan bahwa sumur rohani kita terus terbuka dan terus ada aliran mata air yang membual-bual dari dalam sumur tersebut.
Mari kita jagai sumur rohani yang sudah diberikan kepada kita melalui seorang bapa rohani. Jangan berhenti sampai di Rehobot (kelegaan). Seringkali setelah perjalanan iman kita, kita mendapati ada banyak berkat, kesuksesan dan kelonggaran yang Tuhan berikan, hal ini membuat kita berhenti disana. Sebaliknya lanjutkanlah perjalanan kita sampai ke Bersyeba. Disanalah kita memanggil nama Tuhan (terhubung kepada Tuhan). Disanalah kita hidup dalam ikatan janji. Di bersyebalah kita akan mendapati hari perhentian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar